JODHA AKBAR

JODHA AKBAR
Warung Lesehan Pinggir jalan


__ADS_3

Sore hari tak terasa telah tiba , jam pulang kantor . Membuat sebagian pegawai merasa senang . Tapi ada juga yang tak merasa senang .


Karena mereka , harus mengejar daedlain . Begitu juga dengan Jodha , pekerjaannya yang manumpuk telah usai sejak jam 03 . 00 sore tadi .


Tapi karena satu hal , alhasil Jodha harus lembur . Ya , dia terpaksa lembur . Karena harus membereskn pekerjaan Kaeren .


Untung saja pekerjaan yang di tinngalkannya cuma separoh . Coba kalo full , alamat bergadang malam ini .


Dengan alasan , " ada acara keluarga yang lebih penting ". Kaeren , menyerahkan separoh pekerjaannya kepada Jodha . Dan pastinya dengan embel embel , " Kaeren sudah di tunggu omnya di lobiy ".


" Hufffff ,,, nih anak , benar benar seenaknya sendiri . Di kira nih kantor punya bapaknya apa ?!!! 🙄 🙁😠😡 " . Jodha menggerutu dalam hati , dia merasa sebal marah dan kesel .


Tapi apa daya , orang ngancamanya akan mengadukan ke om-nya . Kalo selama ini pekerjaan Jodha gak ada yang benar .


Bukannya takut , akan ancaman Kaeren . Menurut Jodha , gak perlu cari ribut buat hal yang gak penting .


Dan karena fokus Jodha masih dengan kegiatan magangnya . Agar cepat terselesaikan kerja magang Jodha . Susun skripsi , sidang dan cepat cepat lulus .


Dia gak mau membuang waktu sedikit pun , cepat lulus . Dapat kerja , agar selalu bisa membatu pemasukan panti . Karena akhir akhir ini , panti ke kurangan para donatur .


" Hoappppp " ,,, Jodha menguap dan mulai merenggangkan otot ototnya ." Ah ,,, saatnya pulang ". Ucap Jodha , sumringa sembari mengangkat tangan kanannya .


Memperhatikan jam , yang melungkar di pergelangan tangannya . " Huffff ,,, pantes banget cacing cacing pada demo . Jam 07.05 , waktunya makan malam ".


Jodha mulai membereskan mejanya , mengemasi barang barang yang akan di bawah pulang .


Jodha berjalan satai , tanpa rasa takut sedikitpun . Pada hal setiap ruangan sudah tak berpenghuni sunyi senyap .


Mereka yang bekerja lembur , biasannya saat jam segini . Sedang berada di pentry atau di cafe sebrang jalan . Mengisi perut sebelum kembali bekerja lagi .


Tapi tidak dengan Jodha , karena dia memutuskan untuk pulang . Setelah beberapa jam lalu berkutat dengan pekerjaan Kaeren .


" Malam ,, pak Samsul 😊 " , Jodha menyapa pak Samsul bagian secukrtiy . Yang kebetulan sedang patrolli kedalam setiap ruangan kantor .


Memastikan semua aman , senyuman balasan juga meluncur dari bibirnya . " Eh ,,, nak Jodha . Baru selesai lembur ya ? ".

__ADS_1


" Ya pak ,, kebetulan tadi ada beberapa pekerjaan yang harus di segerakan ". Jodha menjawab , sambil berjalan beriringan menujuh pakir belakang .


Di mana di khususkan untuk karyawan , yang membawah sepeda motor . Meskipun ada beberapa mobil yang terparkir di sini . Kebanyakan adalah milik tamu atau karyawan .


Yang kebetulan kerjannya berada di lantai bawah .


" Saya dulu'an ,,, ya pak ", di pertigaan antara post satpam dan di mana motor Jodha terparkir . Mereka akhirnya terpisah , sebuah anggukan kecil dari pak Samsul adalah jawaban dari pamitnya Jodha .


Jodha sedang bersiap di samping motornya . Memakai helem yang biasa di pakainya , helem berwarna hijau dengan gambar katak . Setia menemani perjalanannya , tiba tiba saja ada yang menepuk bahu kanannya .


Pluk ,,,


Jodha menengokkan kepalanya ke arah kanan . " Tu ,,, eh ,, bosss ", ucap Jodha terbata bata . Begitu mengetahui siapa yang menipuk bahu kanannya .


" Sudah di bilangin panggil seperti biasa . Gak usah berubah gitu ! ". Renzil melipat tangannya di dada dan memanyunkan bibirnya .


" Aduh ,, kalo manggil kaya biasannya . Ya , gak sopan lah bos ", terang Jodha .


" Gak usah merasa kaya gitu , sekarang mana kunci sepeda motornya ".Telapak tangan Renzil terbuka dan di sodorkan ke arah Jodha .


Jodha memandangan dengan bingung , sekali lagi Jodha menatap mata Renzil . Mencoba mencari jawaban , atas apa yang di ucap dan di lakukannya .


" Ha ??? , gak usah bos . Rumah ku kan berlawana arah ", Jodha masih mencoba menolak dengan halus .


" Gak terima penolakan , kesinikan kunci motor mu ! " . Renzil berucap tegas , dan tetap menodongkan tangan kanannya .


" Huffffff " ,, Jodha menghela nafas pendek . Dan dengan terpaksa memberikan kunci motornya , " Nih ! " .


" Nah ,, gitu dong nurut . Kan kita jadi cepet jalan pulang ". Renzil langsung memposisikan dirinya ke depan .


Duduk di ujung , sedangkan Jodha dengan langkah sedikit malas . Memposisikan dirinya , di boceng .


Sruutttttttttt ,,,,,


Motor melaju dengan kecepatan sedang , dari arah sepion . Renzil dapat memikmati wajah Jodha yang cemberut . Seulas senyum terukir di wajah Renzil , dan bagi Renzil itu justru terlihat " Lucu dan bikin gemes " .

__ADS_1


" Eh ,,,, berhenti ,, berhenti !!! ", tiba tiba Jodha menepuk bahu Renzil . Dan menyurunya menepihkan motornya di pertigaan jalan .


Motor terhenti dengan sempurna , tanpa banyak berucap . Jodha langsung turun , berjalan mendekati warung tenda kecil .


Di mana di situ menjajakan nasi yang di bungkus kecil kecil . Dan berberapa lauk sederhana , tempat duduk beralaskan tikar . Ya ,, warung sego megono ( nasi megono ) atau sering di sebut angkringan .


Dengan santainya , tanpa bertanya ke arah Renzil . Jodha langsung masuk . Dan mendudukan dirinya di tempat yang kosong .


" Mak sinta , teh panas manisnya satu ". Jodha langsung memesan minum .


Kemudian dia meneloh ke samping , memandang orang yang duduk di sampingaya . Meskipun dengan wajah cemberut , karena di cuekin . Renzil tetap mengikuti Jodha , setelah memarkir motornya .


" Bos ,, mau minum apa ? ", Jodha dengan ragu . Mencoba menanyakan apa si bos besar ini , sudih makan di warung lesehan pinggir jalan .


Pasalnya meskipun Renzil telah mencopot dasi , vest , jas . Dan cuma mengenakan kemejan garis garis , yang lengannya tergulung sampai siku . Tak bisa menyamarkan aura ke bossiannya .


Apakah dia mau makan di warung pinggir jalan seperti ini . Jodha tak perduli , sekarang perutnya sedang meronta . Uang di dompet sedang menipis , jadi harus di utamakan mengganjal perut . Ketibang mengurusi keberadaan bos dingin yang ganteng ini .


" Kopih hitam , gula dikit " . Renzil menyebutkan pesanannya .


" Ok " ,,Jodha meneriakan pesanan Renzil . Supaya si penjual mendengarnya , maklum mereka duduk paling ujung . Jauh dari penjual yang sedang membuatkan pesanan mereka .


Karena para pelayang yang jumlanya dua orang . Sedang melayani pengunjung lainnya .


" Mak Sin , tambah kopih hitam gula dikit " , teriak Jodha . Di jawab acungan jempol dari sang pemilik warung .


😁😁😁😁😁😯😯😯😯😯


🙄


🙁


🤔


😘

__ADS_1


😯


🐣


__ADS_2