
Setelah mengurus adminitrasi , dan melihat Renzil di obati . Secara diam diam , Jodha pergi meninggalkan Renzil tanpa pamit .
" Hem ,, mending cabut sekarang , toh orangnya sudah aman " . Ucap Jodha yang melihat dari sisi kiri Renzil .
Yang lukanya sedang di bersihkan oleh dokter . Tubuhnya sedikit tertutup tirai , sehingga Renzil tak dapat melihatnya .
" Mending sebelum balik , beli makan dulu ". Dalam fikiran Jodha .
Jodha berjalan sambil meneteng sepasang sepatunya , yang sudah basa akibat hujan .
Jodha memacu motornya dengan santai , motor butut . Di belokannya ke arah rumah makan minang murah .
" Mas ,, paket ayam murahnya 1 . Di bungkus . Sama itu krupuk ikannya satu " , Jodha langsung memesan menu murah di rumah makan itu .
" Iya ,, mbak " , si masnya mulai membungkus pesanan Jodha .
" Berapa mas ? " _ Jodha .
" 13000 , ini ,, mbak " . Si pelayan menyebutkan harganya sembari mengulurkan nasi sudah terbungkus .
" Ya ,, makasih mas ". Jodha menanggapi ramah dan penuh senyum .
Tak butuh waktu lama , Jodha sudah sampai di temat kostnya . Begitu masuk dia langsung ke kamar mandi . Mandi air hangat sebenarnya hal yang di inginkannya .
Tapi karena di kamar mandinya , tidak ada alat pengatur suhu air . Alhasil dia harus mandi air dingin , sedangkan untuk memasak air panas . Itu tak mungkin , karena kamar kostnya tidak di lengkapi dapur .
Dapur kost terdapat di luar , dan di gunakan bersama sama . Tak jarang jika gasnya habis sebelum tanggalnya , si empunya kost . Tak akan membelikannya , karena aturan di sana . Gas dapur hanya akan di belikan 1 bulan 2x .
Setelah menyelesaikan makannya , Jodha menerawang jauh ke depan .
" Huff ,, uang aku tinggal 387.000 . Hem ,, buat bayar kost masih kurang separuh . Apa lagi buat biaya hidup bulan ini " . Jodha prihatin menghitung uang dalam dompetnya .
" Dapat tambahan dari mana nih , belum gajian . Hufff ,, bingung " , Jodha berbaring terlentang sembari menerawang ke langit langit .
Sebenarnya , dalam tabungan masih ada uang , tapi itu untung pantih . Selama ini , meski hidup kekurangan . Jodha selalu berusaha untuk menyisikan sedikit uangnya untuk pantih .
Tadi , uangnya sudah pas . tapi karen inseden rumah sakit . Di mana , Jodha menbayar uang admitrasi . Yang meliputi biaya periksa , obat , dan baju pasien .
Karena baju yang di pakai Renzil basa , Jodha bertanya kepada perawat . Apakah ada baju ganti untuknya , ada .
Jadi Jodha berinisiatif , untuk menggantinya . Siapa tau , baju itu tidak di kembalikan kalo hanya di pinjam .
" Hem ,,, sudahalah , besok jujur saja sama bu kost . Seperti biasa , bayar separuh . Siapa tau , uang dari aplikasi COD . Sudah bisa di cairkan , meski gak banyak . Lumayan bisa buat tambah tambah ", ide yang terlintas di otak Jodha .
Jodha memejamkan matanya , bersiap untuk tidur . Selama seharian dia sudah kesana kemari . Betisanya tersa pegal tak terelakkan , apa lagi telapak kakinya . Terasa mati rasa , akibat terlalu lama berkubang dengan air hujan .
🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇
" Bu ,, wanti ini saya mau bayar kost , buat bulan ini . Tapi ,, aku baru ada separuh bu " . Jodha langsung berterus terang , kepada bu Wanti sang pemilik kost .
__ADS_1
" Emmmm ,, sregk ",, Bu Wati mengambil amplop . Yang berada di atas meja , tepat di depannya .
Menghitung tiap lembar , 400 ribu . Masih kurang 250 ribu .
" Baiklah , ibu akan mengambil ini . Ngomong ngomong , setengahnya lagi mau di bayar kapan ? " , tanya bu Wati .
" Recanannya hari selasa bu , soalnya uangnya baru ada senin . Dan sekarang hari minggu , bagai mana bu ? bolehkan ? ". Jodha memohon saat memjawab bu Wati .
" Baiklah , ibu tunggu sampain hari selasa "_ Bu Wati .
" Terimakasih bu " ,, Jodha tersenyum senang .
Setelah memberikan uang kost , Jodha beranjak pergi . Ia akan berangkat kerja , hari ini . Hari minggu , Jodha masih menerima kerja partime .
Di butik , meski sudah jarang berangkat . Tapi kata bu Arum , tak masalah jika mau berangkat dadakan .
Dengan penuh semangat Jodha memacu sepeda motornya .
🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇🐇
" Bagai mana Jull , sudah kau selidiki siapa pelakunya ? ". Renzil bertanya sambik menikmati sarapannya .
" Sudah ,, bos , yang mengirim mereka untuk menghabisi anda tuan Damian " . Jullio assisten pribadi Renzil .
Meski hari libur , dia terpaksa berangkat . Karena harus mengurus masalah kemarin .
" Belum bos , karena dia tidak meninggalkan identitasnya di rumah sakit . Tapi kita sudah melacaknya lewat CCTV rumah sakit "_ assisten Jullio .
" Kita menemukan ini bos " , Jullio memberikan ipednya .
Dan menunjukkan sebuah vedio , kejadian sore hari . Saat ke datangan Renzil di gandeng Jodha masuk ke rumah sakit .
Tepat di depan meja pendaftaran , Jodha berbicara kepada para suster .
" Benar dia , cari tau tentang dia ", Renzil berucap dingin ." Dan untuk Damian , kau bereskan dia " .
" Di mengerti tuan " , setelah melapor Jullio . pergi meninggalkan kediaman Renzil .
🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁🦁
" Em ,, nyam ,, nyam " ,,
Jodha sedang mengunya makanannya . Jam menunjukan tepat pukul 🕛 , waktunya makan siang .
Seperti biasa , Jodha sudah membeli menu paket ekonomis . Untuk makan sianganya , hari ini di butik rameh . Sehingga menguras , tenaga tapi tetap terkendali .
" Odha , nanti malam habis pulang kerja . Kita mampir ke mie ayam pak Sobari yuk ! " . Fenian , teman satu kerjaan di butik . Yang kebetulan sedang hamil mengajaknya .
" Em ,, baiklah kak , kebetulan aku udah lama gak ke sana ". Jodha menanggapinya dengan sumringa .
__ADS_1
Setelah beberapa menit . Waktu makan siang pun usai , mereka melanjutkan pekerjaannya .
😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄
Siang berganti malam , setelah semuanya selesai . Jodha membocengkan mbak Fanian dengan santai , menujuh warung pak Sobari . Tidak butuh waktu lama mereka sampai .
" Hay ,, paman ,, bibi ",, begitu sampai warung mie ayam . Fanian duduk di bangku konsumen , sedangkan Jodha langsung ke konter .
Menyapa si empunya warung , dulu waktu pertama keluar dari pantih .
Jodha juga bekerja di sini , jika mendapat jatah libur dari butik . Tapi setelah di tengah semester dan banyak kegiatan . Jodha sudah tidak pernah lagi bekerja di sini .
" Odha ,, kenapa baru kesini , kami kira kau sudah lupa dengan kami " . Ucap bu Asri , istri pak Somat .
" Hehehe ,,, gak lupa bu , cuman memang lagi banyak tugas dari kampus . Gimana kabar ibu , sehatkan ? "_ Jodha .
" Sehat dong , kesini mau pesan apa ? " . Bu Asri bertanya menu apa yang mau di pesan Jodha .
" Itu mbak Fanian pesen mie ayam ceker sama minumnya jeruk anget ". Jodha menunjuk meja di mana Fanian duduk .
" Kalo aku sendiri , mau ikut bantuin ibu dulu boleh " . Jodha mengucapkan keinginannya , meski pulang kerja .
Jodha tak menunjukan wajah lelahnya , karena dia berniat membantu Bu Asri .
" Tentu saja boleh , kebetulan warung lagi rame " . Bu Asri berucap sambil tersenyum .
Mendengar itu , Jodha langsung menggulung rambutnya asal . Memakai clemek , siap melayani para pembeli . Tersenyum rama , kesana kemari menghantarkan pesanan .
Di parkiran , terparkir mobil sport mewah . Dan Renzil yang dari tadi mengikuti Jodha . Memantaunya di balik setir , sembari duduk manis .
" Eh ?? " ,, dia mengerutkan dahi , saat melihat Fanian yang datang bersama Jodha telah keluar .
Dan hendak pergi , " Tu ,, cewek kemana ? " . Renzil merasa penasaran , pasalnya dari tadi memantau . Tak melihat sosok Jodha keluar .
Dengan cepat Renzil keluar , menyebrang jalan dan masuk ke warung .
Renzil langsung terpukau , begitu melihat Jodha . Yang sedang tersenyum rama , melayani para pengunjung .
Dengan santai Renzi duduk di meja yang kosong , sambil terus mengamati . Entah apa yang terjadi , di hatinya tertarik dengan setiap gerak gerik Jodha .
" Tuan , mau pesan apa ? " , Jodha mendekati meja Renzil .
" Mie ayam sepesial " , ucap Renzil dingin .
" Ya ,, kalo minumnya ,,, kamu lagi ? ". Ucap Jodha begitu mereka saling tatap .
Sedangkan Renzil , hanya datar saja menanggapi reaksi Jodha .
__ADS_1