JODHA AKBAR

JODHA AKBAR
Batik


__ADS_3

" Ok " ,, Jodha tersenyum puas .


semuanya sudah di bungkus dan siap dikirim ke tempat tujuan . Selain bekerja di butik , untuk memenuhi kebutahannya .


Jodha melakukan beberapa pekerjaan tambahan , kadang di laudry sebagai tukang cuci atau gosok baju . Tukang cuci piring , dan masih banyak lagi pekerjaan serabutan yang Jodha kerjakan .


Selain bekerja untuk orang lain , Jodha juga membuka toko Online . Yang menjual berbagai barang , tapi yang paling sering di jual Jodha adalah pakaian batik .


Jodha termasuk pencinta batik , alhasil dia mulai menjual barang barang yang berbau bau batik . Toko onlinenya termasuk ramai , karena tiap bulan pemasukannya lumayan .


Kebaya dan kain batik adalah best seller , hampir tiap hari ada aja yang beli . Cuman sekarang banyak konsumen yang enggan untuk tranfer dulu . Baru barang di kirim , semuanya lebih memilih sistem COD .


" Huff ",, Jodha menghela nafas .


Sitem COD itu , membuat Jodha harus mengeluarkan modal terlebih dahulu .


Itu tak masalah baginya , toh sudah biasa Jodha denga hal itu . Seperti dia jualan di aplikasih yang perantara . Cuma bedanya ini pemebeli baru bayar di tempat setelah barang samapai .


Cengkling ,,


Hp Jodha berbunyi . Pertanda ada pesan what'sapp .


Suci :


" Temennin aku ke mall yuk 😣😘🙏 " .


Jodha :


" Baiklah , kebetulan lagi santai ni ".


Sucu :


" Asik , aku jemput ya . Dandan yang cantik 20 menit lagi aku sampai , hehehe ,, 😘 " .


Jodha :


" Ok " .


☺☺☺☺☺🏢🏢☺☺☺☺☺☺


" Renzil , tak ku sangka akhirnya kau kembali sob ". Willi memeluk sahabatnya ini , yang baru datang dari luar negri .


" Gimana kabar mu sob , apa yang memutuskan kau kembali ? " , Willi mulai bertanya kepada Renzil begitu dia duduk di hadapannya .



" Sudah waktunya kembali ", ucap Renzil acuh .

__ADS_1


" Ah ,, kau ini masih sama saja , kemarin aku bertemu bibi . Seperti biasa mereka masih menginginkan kita untuk mengikuti pesta galang amal "_ Willi .


" Sebenarnya aku curiga , ada niat terselubung di situ . Hufff " ,, Willi berucap sambil menghela nafas .


" Sudah pasti ajang pencarian jodoh lagi " , Zayen langsung menjawab dan duduk di antara mereka berdua .


" Dari mana kau tau ? "_ Willi .


" Kau ini begitu saja tak tau " , Henri yang datang bersama Zayen berucap .


" Kalian ini datang bersamaan , seperti pasangan saja . Dan akhir akhir ini aku dengar , kalo tuan muda Zayen dan tuan muda Henri . Mempunyai hubungan yang kusus , karena sering mucul bersama "_ Willi .


Pletak ,,


" Aduh ",, Henri langsung menjitak Kepala Willi pelan .


" Apa kau punya waktu luang , seperti ibu ibu saja . Suka bergosip " , Ucap Henri yang mulai tak sabar dengan sikap konyol sahabatnya ini .


" Hei ,, hei ,, respon mu biasa aja kali . Awalnya aku juga gak percaya , tapi dari kegiatan kalian berdua . Yang begitu mesra , mencerminkan pasangan tau "_ Willi .


" Kau ini termakan gosip murahan , akhir akhir ini kita ada projek bareng . Dan itu berlanjut sampai sekarang ? " , Zayen yang dari tadi diam mulai angkat bicara . Untuk membersihkan nama baiknya , di otak sempit Willi .


" Projek apa ? , aku kok gak tau . Dan tumben banget kalian langsung turun tangan " , Willi masuk mode keppo . Secara jalur pekerjaan mereka berbeda .


Zayen yang seorang dokter ahli beda , sekaligus kepala rumah sakit bertarap internasionnal .


" Hu ,,, hu ,,, makanya jangan berkutat saja dengan perhiasan perhiasan mu itu " , Cela Henri .


" Ah ,, kalian ini , apa yang mau kalian lakukan ? . Kok bisa aku ketinggalan " , Ucap Willi saat memandang Renzil .


Yang dari tadi diam , menikmati kopinya . Di lihat dari raut wajahnya sudah pasti dia tau .


" Awalnya aku mempunyai ide , ingin membuka rumah sakit umum dengan fasilitas lengkap dan dapat terjangkau untuk semua kalangan . Kalo perlu tempatnya di daera pedalaman , atau yang banyak terdapat kampung kampung "_ Henri .


" Karena aku cuma bisa buka dan gak ngerti cara mengelolanya . Maka dari itu , aku mulai mencari orang orang beserta fasilitasnya . Aku bisa membangun dan membuka , tapi yang ku mau . Ini untuk jangka panjang " Henri menjelaskan ke inginannya .


" Jadi memerlukan orang orang yang handal dan mengerti " , ucap Henri sembari menyesap kopinya .


" Kalo mau mu begitu , kenapa gak investasi di rumah sakit . Yang sudah di dirikan Zey Copprasen , semua rumah sakit di bawah naungannya kan gak perlu di ragukan lagi "_ Willi .


" Itu memang benar , tapi aku mau yang berbeda . Karena nanti aku mau , pasien dari kalangan yang tak mampu . Akan bebas biaya 100% ", ucap Hanri dengan sumringah .


" Ah .,, akhirnya ada juga kegiatan dan ide tulus dari sobat ku yang satu ini . Aku kira loe udah beruba tentang orientasi sexnya . Dan mulai mendekati Zayen , secara hasrat mu tak tersalurkan . Karena do'i kabur entah kemana ", ucap Willi mengejek Henri .


" Sialan kamu Will "_ Henri merengut .


" Hahaha ",,, Willi tertawa ngakak .

__ADS_1


Sebenarnya dia cuma bercanda , karena dia tau . Sobatnya yang satu ini , diam diam masih mencari keberadaan istrinya yang kabur .


Henri telah menikah karena perjodohan , tapi di malam ke - 2 . Sang mempelai perempuan kabur tak kembali .


" Aku pernah melihatnya di London ", Renzil yang dari tadi diam . Berucap sambil mengunya setek mediumnya .


Henri berhenti tersenyum , memalingkan wajahnya ke arah Renzil . Meyakinkan apa yang baru di dengarnya petunjuk yang yata .


Tak dapat di pungkiri , tersirat di mata Henri . Berharap apa yang di ucapkan Renzil benar , secara dia sudah mencari .


Ke berbagai negara tapi hasilnya nihil , Henri belum terlalu mengenal sang istri jadi dia kesulitan mencari .


Sedang keluarga sang istri seolah acuh , karena dia cuma anak dari seorang istri sirih .


Targedi pernikahan mereka , berawal dari sang kakak yang harusnya menikah dengan Henri .


Tapi karena suatu kecelakaan , membuat Algata sang adik yang menggantikan kakaknya . Pernikahan mereka sedikit rumit , kita cerita sambil jalan .


" Benarkah Alga di sana " , Willi langsung merespon .


" Sebentar ! " , dia langsung mengambil hp-nya dari saku jas .


Memencet no orang kepercayaannya , tak berapa lama sambungan terhubung .


" Hallo , ya ,, aku mau kau mencari seseorang di sana . Akan ku kirim fotonya " , Willi memberi perintah dengan tegas .


Klik ,,


foto Algata dan Henri di saat resepsi pernikhan terkirim .



Foto itu benar benar tanpa di hiasi senyum dari ke - 2 mempelai . Hanya terlihat wajah tegas , dan jarak .


" Wah ,, kau masih menyimpannya ", Zeyan yang melihat berkomentar .


" Em ,, foto ini sangat unik , gak ada senyum di wajah Henri . Itu membuat wajahnya jelek dan aku suka . Jadi iseng ku simpan untuk kenang kengang " , Willi berucap sembari tersenyum senang .


" Aneh " ,, Zeyan .


" Jika dia memang ada di sana , saran ku . Kau temui dia , selesaikan masalah kalian . Akhirnya bersatau atau tidak , lebih baik jelas . Bagaimana pun kalian berdua sahabat baik ku , aku gak mau kita bertengkar gak ada ujungnya " , ucap Willi santai .


Willi memang terlihat koyol dan terkadang cuek . tapi terhadap sahabat sahabatnya , dia akan sayang dan perhatian sekali .


" Em " ,, Henri jawaban Henri singkat .


Jika mencari informasih itu hal muda bagi Willi . Karena keluarganya mempunyai jaringan informasi yang luas .

__ADS_1


__ADS_2