
Malam semakin larut sehabis dari mall , Suci menyeret Jodha ke restoran . Mengajaknya makan dan berbicang receh panjang lebar . Jodha sudah meminta untuk pulang , tapi Suci enggan melepaskannya .
Karena dia ingin menghabiskan waktu bersama Jodha . Jarang mereka bisa heng out bersama . Meski setiap hari bertemu di kampus , tapi Jodha termasuk mahasiswa yang sibuk .
Kegiatannya sering berkutat di perpus , dan banyak berdiskusi dengan orang orang yang mau di ajak berdiskusi tentang mata pelajarannya .
Karena kampus mereka termasuk kampus ellit , jadi mahasiswanya kebanyakan dari kalangan ellit yang jaringan sosialnya terbatas .
Jadi bagi siswa berbeasiswa jarang bisa di teriama di kalangan mereka . Jodha di antaranya , di kampus Jodha hanya mempunyai teman akrap satu . Suci seorang , dan dia berdiskusi dengan para siswa berbeasiswa lainnya Yang setara .
Ya ,, meskipun mereka satu kamus , Jodha lebih banyak besikap tenangn dan jarang membahas atau bermain main .
Selain mengajak shoping , Suci juga mengajak Jodha untuk bermain gems . Seharian yang mereka lakukan hanya bermain .
Tertawa lepas tanpa beban , Suci mengatar Jodha sampai gang kos'nya . Mereka terpisa di depan gang , karena mobil Suci tak bisa masuk ke dalam gang .
🐇🐇🐇🐇🐇🐤🐤🐤🐤🐇🐇🐇🐇🐇
Zeyan menyetir mobil sportnya dengan santai . Setelah acara makan malam selesai , mereka memutuskan untuk berpisah ke tempat tujuan masing masing .
Ciiiitttttt ,,
Mobil Zeyan mengerem mendadak . Tat kalah ada seorang anak kecil menyebrang tiba tiba .
Tut ,, tut ,,,, bunyi klason tak terelakan .
" Huffff ,,, untung saja gak sampai mengenai bocah itu . Sedikit saja terlambat bakalan terjadi kecelakaan yang tak terhindari " , gumaman Zeyan .
Klek ,,
Zeyan keluar dari mobil sportnya . Di depan mobil seorang anak laki laki berumur 5 tahun jongko . Sembari memegangi telinganya tubuhnya bergetar . Tapi anehnya anak itu sama sekali tak menangis .
" Nak kamu apa kamu terluka , mana yang sakit tunjukkan sama paman ?? ". Zeyan berjongko memposisikan dirinya sesuai dengan anak itu .
" Emmm ,,,, gak ada yang sakit cuma kaget om ." Boca itu berucap sambil bergetar .
Zeyan memegan ke-2 lengan anak itu , membantu anak itu untuk berdiri . Mengecek dengan seksama , meneliti sampai membolak balikan badan mungilnya .
" Nak ,, nama mu siapa ? , kenapa sudah larut malam keluar rumah sendirian . Di mana mama mu , kau mau kemana ? ". Zeyan bertanya mencari tau apa tujuan anak itu .
"Aku ingin membeli kue di toko sebrang sana ", anak itu menunjukan toko kue kecil . Di sebrang jalan yang masih buka walau tengah malam .
__ADS_1
" Ah ,, kenapa kau sendiri nak ? , di mana mama mu ? "_Zeyan .
" Mama ku belum pulang kerja , besok adalah hari ulang tahunnya . Malam ini aku akan memberikan mama ku kejutan . Sebelum mama pulang aku ingim membeli kue disana " . Anak itu menunjuk ke arah toko kue .
" Em ,, kenapa kau sendirian , di mana papa mu ? . Apa tidak ada yang mengantar mu , dan tadi sangat berbahaya . Kau menyebrang tidak di tempat penyembrangan ". Ucap Zeyan dengan lembut , dari nadanya dia terlihat kawatir .
" Kata mama papa ku ada di surga , bibi yang menjaga ku pulang lebih awal . Karena anaknya sedang sakit , aku lihat tadi tak ada kendaraan yang melintas . Jadi menyebrang dari arah sini " , ucapnya dengan gaya imut seorang anak kecil .
" Em " ,,,, Paman akan mengatarmu kesana . Siapa nama mu nak ? _ Zeyan .
" Qollio Feriza " , dia menyebutkan namanya sambil menjulan tangannya .
Zeyan menerima uluran tangannya , dan sambil berjabat tangan menyebutkan nama lengkapnya " Zeyan Dellian " . Senyum lembut Zeyan yang jarang terlihat , terbit di bibir sexsinya .
Zeyan menggiring Qollio masuk ke dalam mobilnya , Setelah itu menepihkan mobil sportnya .
Tepat di depan toko kue , " Anak ini sungguh manis . Berentung sekali ke-2 orang tuannya , tapi sayang . Dia harus kehilangan sang ayah di usia dini " . Entah mengapa tiba tiba hati Zeyan terenyuh , ketika melihat wajah polos anak itu . Yang tersenyum manis sembari menujuk kue yang mau di belinya .
" Oke , paman berapa harganya ? " , bibir mungil Qollio tersenyum puas . Saat apa yang di mau sudah di dapatnya .
" 50 ribu nak "_ Penjual kue .
Tapi Qollio mengambil kartu itu dan mengembalikannya .
" Paman tak perlu membelikannya untuk ku . Karena kue ini , Qollio sendiri yang akan membayarnya " . Ucap anak itu dengan nada khas anak seusiannya .
" Hem " ,, Zeyan tersenyum lembut , dan kembali mensejajarkan tubuh tingginya . Agar sesuai dengan tinggi badan anak itu .
Membelai lembut pucuk kepala anak itu , sembari berucap . " Sayang , ambilah uang mu . Kau bisa menyimpannya , atau untuk membeli sesuatu yang lain . Paman akan membayar kuenya ".
" Tidak " , ucap Qollio sembari mengankat jari telunjuknya dan mengerakan kekiri dan ke kanan .
Kata mama , kalo kita ingin menunjukan ketulasan serta rasa sayang . Kita harus menunjukkannya dengan sungguh sungguh dan berusaha dengan apa yang kita punya .
" Paman aku sudah menabung uang saku ku beberapa minggu . Untuk memberikan kejutan pada mama , dan ini usaha ku . Aku ingin , mama merasakan betapa aku sangat menyayangi mama " . Qollio berbicara denagan muka serius khas anak kecil .
" Khem " ,, lagi lagi Zeyan di buat kagum dengan anak ini . Dia sungguh mempraktekan perkataan sang mama .
" Baiklah , paman tak akan menghalangi mu . Menujukkan rasa sayang mu kepada sang mama nak " _ Zeyan .
Setelah membayar kue itu , Zeyan mengatar anak itu pulang ke rumahnya .
__ADS_1
Sebuah Apartemen kecil dengan 2 kamar , terlihat bersih dan tertata rapih .
Zeyan duduk di sofa , sambil mengamati setiap sudut ruangan itu . Di dinding di taru beberapa potret serta lukisan yan pang membuat Zeyan terpanah .
Adalah potret ibu muda denga seorang anak dalam gendongannya . Sang ibu mencium sang anak , anak kecil berwajah bule itu tersenyum lebar menatap kamera .
Deg ,,
Tiba tiba jantung Zeyan berdedak tak kalah melihat potret sang ibu .
" Sekertaris Rullio Feriza " , sekertaris sang ayah yang tiba tiba mengudurkan diri . Setelah satu bulan kejadian bermalam bersamanya .
Cklek ,,
Pintuh masuk apartemen terbuka .
Sosok wanita mungil , yang tetlihat masih cantik karena usianya yang masih muda . Tak terlihat bahwa dia seorang ibu dari seorang putra berusai 5 tahun .
Wanita ini belum sadar keberadaan Zeyan , setelah melepas sepatu dan berganti sandal rumah .
Dia berdiri , slep menegakakan badanya . " Qollio ,,, sang ibu memanggil dengan nada merdu . Mama pulang " ,,, ucapan Rullio berubah liri dan bergetar .
Begitu melihat Zeyan yang berdiri terdiam menghadapnya .
" Tuan Zeyan " , ucap Rullio lirih .
Mereka terdiam sejenak , sibuk dengan pikiran mereka sendiri . Sampai suara Qollio menyadarkan mereka berdua .
" Mama sudah pulang , mama aku punya kejutan untuk mama " . Qollio berlari ke arah sang mama , dan menarik satu tangannya .
Supaya mau mengikuti tubuh kecilnya , di mana dia sudah menyiapkan kue ulang tahunnya . Di tengah meja makan kecil mereka , wajah Qollio tersenyum merekah .
" Selamat ulang tahun ma " , ucap Qollio nadanya menggemaskan .
" Terimakasih sayang " , Rullio langsung mengubah wajah terkejutnya . Menjadi senyum manis dan pelukan hangat untuk sang anak . Sejenak melupakan ke beradaan Zeyan di antara mereka .
" Tapi sayang ulang tahun mama besok ? " _ Rullio .
" Aku tau , tadinya mau mengucapkan nanti jam 12 malam . Tapi nanti pasti Qollio mengatuk dan tertidur pulas . Jadi Qollio memutuskan mengucapkannya sekarang ". Ucap sang anak dengan nada khas anak kecilnya .
__ADS_1
" Khem " ,, Rullio tersenyum , mendengar penuturan sang anak . Memeluknya dan memberikan kecupan sayang di keningnya .