JODHA AKBAR

JODHA AKBAR
Makan malam keluarga


__ADS_3

Sabtu sore ,,


Jodha baru selesai mandi , dia sedang membungkus pesanan para pelanggan . Dengan telaten dan teliti , Jodha membungkus pesanan pesanan itu satu persatu .


Karena pesanan lumayan banyak , dari mulai celan pendek . Dress panjang dan pendek , pakaian anak , kaos dan lain lain .


Setiap orang memesan dengan jumlah yang berbeda beda . Dari mulai eceran , seri , lusinan , kodian .


Jodha memang melayani setiap pembelian , mau itu beli satu atau beli partai . Dengan harga miring tentunya , tangannya dengan cekatan membungkusnya .


Sembari sesekali , dia menyomot cemilan . Yang dia sediakan , keripik singkong pedas asin adalah cemilan ke sukaannya .


Tuk ,, tuk ,, tuk ,, ( Pintuh kost Jodha di ketuk seseorang ) .


" Hem ,, siapa yang datang ? ". Jodha menghentikan kegiatannya sesaat . Berdiri berjalan mendekati pintu .


Cklek ,,


Pintuh di buka Jodha .


" Kamu ,,, ? " , betapa terkejutnya Jodha saat pintuh di buka . Renzil berdiri tegap di hadapannya .


Dengan memakai kemejan batik lenagan panjang . Dia terlihat karismatik , lenganya sudah di gulung sampai seperempat lengan .


" Ada apa ? "_ Jodha .


" Huffgg ,,, " , Renzil membuang nafasnya dengan kasar . Karena Jodha tidak menanggapi ajakannya tempo hari .


" Nih " ,, Renzil memberikan paeper bag yang di bawahnya . " Pakai itu ! , aku tunggu gak pakai lama ." Ucap Renzil datar , dia menyelonong masuk dan duduk di kursih kecil . Tanpa di persilahkan masuk , membuat tuan rumah hanya melongo .


" Eeeee ,,, tunggu tunggu , aku kan belum bilang mau menemani mu " . Setelah beberapa detik melamun Jodha tersadar , dan langsung menolak ajakan Renzil .


" Aku gak menerima penolakan , atau kamu mau aku paksa ? " ,, Renzil berucap dengan tegas .


" Kau " ,,


" Mau coba " ,, Renzil berdiri dan perlahan mendekati Jodha .


" Ah ,, baik lah " ,, ucap Jodha sambil berlari ke kamar mandi .


" Khem " ,, Renzil tersenyum penuh kemenangan .


Renzil duduk kembali dan memperhatikan sekeliling kamar .


Dia tersenyum tipis melihat kamar minialis dengan penataan yang rapih . Di karpet bawah , terdapat beberapa potong baju . Yang belum sempat dan selesai di kemas .


10 menit kemudian ,


Cklek ,,

__ADS_1


Pintu kamar mandi terbuka .


Jodha keluar dengan berbalut tunik batik , sepanjang lutut . Wajah dan rambutnya sudah tertata rapih .


" Imut " , kata itu yang terucap liri dari mulut Renzil .


" Ayo ,, jalan sekarang " ,, Renzil berjalan ke luar terlebih dahulu .


Jodha dengan malas berjalan mengekorinya .


😉😉😉😉😉😉


Rumah utama .


" Di mana Renzil ma ? , kenapa dia belum kelihatan "_ Rellin .


" Katanya masih dalam perjalanan " _ Mira sang mama berucap .


" Kak ,, lagi pada ngapain sih ? " _ Reni sang adik mendekat ke arah ke 2 wanita yang sedang asik mengobrol di dapur .


" Ini kakak mu , sedang menanyakan keberadaan adikmu yang super sibuk " .


" Oh ,, Di mana dia ma , sejak aku pulang gak melihatnya sama sekali "_ Reni .


" Entahlah ,, akhir akhir ini dia gak sekedar sibuk dengan proyek proyeknya . Dia juga sedang mengejar gadis , sang mama memberi penuturan " .


" Benarkah " ,, ucap kedua kakak beradik itu serempak .


" Apa sih Za ? , kamu hebo banget kaya lihat apa aja " .


" Ayo ma , cepat ke ruang tamu . Renzil ,, Renzil ,, dia membawa wanita kesini ma " . Ucap Reza masih dengan nada yang tak percaya . Kalo sang adik beneran datang , membawa gebetannya .


" Masa ? , yang benar kamu " . Sang mama menyudahi pergulatannya di dapur dan menyuru maid meneruskannya .


🤔🙄🙁😯😯😳😳😳


Jodha sunggu terteguh saat mengetahui kalo , motor yang membawahnya berbelok . Memasuki rumah dengan pelataran yang luas .


Jarak gerbang dengan rumah lumayan jauh , ada danau buatan di mana ada air terjun mini buatan .


Sepanjang jalan setapak , berjajar pohon pohon yang tertata rapih . " Gila nih rumah mega banget " , tadi pas memasuki Gerbang pertama Jodha sempat bengong dan berbisik dalam hati .


" Ha ? " , Di atas gerbanya tertera Garden Hous . Perumahan paling ellit seantro kota , hanya terdapat 10 rumah .


Di mana setiap rumah ada urutannya , dan bukan sembarang orang dapat memilikinya . Paling ter depan adalah no 10 dan 9 di mana di sebut rumah pali biasa .


Tapi tetap saja rumah ini terlihat megah . Setiap deretan rumah bergaya beda beda . Dari mulai moderen , klasik , eropa , dan yang sekarang Jodha singgahi .


Rumah bernomer 1 , di mana paling meyita perhatian . Rumah bergaya tradisional indonesia banget , campuran dari beberapa rumah adat yang ada .

__ADS_1


Ke dua sisi pagar utama di buat seperti gapura di bali . Daun pintuhnya terbuat dari kayu dengan ukiran khas bali . Pagar tembok yang mengelilingi terdapat ukiran seperti prasati di candi borobudhur .


Atap rumah seperti atap rumah padang , dan masih ada banyak ornamen ornamen yang begitu klasik .


" Ayo masuk ! ", Renzil menarik tangan Jodha . Yang sejak begitu sampai dia hanya bengong .


Tak percaya , bisa sampai ke rumah di mana paling bergaya egnik . Tapi tetap mewah dengan gaya klasiknya .


😯😯😯😯😬😬😬😯😯😯


Empat orang pria di ruang santai menatap ke arah dua orang yang baru datang .


Khem ,,


" Enzil , kau baru datang . Itu mama mu sudah menunggu mu " , Eldin Akbar sang ayah memecah kehiningan .


" Di mana mama ? " , Renzil bertanya tentang keberadaan sang mama .


" Renzil ", tak berlama lama sang mama muncul dari arah dapur , bersama 3 putrinya .


Di langsung memeluk sang putra bugsu . Sedetik kemudian , mereka semua menatap ke arah belakang Renzil .


Di mana Jodha bersembunyi , seolah tau arah pertanyaan mereka . Renzil menarik Jodha agar sejajar dengannya . Dan dengan tenang Renzil memperkenalkannya .


Dia Jodha ma , aku membawanya untuk ikut makan malam bersama keluarga kita . Ucapan Renzil dengan santai tapi penuh makna .


Sang mama menatapnya dari atas sampai bawah . Yang di tanggapi dengan senyum canggung oleh Jodha .


" Malam nyonya " , Jodha berucap dengan kaku .


" Gila nih orang , masa ngajak orang luar ke acara makan malam keluarganya " . Pergulatan hati Jodha yang merasa gak enak , karena hadir di acara keluarga mereka .


" Jodha , dia mama aku . Mama Mira , di sebelah kiri kakak pertama ku Relli , sebelah kanan kakak aku yang ke dua Reni , dan di sebelahnya kakak aku yang ke tiga Reza " .


Renzil memperkenalkan satu persatu penghuni rumah .


Khem ,,


" Dan yang itu papa aku , Eldin " . Renzil menu juk pria paruhbaya yang terduduk di sofa singel .


" Apa jadi dia putranya Eldin Akbar , pengusaha sekaligus konglongmerat . Oh ,, my good ,, aku kenapa bisa ada di sini ??? ". Ucap Jodha dalam hati .


" Itu di sampinya kakak ipar pertama aku Satya , Di sebelahnya kakak iparku yang ke dua Farhan " .


" Dan yang di belakangnya , Doni tunangan kak Reza ".


" Em ,, nak Jodha ayo ,, duduk dulu ". Mira menanggapi uluran tangan Jodha , dan membawahnya ke shofa .


Mereka semua yang awalnya berdiri , kini telah memposisikan diri mereka . Ke shofa keluarga yang sangat panjang dan luas .

__ADS_1


Putra dan putri mereka masih asik bermain di karpet dekat shofa .


__ADS_2