JODHA AKBAR

JODHA AKBAR
Jika dia sudah berucap


__ADS_3

Malam semakin larut , sekitar jam 12 lebih . Jodhan melangkahkan kakinya untuk pulang .


Warung mie ayam pak somad , buka dari jam.5.sore sampai pagi . Sebenarnya Jodha merasa senang bisa membantu di sana , cuman karena besok dia harus bekerja . Maka Jodha memutuskan untuk pulang , menyudai pekerjaannya di warung makan pak Somad .


Dengan santai dia mengendari motor bututnya .


Set ,, les ,, les ,, set ,, siiiitttt ,, masuk gang di mana kostnya berada .


Meskipun dia terlihat santai , bukan berarti . Jodha gak tau kalo dari tadi dia di ikuti . Tapi Jodha cuek aja , selama gak mengganggunya . Dia gak perlu takut ataupun marah .


Lagian , siapa lagi yang mau ngikutin dia . Gak berani Geer dulu , siap tau orang itu kebetulan lewat jalan yang sama .


" Huff ,,, lumayan dapat tambahan . Besok tinggal kasihkan sama bu kost . Belum dapat semua , kasih separuh dulu " . Jodha berucap sambil tersenyum senang .


Beberapa menit kemudian , Jodha merebahkan dirinya ,, bersiap untuk tidur .


😴😴😴😴😴😴😴😴😴😴😴😴


Sepanjang perjalanan Renzil menyetir mobil sambil tersenyum . Setelah mengikuti Jodha , entah mengapa hatinya menjadi riang .


" Ada apa dengan ku , kenapa dia muncul di pikiranku ". Renzil berucap dalam hati , pasalnya tak ada satu wanita pun . Yang dapat menarik perhatiannya .


" Malam ,, pak Asep ",, Renzil menyapa pak Asep .


Dia adalah kepala pelayan rumah utama Renzil .


Renzil memutuskan pulangn ke rumah besar , dia tidak pulang ke aparteman seperti biasannya .


Pak Asep merasa heran , pasalnya setiap Renzil bertemu denganya jarang tersenyum . Lebih sering menunjukan muka datarnya tanpa senyum .


Dan sekarang senyum itu , menghiasi wajah dingin Renzil .


" Tuan muda kembali , apakah anda memerlukan sesuatu ? " . Pak Asep bertanya , sebelum Renzil naik ke lantai 2 .


" Tidak , pak Asep pergila istirahat . Bukankah ini sudah jam istirahat " . Renzil berucap sambil melihat jam tangan di pergelangan tangannya .


" Baik , tuan muda "_ pak Asep .


♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️


" Huam ",,, Jodha menguap , dan merenggangkan ototnya yang sudah menegang .


Setelah selesai peregangan , Jodha beranjak dari tempat tidurnya . Dia segera menyegarkan diri dan bersiap .

__ADS_1


Jodha terlihat rapi dengan dres sebawah lutut , kemejan polos berwarna coksu . Di tutup dengan outvit berwana hitam , senada dengan warna roknya .


" Hem ,, untung masih ada sisa roti " . Jodha membuat sendwic , dari enam roti .


Dan menatanya di kotak bekalnya 2 , tak lupa . Ia menyiapkan teh panas dalam tablernya .


Sebelum pergi kerja , dia meminum sedikit teh yang di buatnya . Untuk menghangatkan perutnya , Jodha mengecek lagi perlengkapan yang akan di bawahnya kerja .


" Dompet ,tablet , Cacer , bekal sarapan , masker , hp , tissu , hensenitezer , note box mini + bolpoin dan mie cup " . Jodha mengabsen barang bawaannya .


Hari ini mungkin Jodha harus makan sendwic untuk sarapan . Dan mie cup d jam makan siang , untuk menghemat uang .


Jodha melakukannya tanpa rasa malu , dia cuek saja . Dengan apa yang akan di makan , di jam makan siangnya . Toh dengan begini . Uang makan siangnya bisa di belikan bensin .


" Ok " , semuanya sudah semua . Jodha membawa tas ransel mini berbahan kanvas . Ia selempangkan ke satu bahunya , dan mengambil sepatu kerjanya .


Jodha memang lebih suka tas ransel , ketimbang tas selempang atau jinjing . Baginya selain kapasitasnya , yang utama karena bisa menyeimbangkan beban di kedua bahu .


Di tempat parkir , Jodha memasukkan jas hujan yang di penjamnya kemarin . Dan jas hujannya sendiri , sebelumnya . Jodha telah memanasi motornya sebelum keberangkatannyan .


Ia sengaja memasukkan barang barang ini ke dalam Jok motornya . Ketimbang menarunya di dalam keranjang .


Jodha mengendari motornya dengan santai . Setelah hampir 45 menit dia sampai di bestman . Memarkirkan motornya dan berjalan santai masuk ke dalam kantor .


♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️♋️


" Pak Asep ,, itu kopi untuk siapa ? " , Mama Mira bertanya kepada pak Asep .


Saat melihat pak Asep menyiapkan 1 cangkir kopi lagi .


Pasalnya , meskipun mama Mira memiliki 4 anak 2 menantu . Tapi mereka tak tinggal di rumah ini .


Anak pertamannya Relli , sudah menikah dan tinggal bersama suaminya di Bandung . Anak ke-2 , Reni juga ikut sang suami . Anak ke - 3 , Reza , memilih tinggal dekat kampus . Di mana dia mengajar , sedang si bontot .


Renzil memilih tinggal di apartemen . Lebih di dekat kota , dekat dengan perusahannya .


" Tuan muda semalam pulang " , pak Asep melaporkan kepada sang majikan .


" Hem ?? " ,, Mira mengenyitkan alisnya .


"Tumben dia pulang , biasannya baru mau pulang kalo di telpon untuk pulang " _ Mama Mira .


" Pagi , mama ku yang cantik " . Renzil menyapa sang mama dan memberikan ke cupan di pipi .

__ADS_1


" Papa mana ma ? ", Renzil bertanya karena tumben sang mama sarapan sendirian .


" Papa mu , ada perjalan bisnis ke luar kota "_ Mama Mira .


" Tumben gak ikut , biasannya juga ngitilin papa kemana pun ?_ Renzil .


" Mama , lagi nungguin kakak mu Relli . Dia mau liburan sama anaknya di sini . Nanti sore datang mereka " , mama menjelaskan secara singkat .


" Ah ,, Soniy dan Sonya , si kembar ". Mendengar penuturan sang mama , Renzil tersenyum senang .


" Em ,, kamu tumben pulang ? "_ Mama Mira .


" Mama ini , anak pulang malah di gituin "_ Renzil .


" Ya ,, gak gitu , biasannyakan mesti di telpon dulu baru mau pulang "_ Renzil .


" Hem ,, gimana tu kabarnya Alsay ? " . Mama Mira mencoba memancing sang putra , agar mau berbicara tentang wanita .


" Alsay ?? ,, kok mama tanya dia ke aku . Aku mana tau ma , ucap Renzil sambil mengangkat bahunya " .


" Sudahlah sama dia aja , emangnya dia kurang apa sih nak ?? " .


" Kurang ,, bikin pensaran " , ucap Renzil singkat .


" Wala ,, bisa lama mama dapat mantu perempuannya kalo gini " .


" Hufff ,, bentar lagi kakak mu Reza menikah . Bakal sepi banget rumah ini " _ Mama Mira .


" Hahaha ,, mama mama ada ada aja . Rumah ini memang tiap hari sepi kali . Dan soal menikah Renzil udah punya pilihan . Gak usah kawatir dan lagi dalam proses " , Ucap Renzil tegas .


" Khemm " ,, Mira terbatuk karena tersedak mendengar ucapan anaknya .


" Benarkah ,,, siapa dia ? ", sang mama penasaran .


" Tenang ma , mama gak kenal dia . Jadi mama duduk dan lihat saja " . Jawab Renzil sanati tapi pasti .


Mendengar anaknya berbicara , membuat Mira tersenyum senang . Pasalnya sang anak yang pendiam dan minim expresi . Mengucapkan hal yang selama ini di nantinya .


Sungguh membahagiakan hati sang mama , Jika dia sudah berucap . Apapun yang terjadi Renzil pasti akan mewujudkannya .


Setelah sarapan mereka usai , Renzil pamit kepada sang mama untuk pergi ke kantor .


Dan kali ini sang asisten sudah siap mengatar . seperti rutinitas biasannya , yang menenjemput sang bos .

__ADS_1


__ADS_2