
setelah membersihkan tubuh nya dari keringat Zain pun bergegas memakai kemeja, celana panjang dan jas putih kebesaran milik nya yang telah di siapkan oleh zaila di atas kasur kemudian lelaki tampan tersebut berjalan menuju rak sepatu nya yang tak jauh dari kasur milik nya dan zaila .
" Mas cari apa ?" tanya zaila yang baru saja datang setelah selesai menyiapkan sarapan untuk sang suami .
" Sepatu mas yang hitam ada gak dek kok tinggal coklat sih ?" tanya Zain kepada sang istri lelaki itu tengah sibuk mencari cari dimana sepatu nya .
" Aduh maafin zaila . zaila gak tau kalau sepatu itu masih mas pakai jadi zaila kasih in mang Karmin deh. zaila kasian sepatu mang Karmin udah bolong bolong . " lirih zaila menunduk takut . Kemarin memang zaila sengaja memberikan sepatu hitam milik Zain ke satpam rumah nya karena zaila iba kepada satpam rumah nya itu bagaimana bisa satpam nya itu bekerja dengan sepatu yg sudah tak layak seperti itu.
" Gpp kok dek mas pakai yang coklat aja toh sama aja coklat ma hitam . " ucap Zain tersenyum maklum .
" Mas gak marah ?" tanya gadis itu sendu .
" Buat apa mas marah dek ? kamu gak salah kok .mas justru senang kamu perduli sama orang lain ." ucap Zain seraya memakai sepatu coklat nya .
" Makasih ya mas selalu ngerti ini zaila . " ucap Zaila tersenyum bahagia menatap sang suami .
" iya dek ... ya udah sarapan dulu yuk mas udah laper dan gak sabar pengen makan masakan istri ku . " ucap Zain tersenyum seraya menggandeng tangan zaila keluar dari kamarnya .
Zaila menatap pautan tangan itu dengan bahagia . Entah mengapa gadis itu senang saat melihat tangan mereka bersentuhan .
" Pagi pagi udah gandengan aja kayak truk . " sindir Zaidan yang melihat adik dan adik iparnya datang dengan bergandengan tangan .
" Biarin sirik aja kamu kak ." jawab zaila melepaskan gandengan tangan nya dan memilih duduk di samping Zain . sementara Zaidan lelaki itu hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah sang adik .
" Makanya kamu cepet cari pasangan biar ada yang gandeng dan ." ucap sang ibu membuat Zaidan langsung terdiam ia tak mau membahas tentang hal menyebalkan itu lagi. Baginya menikah itu tidaklah penting ia malas nantinya jika sudah menikah akan diatur atur dia tak suka akan hal itu .
" Mas mau makan sama apa ?" tanya zaila mengacuhkan respon sang kakak dan lebih memilih mengurusi suami nya .
" Terserah kamu dek . Apapun yang kamu siapin pasti mas makan . " ucap Zain tersenyum . tanpa menunggu lagi zaila mulai mengambilkan lauk pauk nasi dan sayur dengan telaten untuk Zain .
__ADS_1
Melihat itu sedikit membuat Faiz bahagia. Ia kira sang anak tak akan menerima Zain sebagai suami nya tapi ternyata dugaan nya salah .
sementara Zahara juga ikut tersenyum melihat kebahagiaan sang anak . Ia yakin Zain mampu membuat anak nya itu bahagia dan tersenyum setiap harinya .
" Makasih ya ..." ucap Zain tersenyum menatap sang istri . sedangkan istrinya itu hanya mengangguk dan kembali duduk menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri .
" Oh iya papa baru sadar pagi pagi begini kok kamu dah rapi aja sih Zain ?" tanya Faiz pada mantunya itu .
" Iya Zain dapat telvon tadi katanya pasien Zain masuk rumah sakit lagi dan kondisi nya kritis Zain harus segera kesana pagi ini untuk memeriksa kondisi nya . " ucap Zain berubah sendu ... ia teringat pasien kecil nya itu yang saat ini tengah berjuang melawan penyakitnya . karena terlalu kepikiran akhirnya Zain pun hanya memakan makanan nya sedikit saja .
" Mas kok makanan nya gak di abisin ?" tanya zaila yang melihat makanan suami nya masih tersisa banyak.
" Mas kepikiran sama pasien mas dek ...kasian dia masih kecil dan pasti gak ada yang ngejagain dia sekarang . " ucap Zain tersenyum getir .
" Memangnya orang tua anak itu kemana mas ?" tanya zaila lagi . saat ini tinggal mereka berdua di meja makan karena semua orang telah kembali dengan tugas nya masing masing .
" memang apa sakit nya ?" tanya zaila penasaran . Ia jadi ingin tau sakit apa yang di derita anak itu hingga Zain jadi sedih begitu .
" Kanker paru ....." lirih Zain yang membuat Zaila terkejut namun wanita itu lebih memilih meraih tangan suaminya dan mengelusnya pelan .
" Boleh zaila mampir ke rumah sakit nanti setelah zaila pemotretan ?" tanya zaila pada Zain .
" Tentu saja boleh dek ... nanti langsung tanya dimana ruangan ku ya ... " ucap Zain seraya membalas elusan tangan istrinya dengan pelan .
" Nanti zaila bawain makan siang sekalian ya mas , kita makan berdua nanti . " ucap zaila bahagia karena suami nya mengizinkan untuk datang kerumah sakit .
" Iya dek ... ya udah mas berangkat ya dek takutnya telat nanti . Kamu Hati hati ya nanti jangan kecapean . " ucap Zain seraya mengusap rambut sang istri dengan lembut .
" Iya mas pasti .... mas juga hati hati di jalan . "
__ADS_1
" Ya udah mas berangkat . asalamualaikum . " pamit Zain setelah mencium kening zaila pelan sementara zaila meraih tangan Zain dan mencium nya lembut .
Zain tersenyum dan beranjak dari sana sementara zaila terus menatap punggung sang suami yang semakin menjauh dan hilang di balik pintu .
" Mama seneng lihat kamu udah mau Nerima Zain sebagai suami kamu seutuhnya la... dan mama juga gak nyangka kamu udah ngerti tugas kamu sebagai istri . " ucap Zahara memegang pundak anak nya lembut .
Sebenarnya Zahara mengintip dari dapur tadi ia ingin tau sikap zaila saat tak ada dirinya dan Faiz ia kira zaila hanya berpura pura baik pada suami nya ketika ada dirinya dan Faiz ternya ia salah.
zaila terlihat telah menerima suaminya itu meski Zahara tau belum ada cinta di mata sang anak saat zaila memandang Zain.
" Mama ngagetin aja . " ucap zaila tersenyum memandang Zahara .
" kamu sih perhati in Zain sampai segitunya . oh iya ... gimana jatah Zain udah kamu kasih belum ?" tanya Zahara membuat pipi zaila memerah . gadis itu menggeleng pelan .
" Jangan di tunda tunda la... nanti kamu dosa loh ." ucap Zahara memperingati sang anak .
" Iya ma... " ucap zaila malu malu dan itu membuat Zahara menggeleng gelengkan kepala nya maklum . Ia jadi teringat masa lalu nya dengan Faiz mengingat itu Zahara jadi ikut tersenyum . dulu Zahara dan Faiz sama sama belum saling mengenal sama halnya dengan zaila dan Zain .
" Mama kenapa ikut senyum senyum . " tanya zaila memandang Zahara heran . Zahara tak menjawab dan lebih memilih kembali ke dapur dan itu membuat Zaila semakin heran namun gadis itu maklum mungkin ibunya mengenang masa lalunya dengan sang ayah .
....
..
...
***vote nya banyakin ya jangan lupa like .
tunggu episode selanjutnya*** .
__ADS_1