Jodoh Ditangan Allah

Jodoh Ditangan Allah
bab 28


__ADS_3

 


Setelah kepulangan nya dari rumah kedua orang tua nya bela tampak sendu . Gadis mungil itu menopang kedua tangan nya di atas dagu , wajah nya murung dan kedua matanya menatap kosong ke arah lantai lantai kamar baru nya .


 


Melihat itu Zaila pun mendekati bela di usap nya rambut anak itu lembut kemudian gadis cantik itu memilih duduk di samping sang anak .


" Bela kenapa murung , gak suka ya sama kamar baru kamu ?" tanya Zaila pelan . Sebenarnya zaila sudah tahu kalau sang anak sedang bersedih akibat perlakuan dari kedua orang tua kandung nya .


Tapi zaila lebih memilih untuk pura pura tak tahu karena ia tak mau membuat sang anak terus teringat akan kejadian tadi .


" Bagus bunda ,Bela sangat suka kamar baru Bela ." Ucap gadis kecil itu tersenyum riang menatap Zaila .


Bela memang tak berbohong bahwa ia memang menyukai kamar barunya yang tampak penuh dengan beberapa boneka dan mainan yang telah di siapkan Zain tadi pagi .


" Syukurlah kalau bela suka , Bunda seneng kalau Bela seneng ." ucap Zaila tulus .


" Terimakasih Bunda mau menyayangi anak penyakitan kayak zaila . " ucap Bela membuat Zaila mengeleng kan kepala nya perlahan tanda bahwa gadis itu tak setuju dengan perkataan Bela .


" Jangan bicara seperti itu sayang Bunda tulus kok menyayangi kamu bahkan Bunda sudah menganggap kamu seperti anak sendiri . " ucap Zaila memeluk Bela erat .


" Makasih Bunda ,Bela juga bakal menganggap bunda seperti ibu sendiri bahkan lebih dari itu . " ucapan bela membuat Zaila terharu , Baru kali ini ia merasa di cinta i dan disayangi oleh seorang anak .


"Bunda boleh Bela bertanya ?" tanya anak itu menatap mata Zaila lekat .


" Apa sayang ?" tanya Zaila lembut .


" Jika suatu hari Bunda memiliki anak lagi apa Bunda akan membenci Bela ?" tanya anak itu


" Sebelum bunda menjawab nya bunda ingin bertanya kenapa kamu berfikiran seperti itu ?" tanya Zaila ingin tahu isi pikiran anak angkat nya itu.


" Bela cuma takut bunda akan membenci Bela seperti bunda kandung bela ." ucap anak itu berubah wajah menjadi sendu .


" Maksud Kamu ?" tanya Zaila ingin tahu cerita bela lebih jelas lagi .


" Dulu sebelum bela punya adik , Bela begitu disayangi oleh ayah dan bunda saat itu Bela sudah sakit sakitan tapi mereka selalu ada buat bela , memberi bela semangat dan menemani bela kemana pun bela mau saat itu Bela merasa menjadi anak yang paling bahagia karena mempunyai orang tua seperti mereka walaupun bela sakit tapi setidak nya bela memiliki mereka yang sangat menyayangi bela tapi semua berubah .

__ADS_1


Saat adik bunda bela hamil lagi dan punya anak lagi yang lebih sempurna dari pada bela sikap mereka mulai berubah . mereka tak lagi menemani bela disaat saat bela sedang terbaring di rumah sakit . Hanya bibi lah yang menemani bela jangan kan datang menjenguk bela .telvon bela saja tidak ." cerita bela membuat Zaila meneteskan air mata nya .


" Bela sayang , Bunda janji bunda dan ayah tidak akan sama seperti mereka dan tolong kamu jangan bersedih lagi ya sayang. meski mereka tidak menyayangi kamu kan masih ada bunda dan ayah yang menyayangi mu jadi kamu gak perlu sedih lagi dan jangan pernah membenci mereka ya sayang karena bagaimanapun mereka adalah ibu dan ayah kandung kamu . " nasehat zaila seraya bercucuran air mata .


" Iya bunda . bunda juga jangan nangis lagi ya " ucap bela mengusap pipi zaila lembut .


Mendapat perlakuan seperti itu membuat hati zaila menghangat . beginilah rasanya disayangi oleh seorang anak rasa yang tak pernah dia dapatkan dari siapapun karena memang zaila baru merasakan nya .


....


....


....


....


....


Sudah Hampir 1 tahun berlalu bela di adopsi oleh keluarga zaila dan kini kondisi anak itu sudah membaik . Anak itu sudah mulai bisa berjalan lagi dan tentunya ia lebih bahagia tinggal di rumah zaila .


Karena disini ia merasa sangat disayanginya baik oleh Zain dan zaila atau dari Faiz dan zahara bahkan kedua kakak zaila pun ikut menyayangi nya dan menganggap nya seperti ponakan sendiri .


" Kakak antik boy boleh tanya gak ?" tanya anak Zaino menatap genit ke arah bela .


" Mau tanya apa dek ?" tanya bela tersenyum ramah anak itu tampak menyambut baik ke dua saudara nya .


" Kakak dah unya acar ya oleh Ndak boy jadi acar akak antik ?" tanya anak itu membuat bela terkikik . Meski usianya masih anak anak namun bela sudah mengerti apa itu arti pacaran yang dibicarakan oleh boy .


" Ndak boleh boy anak kecil gak boleh pacaran " ucap bela menasehati .


" Ata capa ?" tanaya boy dengan mata bulat nya memandang bela dengan polos nya .


" Kata bunda sama ayah " jawab bela kemudian kembali sibuk dengan boneka pemberian Zain .


" Tapi boy ngen Adi acar akak antik ." boy mulai merengek dan itu membuat Zaino menggelengkan kepala nya melihat kelakuan sang anak .


" Aduh anak papa ini masih kecil kok bahas nya udah pacar pacaran dan kamu tuh ya tau banget mana orang cantik mana yang enggak . " ucap Zaino terkikik kemudian menggendong sang anak di pundak nya sementara boy terus merengek .

__ADS_1


" ya kan itu keturunan mu mas " ucap sang istri membuat Zaino menggaruk tengkuknya perlahan .


" Bunda ... dedek nya belepotan ." ucap bela menunjuk anak Zaidan yang telah belepotan kareana coklat di tangan nya.


" Ya ampun sini Tante lap sayang ." ucap Zaila mendekati balita yang berada di samping bela kini namun saat zaila tengah sibuk mengelap bekas coklat itu . Bau dari coklat itu membuat Zaila tak tahan hingga ia berlari ke dapur dan memuntah kan segala isi makanan nya ke wastafel .


Zain yang melihat istrinya berlari pun segera menyusul sang istri dan memijat tengkuk istri nya perlahan .


" Kamu kenapa sayang ?" tanya Zain pada zaila .


" Gak tau mas tiba tiba aku mual nyium bau coklat . " ucap Zaila membuat Zain teringat sesuatu .


" Kamu udah telat belum ?" tanya Zain berusaha meyakinkan apa yang ia pikirkan .


" sudah satu Minggu lebih mas ,emang kenapa ?" tanya Zaila masih tak paham maksud perkataan Zain .


" Jangan jangan kamu hamil . " ucap Zain membuat Zaila terdiam . memang benar ia telat datang bulan . bulan ini biasanya tamu bulanan nya tak pernah telat . Mengingat itu hati zaila sedikit menghangat jika benar ia benar hamil maka ia akan sangat bahagia .


" bunda kenapa ?" tanya bela yang ikut kawatir akan keadaan zaila .


" Gak papa sayang mungkin sebentar lagi kamu bakal punya adik ." ucap Zain tersenyum bahagia . Bela hanya tersenyum kecil ia tak tau harus bahagia atau tidak karena ia takut bunda dan ayah nya akan melupakan janji nya untuk selalu menyayangi nya .


.....


....


..


..


.


..


..


***aduh aku pengen cepet cepet namatin cerita ini karena aku kurang srek Sama cerita ini entah kenapa

__ADS_1


tolong kasih author ide ide yang bagus buat cerita ini atau kalian mau riques cerita baru juga boleh


yang penting jangan lupa like dan vote nya ya*** .....


__ADS_2