Jodoh Ditangan Allah

Jodoh Ditangan Allah
bab 20


__ADS_3

 


Gadis berkerudung biru itu tampak terkejut setelah mendengar penuturan sang umi kala dirinya tengah masak makan siang bersama ibunya itu.


 


" Maksud umi apa jadi yang hamilin maira udah meninggal lalu bagaimana dengan nasib anak ini mi ... apa mas Zain mau menggantikan posisi ayah dari anak ini ?, anak ini masih butuh kasih sayang seorang ayah mi...." ucap maira mengusap lembut perut datar nya .


" Ibu belum tahu nak tapi yang pasti Abi mu meminta hal yang seharusnya tidak ia minta pada Zain ." ucap mona pada sang anak .


" maksud umi ?" tanya maira bingung .


" Ayah mu meminta balas Budi atas jasa nya mengasuh Zain dengan cara menikahi kamu dan karena Zain gak mau berhutang Budi akhirnya Zain setuju . " ucap mona sedikit membuat maira senang tapi juga sedih ia tau Zain pasti terluka dengan keputusan ayah nya itu.


" Maaf gara gara maira hubungan umi Abi dan mas Zain jadi berantakan . " ucap maira merasa bersalah.


" Kita tidak punya pilihan lain nak . Mana ada laki laki yang mau Nerima kamu dan anak dalam kandungan mu itu dengan tulus kecuali mas mu sendiri . " ucap mona sendu .


Sebenarnya Mona merasa bersalah pada Zain dan zaila gara gara ia dan sang suami Zaila harus berbagi suami dengan sang anak .


Mona juga sedih mengingat mungkin sang anak akan benci dan marah terhadap nya dan sang suami akibat keputusan yang mereka ambil .


" Hari ini Zain akan datang bersama keluarga zaila untuk membicarakan masalah ini . " ucap mona membuat maira tersenyum senang . ia tak menyangka dirinya akan menikah dengan orang yang ia cintai sejak kecil. meski harus jadi istri kedua maira pun tak masalah yang penting ia bisa bersama Zain selamanya .


" jam berapa mereka datang ?" tanya maira antusias .


" Nanti malam . udah sana kamu istirahat dulu dari tadi kamu udah bantuin umi masak kamu pasti capek . orang hamil gak boleh terlalu capek ." ucap mona mendapat anggukan dari maira . gadis itu berjalan riang menuju kamar nya hatinya sangat berbunga bunga . dan itu membuat Mona menatap sendu kepergian sang anak .


" Semoga saja keputusan ku benar ." ucap ibu setengah baya itu sendu .

__ADS_1


sementara itu di ruang tengah rumah keluarga Faiz lelaki itu tengah menatap tv dengan pandangan kosong sorot matanya mengarah ke tv namun fikiran lelaki itu berkelana kemana mana .


" Kalau kamu ragu mending kita batalkan saja acara nanti malam . " ucap Faiz duduk di samping Zaidan . lelaki itu mengerti fikiran sang anak . Zaidan menatap Faiz dengan pandangan bertanya .


" Dulu papa juga tidak mengenal mama kamu sebelum papa menikahi mama mu ." ucap Faiz tersenyum lembut . meski telat tua namun wajah Faiz masih terlihat muda tak ada kerutan sama sekali di wajah lelaki itu.


" papa di jodohin gitu sama mama ?" tanya Zaidan penasaran .


" Bukan tapi kita yang di dekat kan oleh Allah . " ucap Faiz menepuk pundak sang anak .


" Maksud papa apa ?" tanya Zaidan bingung . Selalu seperti itu Zaidan selalu tak mengerti perkataan ayah nya yang sifat nya ambigu .


" Papa dulu bingung cari calon istri suatu ketika papa minta petunjuk sama Allah dan alhamdulilah nya allah beri petunjuk sama papa kalau jodoh papa itu seorang perempuan bernama Zahara dan itu adalah nama anak dari rekan bisnis papa . tanpa menunggu lama papa datang ke rumah nya untuk melamar mama kamu . saat itu papa belum mengetahui muka mama kamu yang cantik itu karena mama kamu gak mau ketemu papa sebelum akad . akhirnya papa pun gak tau muka calon istri papa seperti apa yang pasti papa yakin mama kamu orang yang baik karena mama kamu adalah jodoh yang dipilihkan Allah untuk papa . " ucap Faiz membuat Zaidan tersenyum .....


" Papa memang selalu bisa buat Zaidan kagum . " ucap Zaidan tersenyum lembut .


" Kalau kamu ragu jangan teruskan tapi kalau kamu sudah yakin akan keputusan kamu maka lanjut kan . mama dan papa akan dukung apapun keputusan kamu . mama papa tau kalau niat kamu itu baik . " ucap Faiz berdiri dari duduknya ditepuknya pundak Zaidan pelan kemudian laki laki setengah baya itu pergi dengan senyum di wajahnya .


" Aku jadi merasa bersalah sama kak Zaidan " ucap zaila menatap sendu sang kakak dari kejauhan . Zain tersenyum mendengar itu di tarik nya tangan sang istri lembut di genggam nya tangan itu erat seakan tak mau melepaskan nya .


" Maafin mas ini semua salah mas gara gara keluarga mas kamu dan keluarga mu jadi harus menderita seperti ini . " ucap Zain tersenyum kecut . Laki laki itu sadar betapa ia sangat menyusahkan keluarga zaila .


"jangan bilang begitu mas .. ini semua sudah suratan takdir.kita tak memaksa kak Zaidan untuk menikahi maira dia sendiri lah yang setuju untuk hal itu meski zaila tau itu semua dilakukan untuk zaila tapi zaila yakin kak Zaidan sudah memikirkan semua nya . " ucap Zaila tersenyum meyakinkan Zain .


" Semoga saja kak Zaidan bisa menerima maira apa adanya ."


" amiin mas... zaila juga berharap begitu . zaila senang jika suatu saat kak Zaidan bisa menerima maira apa adanya termasuk bayi di dalam kandungan maira . oh iya mas rencananya nanti malam jam berapa ?" tanya Zaila menatap sang suami .


" abis Isyak sayang . tapi mas belum ngomong sama Abi dan umi kalau kak Zaidan yang bakal ganti in posisi ku buat nikahin maira . "

__ADS_1


" Kenapa belum ngomong mas nanti kalau Abi dan umi gak setuju bagaimana , kak Zaidan pasti bakal marah seandainya itu terjadi . " ucap Zaila kawatir .


" Kamu tenang saja sayang mereka pasti setuju karena mereka gak punya pilihan lain selain menerima mas Zaidan karena mas gak akan pernah bisa nikah sama maira ... bagi mas gak akan pernah ada wanita lain di hidup dan hati mas selain kamu sayang karena kamu adalah hidup dan hatiku . " ucap Zain tersenyum lembut .


" Sejak kapan mas belajar menggombal seperti itu ... dan siapa yang mengajari mas " ucap zaila tersenyum malu pipi gadis itu sudah memerah ...


" Sejak mas mempunyai istri secantik kamu sayang dan soal belajar ...." belum sempat Zain melanjutkan kata kata nya Zaino yang kebetulan lewat menyahut .


"tentu saja dari kakak mu yang tampan ini ." ucap Zaino berlalu begitu saja .


" Sejak kapan kak Zaino pulang ...?" tanya Zaila menatap Zain penuh tanya .


" Tadi malam tapi mas zaino datang sendiri katanya lagi berantem sama istri nya dia di usir dari rumah . " ucap Zain membuat Zaila janggut manggut mengerti .


....


....


....


...


***jangan lupa like dan vote


tunggu kelanjutannya ya ....


author berusaha up ....


jadi mohon dukungan dari kalian

__ADS_1


dan terimakasih buat yang masih setia sama cerita ini*** .


__ADS_2