Jodoh Ditangan Allah

Jodoh Ditangan Allah
bab 11


__ADS_3

 


Setelah mendapat izin dari sang suami untuk melanjutkan cita cita nya kini zaila tak ragu lagi untuk mengambil tawaran pemotretan dari sang manager.


 


Seperti saat ini gadis itu tengah tersenyum dan berpose di depan kamera dengan gaun panjang . Kali ini iya melakukan pemotretan untuk sebuah iklan parfum .


Rambut gadis itu tergerai panjang dan hitam , tak lupa riasan tipis menghiasi wajah nya meski tipis namun sudah membuat gadis itu cantik luar biasa .


" Ukey ... bagus zaila. kali ini pemotretan udah selesai . " ucap sang fotografer pada gadis itu ,Dengan riang zaila tersenyum . Hari ini pemotretan berjalan cukup lancar dan itu membuat nya senang .


Disaat zaila hendak menuju ruang ganti tiba tiba pintu ruangan pemotretan tersebut terbuka . Nampak seorang lelaki tengah berjalan bergandengan dengan kekasih barunya .


Mereka tampak mesra seakan saling mencintai dan itu membuat hati zaila sedikit merasakan sakit . Mengingat penghianatan yang mereka lakukan di belakang nya .


Pasangan kekasih itu mendekat menghampiri zaila tak lupa dengan senyum bahagia mereka membuat senyum diwajah zaila luntur seketika .


Tangan gaadis itu mengepal seakan menahan semua emosi yang terkumpul di pikiran nya .Namun ia berusaha untuk tidak menangis ia berusaha tegar menghadapi semua .


" Gak nyangka ya sayang kita ketemu mantan kamu disini . " sindir Sintia seraya menatap remeh ke arah Zaila . sedangkan Brayen pria itu hanya diam menatap zaila dengan pandangan sendu .


" Iya saya juga tidak menyangka bisa bertemu teman baik ku disini . Iya kan Sintia ?" ucap Zaila menatap Sintia remeh . Sahabat yang mengkhianati nya itu hanya memutar bola matanya malas .


" Oh iya sebentar lagi aku dan Brayen bakal tunangan Dateng ya .." ucap Sintia memberikan selembar undangan kepada Zaila . Awalnya Zaila ragu menerima undangan itu ia takut tak sanggup jika harus melihat Brayen dan Sintia nantinya .


Namun gadis itu tak mau terlihat menyedihkan di hadapan orang yang telah menyakiti nya . Zaila pun tersenyum dan menerima undangan itu dengan senyum palsu nya .


" Gue pasti Dateng kok loe tenang aja ." ucap Zaila yang membuat Brayen menatap tak percaya akan respon yang Zaila berikan . Ia fikir gadis itu akan marah dan bersedih tapi yang ia dapati justru malah sebaliknya .


" Syukur deh kalau gitu . " ucap Sintia


" Udah gitu aja kan ? kalau udah gue mau pergi masih banyak hal penting yang harus gue urus dan tentunya itu lebih penting dari hal remeh kayak gini . " ucap Zaila dan berlalu pergi meninggalkan Sintia yang saat ini tengah emosi karena perkataan zaila tadi .

__ADS_1


.....


...


...


Sesuai janjinya pada sang suami Zaila pun melakukan mobil miliknya ke rumah sakit tempat dimana sang suami bertugas .


Di tatapnya bekal yang telah ia siapkan sebelum ke pemotretan tadi dengan senyuman ia tak sabar memakan masakan nya itu bersama sang suami .


Setidaknya ia merasa bahagia meskipun hatinya masih terasa sakit mengingat kejadian di lokasi pemotretan tadi .


Lama Zaila menyetir akhirnya Zaila pun sampai di rumah sakit tempat dimana suami nya bekerja .


Zaila baru pertama kali ketempat ini dan pandangan yang pertama kali ia lihat adalah banyak nya orang berlalu lalang . Dengan perlahan gadis itu berlalu menuju ruangan sang suami .


Karena ini baru pertama kali ia datang dan belum tau dimana letak ruangan sang suami akhirnya Zaila putukan untuk bertanya pada salah satu suster disana .


" Maaf sus ruangan Dokter Zain dimana ya ?" tanya Zaila tersenyum ramah .


Diketok nya pintu ruangan tersebut dengan pelan . tak lama terdengar suara Zain yang mempersilakan untuk masuk ke ruangan nya .


Disana ia melihat sang suami yang sibuk dengan beberapa kertas di tangan nya . Zaila tersenyum menghampiri suaminya itu kemudian duduk di depan nya .


" Asalamualaikum mas " sapa Zaila membuat Zain seketika menatap orang di depan nya dengan senyum .


" Walaikumsalam dek ..."


" Mas masih sibuk ya ?" tanya Zaila tersenyum pada sang suami .


" Enggak kok sayang , ini cuma tinggal ngecek Kin aja nanti . " ucap Zain meletakan beberapa kertas ditangan nya ke atas meja .


" Oh iya istri ku bawa apa itu kok banyak banget . " ucap Zain berbinar menatap rantang Zaila .

__ADS_1


" Makan siang mas kan tadi zaila janji bawa in makan siang buat mas . ini zaila masak sendiri loh ." ucap gadis itu mulai menyiapkan makanan yang dibawanya ke atas meja .


" Pasti enak . " ucap zain tak sabar menyantap makanan yang dimasak istrinya itu . dengan telaten zaila menyiapkan semuanya setelah siap mereka berdua pun mulai menyantap makanan itu hingga habis tak tersisa .


" Oh iya mas katanya aku boleh ketemu sama pasien yang kamu cerita in tadi pagi ?" tanya Zaila seraya membersihkan rantang rantang itu dari meja sang suami .


" Boleh aja sayang nanti kita tengokin dia ya cuma dari luar aja karena kondisi nya belum setabil." ucap Zain mengusap rambut hitam zaila .


" Oh iya gimana tadi pemotretan nya lancar gak ?" tanya Zain seketika membuat Zaila tersentak . Wajah gadis itu berubah sendu mengingat kejadian tadi .


" Kenapa dek ?" tanya Zain mengusap tangan zaila lembut ia tau sang istri sedang tidak dalam keadaan baik .


" Gpp kok mas hanya masalah kecil . " ucap Zaila berbohong ia tak ingin sang suami mengetahui bahwa hatinya masih untuk orang lain .


" Ukey gpp kalau kamu belum mau cerita sama mas . Tapi dek kita ini suami istri kalau ada masalah apapun itu kita harus saling berbagi . " ucap Zain menasehati zaila .


" Maaf mas zaila belum siap cerita sekarang tapi zaila janji secepatnya zaila bakal cerita sama mas . " ucap Zaila jujur . Sebenarnya bukan karena tak siap tapi ia takut sang suami bakal marah karena zaila masih memiliki perasaan terhadap mantan pacar nya .


" Mas bakal tunggu kapanpun itu dek ." ucap Zain sedikit kecewa tapi ia berusaha mengerti mungkin sang istri belum percaya sepenuhnya terhadap dirinya .


" Makasih ya mas dah ngerti in aku . oh iya tadi Zaila dapet undangan pertunangan dari temen zaila kira kira mas bisa gak nemenin Zaila Dateng ke acara itu ?" tanya Zaila


" Kapan acaranya sayang ?" tanya Zain seraya mengecek jadwal nya .


" Satu Minggu lagi mas , mas bisa kan ?" tanya Zaila menatap Zain penuh harap .


" Bisa kok dek kebetulan satu Minggu lagi mas dapet libur . " ucap Zain membuat Zaila bahagia karena ia tak akan sendiri menghadiri pertunangan Brayen ia ingin buktikan pada Sintia dan Brayen bahwa dirinya sudah move on meski belum sepenuhnya .


....


....


...

__ADS_1


Segini dulu ya ...lagi mager banget akunya ...


like yang banyak jangan lupa vote . terimakasih


__ADS_2