Jodoh Ditangan Allah

Jodoh Ditangan Allah
bab 29


__ADS_3

Sejak kehamilan nya zaila menjadi orang yang malas karena rasa mual yang terus melanda membuat nya jadi lemas dan ogah ogahan melakukan sesuatu . Meski begitu zaila tak pernah mengeluh ia sangat bahagia dan menikmati kehamilan nya .


Bela pun yang awalnya murung akibat kehamilan nya kini mulai menerima . Tak sia sia zaila memberikan penjelasan pada sang anak bahwa ia akan tetap menyayangi bela meski ia memiliki anak kandungnya sendiri.


Bela pun juga tak sabar menunggu kehadiran adik nya . Setiap hari dia terus bertanya kapan adik nya akan lahir dan kapan ia akan bertemu dan mengajak main adik nya .


Ia juga bertanya tanya apa jenis kelamin adik nya , tentu saja zaila tak bisa menjawab karena kandungan zaila masih berumur 3 bulan . mengingat itu membuat Zaila tersenyum


" Bunda ..." panggil Bela membuat Zaila mengalihkan pandangan nya ke arah nya .


" Ada apa sayang ?" tanya Zaila lembut. Bela menaiki kasur yang di duduki bela kemudian anak itu mendekat ke arah bela dan mengusap rambut nya sendiri.


" Lihat rambut bela basah " ucap anak itu mengadu pada zaila .


" Kok bisa ?" tanya Zaila pada sang anak .


" Gara gara ayah " ucap Bela cemberut dan membuat Zaila mengerutkan dahinya tak paham .


" Emang ayah ngapain ?" tanya Zaila lagi .


" Tadi Bela di ajakin nyuci mobil ayah tapi ayah malah nyipratin air ke badan Bela jadinya bela basah semua . " ucap anak itu kesal karena kejahilan Zain .


" Uh... kasian sekali anak bunda . ya udah nanti ayah biar bunda marahin sekarang kamu ganti baju gih terus nanti rambut kamu biar bunda sisirin . " perintah zaila membuat Bela mengangguk setuju dan berlari menuju kamar nya .


Rasa mual itu mulai datang lagi zaila segera berlari dan memuntahkan isi perutnya ke dalam wastafel . Zain yang kebetulan baru saja datang dan mendengar suara muntahan sang istri pun segera menyusul istri nya dan memijat lembut tengkuk sang istri .


" Sayang kamu GPP kan ?" tanya Zain kawatir dan tak tega melihat kondisi zaila yang terlihat lemas sehabis muntah .


" GPP mas cuma lemes aja ." ucap Zaila tersenyum tipis . wajah gadis itu tampak memucat . Zaila ingin berlalu meninggalkan kamar mandi itu namun rasa lemas masih melanda tubuh nya .


Melihat itu tanpa aba aba Zain pun langsung menggendong sang istri dan membawa nya ke atas kasur .


" Mas tau banget kalau zaila lagi lemes gak bisa jalan ." ucap Zaila membuat Zain tersenyum di kecup nya kening sang istri lembut .


" Mas kan belahan hati kamu jadi apapun yang kamu rasakan mas pasti tahu . " ucap Zain membuat pipi zaila bersemu merah gadis itu masih saja malu .


Padahal setiap waktu Zain selalu menggoda nya dengan kata kata manis seperti itu . Setiap saat setiap waktu Zain selalu memperhatikan nya .

__ADS_1


" Mas bisa aja . " ucap Zaila membuat Zain terkekeh .


" Tentu saja mas bisa mas kan suami mu .." ucap Zain lagi .


" Iya mas paling bisa deh udah ah jangan godain zaila terus zaila mau istirahat kepala zaila pusing terus dari tadi . " ucap Zaila membuat Zain mengangguk paham .


Lelaki tampan itu pun segera meraih selimut di samping zaila dan menyelimuti sang istri kemudian di kecup nya kening sang istri lembut .


" Selamat tidur sayang ... semoga cepat baikan " ucap Zain di balas anggukan kecil dari zaila .


....


....


...


...


..


Namun bela hanya melengos Karena anak itu masih kesal dengan perbuatan jahil Zain terhadap nya . Zain yang mengerti kekesalan sang anak pun segera berjongkok di depan anak nya dan meraih tangan anak nya lembut .


" Masih marah ya ?" tanya Zain membuat bela menatap Zain dengan pandangan sinis .


" Ayah pikir . " ucap Bela jutek .


" Maafin ayah deh , ayah tau ayah salah kamu pasti kesel banget sama ayah ya ...ayah janji deh gak bakal ngulangin lagi . " ucap Zain menggenggam tangan bela erat .


" Ayah ngomong gitu terus tapi tetep aja jahilin Bela terus . " ucap bela kesal pasalnya Zain selalu menjahili nya kapan pun Zain mau .


" Em terus ayah harus gimana biar kamu mau maafin ayah dong ?" tanya Zain dengan wajah yang sengaja ia buat melas .


" Beli in ice cream " ucap bela membuat Zain terkekeh ia sangat tau jika bela marah pasti pada akhirnya anak itu akan meminta untuk di belikan ice cream .


" Ukey ayo kita beli sekarang . " ucap Zain hendak menggendong bela ke pundak nya namun gadis itu menolak .


" Kenapa ?" tanya Zain heran

__ADS_1


" Bunda mana ayah rambut bela belum disisirin katanya tadi bunda mau sisirin aku . " ucap bela membuat Zain paham akan maksud anak itu .


" Bunda nya lagi gak enak badan sayang , biar ayah aja ya yang sisirin." bujuk Zain harap harap bela mengerti akan kondisi zaila yang saat ini tidak memungkin kan untuk menuruti kemauan anak itu .


Bela yang kebetulan paham bahwa kondisi sang bunda akhir akhir ini sering ngedrop pun hanya bisa menyampingkan keinginan nya .


" Ukey tapi nanti kuncir dua ya . " ucap Bela menyetujui


Zain hanya bisa terkekeh ia tau sang anak sangat menyukai saat rambut nya di kuncir dua . alasan anak itu setiap kali di tanya kenapa ia suka di kuncir dua adalah ia akan terlihat sangat cantik dan imut ketika di kuncir dua dan itu membuat semua tertawa mendengar alasan anak itu yang sangat PD .


" Ukey ayo . " ucap Zain kemudian menggendong sang anak menuju kamar nya lagi . diduduk kan nya sang anak di meja rias milik bela kemudia di raih nya sisir yang tergeletak di sana dan mulai menyisiri rambut bela lembut .


" Nanti bela mau beli ice cream dimana ?" tanya Zain sambil menyisiri rambut anak nya itu .


" Di dekat taman ayah kata temen aku disana ice cream nya sangat enak ada berbagai macam rasa bela kan belum pernah ke sana . " ucap bela membuat Zain tersenyum .


" Ukey nanti kita kesana . "


" Bela bahagia banget ayah dan bunda tetap menyayangi bela meski kalian akan memiliki anak lagi . " ucap bela membuat Zain menghentikan aktivitas nya dan mengecup pipi gembul bela pelan .


" Ayah juga bahagia punya anak sedewasa kamu . meski kamu bukan anak kandung ayah dan bunda tapi ayah dan bunda akan selalu menyayangi kamu meski kami memiliki anak lagi jadi kamu gak perlu kawatir ya sayang . " ucap Zain membuat bela tersenyum senang dan mengangguk . keduanya pun kembali sibuk dengan aktivitas masing masing .


.....


...


...


...


...


....


***Pengumuman buta kalian para pembaca karena author udah gak mood jadi author memutuskan untuk mengakhiri cerita ini di episode selanjutnya mohon maaf karena memang author udah gak ada fill sama sekali sama cerita ini .


sekian terimakasih***

__ADS_1


__ADS_2