
Dikamar
Setelah melaksanakan shalat isya nur merebahkan tubuhnya diatas kasur. Entah tak tau kenapa hari ini sangat sedih ia sangat merindukan sosok seorang ayah dalam hidupnya,begitu sesak yang ia rasakan apa bila merbicara dan membahas tentang sosok seorang ayah yang bahkan belum ia lihat. Nur tidak pernah sekalipun berbicara pada ibunya bahwa ia sangat merindukan ayahnya ia pun tidak pernah bertanya pada ibunya seperti apa sosok ayahnya itu.
Bagi seorang perempuan ayah adalah cinta pertamanya tapi bagaimana dengan wanita yang dibesarkan tanpa kehadiran seorang ayah ? ia hanya bisa melihat fto ayahnya yang terdapat di album pernikahan orang tua mereka,ia selalu menangis jika melihat ftonya tapi ia juga tidak pernah absen untuk mendokaan ayahnya.
Tanpa hadirnya seorang ayah ia menjadi wanita yang kuat dan ceria. Ia didik menjadi wanita yang mandiri dan sederhana,orang tuanya selalu mengajarkanya untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan.
" Ayah, ialah sosok hebat yang tak kenal lelah. Bekerja banting tulang demi keluarganya. Lelaki kuat yang menjadi sandaran di tengah rapuhnya seorang wanita. Seorang ayah juga menjadi cinta pertama bagi anak perempuannya, yang mampu mengerti perasaan putrinya tanpa harus dijelaskan"
itulah yang Nur pikirkan,tapi kenyataanya sang Ibulah yang melakukan itu semua sehingga nur selalu berusaha ingin membanggakan orang tua dan keluarganya. Tapi bagai manapun ia harus bersyukur karna memiliki dua bidadari yang selalu ada di sampinya yang selalu mendukung semua keputusanya.
" Ayah mu meninggal karena sakit Deman berdarah,beliau sebelum meninggal sempat menggedong nur " itu yang ibunya katakan
nur hanya terdiam sembari mendengarkan cerita ibunya itu. Tapi dadanya merasa sangat sesak apa bila ibunya menceritakan ayahnya dan ia pun tidak pernah meresponnya,karna jika ia berbicara tidak akan kuat untuk menahan air matanya.
Dalam pandangannya Ayah itu hanya sebuah nama dan sampai kapan pun ia tetap akan memanggilny.
Jika diminta mendeskripsikan ia bingun harus mendeskripsikan apa dari kata Ayah karna begitu buram ia melihatnya.
Ibu dan nenek nya tidak pernah ingin menikah lagi karna bagi mereka kebahagian cucunya lah nomor 1, ibu nur fokus menyekolahkan nur.
Didapur
Nur sedang membantu nenek membuat ketupat
" Nur kapan kamu mulai mos ? " tanya ibu
__ADS_1
" minggu depan mah nur mos dan nur berangkat jam 5 dari rumah karna mos mulai jam 6 " jelas nur
" pagi sekali berangakatnya dengam siapa nak ? " kaget ibu
" dengan teman yang lain bu ada salsa kok,nanti ibu antar kan nur ajah sampe depan, nanti nur pake angkot kesanya " jelasnya
" memangnya angkutan umum jam segitu udah ada ? " tanya ibu
" insyallah ada bu " balas nur
setelah peebincangan mereka nur pun membuka handphone nya untuk berkabar pada salsa
SALSA
N : " Assalamuallaikum "
N :" Sal,kamu senin berangkat bareng aku kan ? "
S : " Pastinya dong,kira kira otw jam bepara yah ? "
N : " aku sih dari rumah mau berangkat jam 5,paling sampe kedepan jam lebih 10 "
S : " Gila pagi bener dah gk sekalian jam 3 ajh nur "
N: " kamu ini yah ada ajh yah,terserahlah klo mau bareng ayo gk juga gk papa "
S : " ihhh marah ajh daaa "
__ADS_1
N : " Bodo ahhh,lagi gk mood becanda "
S : " iya deh iya, barng udah ahhh mau lanjut tidur "
N : " kamu yah mau maghrib malah tidur,gk boleh sal nanti kebablasan loh 😁"
S : " kebablasan apa ? 😡"
N : " Kebablasan gk shalat maghrib maksudnya "
S : " Kamu yah bikin emosi balik "
N : " santai jangan marah ✌,udah ah assalamuallaikum "
S : " uuuhhh dasar kabur gitu ajh , waalikumsalam " .
Nur pun langsung menyimpan kembali ponselnya dan melanjutkan kegiatan seperti biasa. Kini ada waktu 1 minggu untuk membantu neneknya berjualan dan itu menghemat uang sakunya .
• Bersambung •
•••••○○○•••••
Terimakasih sudah mampir,minta dukunganya dengan cara vout
like dan komentarnya yaaa
sekali lagi terimakasih,semoga senang dengan novelnya 🙂
__ADS_1