Jodoh Ditangan Allah

Jodoh Ditangan Allah
bab 27


__ADS_3

 


Seperti yang dijanjikan oleh Zain kepada bela tadi pagi ia pun membawa bela kerumah nya disana bela dikenal kan ke orang tua zaila .


Gadis itu terduduk di kursi roda karena kaki nya masih lemas hanya sekedar untuk berdiri. Faiz dan zahara tampak senang dan antusias atas kedatangan anak itu .


Mungkin karena mereka berdua sangat menginginkan cucu dari anak anak nya , Zaino memang telah memberi mereka cucu tapi mereka jauh tinggal di luar negri .


sedangkan Zaidan istri nya masih mengandung jadi Faiz sangat kesepian karena jauh dari cucu cucunya oleh karena itu kedatangan bela sangat menghibur nya dari kesepian .


" Siapa nama kamu cantik ?" tanya Faiz ketika bela baru saja tiba di kediaman nya .


lelaki setengah baya itu berjongkok agar sejajar dengan bela matanya menatap penuh kelembutan pada anak kecil di depan nya .


" Nama aku bela opa ." ucap bela sedikit menunduk mungkin karena takut karena ia baru pertama kali bertemu dengan Faiz .


" Nama yang cantik seperti orang nya . " ucap Faiz membuat bela menatap Faiz antusias .


" Benarkah bela cantik ?, tapi percuma cantik kalau sakit sakitan " ucap bela sendu . Zahara merasa iba mendengar kata kata anak yang masih kecil itu .


Dasarnya memang Zahara memiliki hati yang lembut akhirnya Zahara pun mendekat dan berjongkok di samping sang suami . Di tatapnya mata bela lembut , senyum ramah ia persembahkan untuk gadis kecil di depan nya .


" Bela sayang ..sakit itu datang nya dari Allah , bela diberi sakit itu artinya Allah sayang sama bela karena dengan sakit bela menjadi anak yang istimewa bukan hanya cantik saja ." ucap Zahara membuat bela menatap Zahra dengan pandangan polos nya .


" Benarkah .... ?" tanya bela menatap Zahara dalam .


" Tentu sayang ." ucap Zahara mengusap lembut rambut bela . sedangkan bela hanya tersenyum dan memeluk leher Zahara erat .


" Oma cantik baik lagi baru kali ini ada yang ngomong kayak gitu sama bela ." ucap gadis itu membuat Zahara terkekeh kecil .


" Kamu bisa saja buat Oma mu ini besar kepala nak , Oma sudah tua mana mungkin masih cantik yang cantik itu ya kamu sama mama kamu itu " ucap Zahara membuat Faiz ikut terkekeh pelan .


" Sudah sudah ngobrol nya nanti aja ya ma pa aku mau mandi in sama dandani bela dulu soal nya mau ke rumah ayah dan bunda nya bela , mau minta izin buat adopsi bela ." ucap Zaila membuat Zahara dan Faiz berdiri dari jongkok nya dan mempersilakan sang anak berlalu ke kamar milik nya di ikuti Zain di belakang nya .


di kamar milik nya zaila mulai mempersiapkan baju untuk nya untuk Zain dan untuk bela di atas kasur setelah itu ia memandikan bela dengan telaten kemudian ia membawa bela ke depan cermin dan mulai menyusuri anak itu dengan lembut .


" Bunda zaila ....bela mau di kuncir dua kan ?" tanya bela saat zaila menyisiri rambut nya .


" Iya sayang ." jawab zaila dengan senyum manis nya .

__ADS_1


" yes pasti bunda ku seneng nanti lihat rambut ku di kuncir dua ." ucap bela membuat Zahara tersenyum masam karena gadis itu tak yakin dengan respon yang akan di berikan oleh ibu kandung bela karena nyatanya saat di rumah sakit pun ibu kandung bela sama sekali tak menjenguk nya .


" Semoga saja begitu ." lirih zaila membalas ucapan bela .


....


....


...


...


....


...


...


...


...


..


Pandangan pertama kali membuat Zaila terluka bagaimana tidak terluka ia melihat seorang ibu tengah menyuapi anak nya dengan penuh kasih sayang .


Anak itu kira kira 2 tahun lebih muda dari bela . dan anak itu tak lain dan tak bukan adalah adik dari bela .


sedikit sedikit zaila mulai paham sekarang bahwa ibu kandung bela lebih menyayangi adik bela terlihat dari sikap nya saat menyuapi anak itu .


Melihat itu Zaila menatap bela yang nampak diam memperhatikan sang adik dan bunda nya . Zaila tau gadis itu terluka walaupun umur bela masih sangat kecil tapi bela sudah mengerti apa yang dilihatnya dengan jelas .


" Tuan ,nyonya mereka disini ." ucap pembantu rumah tangga keluarga bela memberi tahu kedatangan bela ,Zain dan zaila pada seorang lelaki seumuran dengan Zain.


Lelaki itu menatap bela sejenak kemudian pandangan nya beralih ke Zain dan zaila . pandangan itu tampak meremehkan .


" Silakan duduk . " ucap lelaki itu dingin . dengan senyum ramah nya Zain hanya mengangguk dan duduk di kursi depan lelaki itu .


Sedangkan bela , gadis itu mendorong kursi rodanya mendekat ke arah ibu kandung nya yang nampak acuh sama sekali tak menggubris kedatangan anak nya .

__ADS_1


" Bunda ...." panggil bela di acuhkan begitu saja wanita itu masih sibuk menyuapi anak nya yang nampak lahap menyantap makanan nya .


" Bunda bela Dateng lihat rambut bela udah di kuncir dua bela cantik kan bunda ...bela lucu kan ?" tanya gadis itu masih mendekati ibu kandungnya .


Hati zaila terasa teriris melihat itu ingin ia membawa bela menjauh dari ibu nya tapi Zain menggenggam tangan nya erat seolah melarang untuk melakukan itu .


" Bunda jawab lah bela ." ucap gadis kecil itu sendu .


" Kau ini brisik sekali aku ini bukan bunda mu ...lagian siapa yang peduli dengan penampilan anak penyakitan yang bisa nya menyusahkan seperti kamu ." bentak ibu itu dengan kencang nya .


Seketika zaila naik pitam mendengar bentakan itu di hempaskan nya tangan Zain kemudian zaila berjalan mendekati bela dan memeluk anak itu erat .


Anak itu mulai menangis meski tak bersuara , zaila dapat merasakan karena bajunya mulai basah oleh tangis anak itu .


" Anak ini masih kecil tak seharusnya anda berbicara sekencang itu padanya. lagi pula ini anak anda anak yang lahir dari rahim anda tak seharusnya anda membeda beda kan nya dengan anak yang lain meski ia banyak kekurangan . Apa anda tau banyak di luar sana yang menginginkan anak tapi belum di karunia i juga seperti saya ini tapi kenapa anda yang di kasih anugrah malah menyia nyia kan nya ?" tanya Zaila dengan marah dan itu membuat ibu bela tak suka .


" Untuk apa anda ceramah disini dan lagi pula sebenarnya apa tujuan kalian kesini ?" tanya ayah bela dengan dingin nya menatap zaila . Zain paling tak suka jika sang istri di perlakuan seperti itu jadi Zain pun angkat bicara .


" Maaf kalau kedatangan kami mengganggu ketenangan kalian tapi kami disini hanya mau meminta izin anda selaku orang tua kandung bela . Kami ingin mengadopsi bela sebagai anak kami ." ucap Zain tutup poin karena ingin segera pergi dari tempat itu .


" Untuk apa kalian meminta izin kami kalau kalian mau mengurusi anak penyakitan itu silakan saja kami sudah tidak perduli lagi dengan dia . " ucap ayah bela membuat Zain mengeleng gelengkan kepala nya merasa tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan .


Sebegitu tidak perduli kah mereka sampai sampai harus berbicara seperti itu di depan anak nya sendiri .mendengar itu Zain merasa muak dengan keluarga bela .


" Ukey ukey kalau kalian tak keberatan kalau begitu terima kasih kami permisi dulu . asalamualaikum ." ucap Zain menarik tangan zaila dan bela mengajak nya keluar dari rumah yang menjijikan itu menurut Zain.


........


....


....


...


...


...


...

__ADS_1


 


__ADS_2