
Suara azan subuh membangunkan mata teduh milik Zain . Lelaki itu tampak memandang ke samping nya sesekali senyum terukir di bibir pria itu melihat sang istri yang masih pulas dalam tidur nya .
Di kecup nya pelan kening sang istri dengan lembut lalu setelah itu di bisikan nya sebuah kata yang begitu lembut di telinga sang istri .
" Bangun Sayang sudah azan ... " ucap Zain lembut . Sebenarnya lelaki itu tak tega untuk membangunkan istrinya yang tengah kelelahan akibat perbuatannya semalam namun mengingat ia adalah imam yang harus menuntun istrinya ke jalan yang benar akhirnya Zain pun memilih menyingkirkan rasa iba nya terhadap sang istri.
" udah pagi ya mas .." ucap Zaila terbangun dari tidurnya .
" iya sayang ... yuk solat dulu nanti tidur lagi gpp deh ." ajak Zain
" Mana boleh gitu mas kan abis ini aku harus siapin sarapan sama baju mas buat ke rumah sakit . " ucap Zaila yang mengerti akan tugas nya sebagai seorang istri .
" biar bibi aja sayang kamu kan capek . "
" yang istri mas itu siapa bibi pa zaila ... ?" tanya wanita itu terduduk dari tidur nya dan menatap sang suami kesal .
" Ya kamu lah sayang tapi kan mas kasian aja sama kamu . Emang kamu gak capek ya gara gara aktivitas kita semalem . " ucap Zain mengedipkan sebelah matanya menggoda membuat pipi zaila memerah mengingat apa yang mereka lakukan semalam .
" Mas tuh ya ... bisa aja godain zaila persis banget sama papa ... " ucap Zaila beranjak dari kasur dan berlalu ke kamar mandi .
" Ya kan mas menantu nya la ... ya harus kompak dong . " teriak Zain yang masih setia duduk di atas kasur .
" Ya tau kok .." teriak zaila pasrah akan perdebatan nya dengan sang suami .
Belum sempat Zain menjawab lagi telvon laki laki itu mengalihkan perhatiannya . tertera sebuah SMS singkat dari adik nya maira menghiasi layar ponsel pria itu.
" *bisa pulang . umi jatuh sakit* . " itulah pesan yang membuat Zain menghela nafas nya . pikiran pria itu melayang mengingat kejadian lalu .
Sebenarnya Zain malas untuk pulang ke rumah mengingat sang adik yang menaruh perasaan terhadap nya tapi bayangan sang ibu yang telah membesarkan nya membuat pria itu menyingkirkan rasa ego nya dan memutuskan untuk ke rumah ibunya nanti setelah bertugas .
" Mas ... katanya ngajakin solat kok malah diem aja mas gak ambil wudhu dulu .?" tanya Zaila pelan .
__ADS_1
" iya dek ... " lirih sang suami berlalu dari duduknya dan menuju kamar mandi . sungguh Zain bingung sekarang. apakah dia harus membicarakan keadaan umi nya kepada zaila atau tidak .
" Mungkin sekarang bukan waktu yang tepat buat kasih tau zaila . dia pasti kawatir nanti kasian juga dia pasti kecapean biar dia istirahat dulu di rumah . " putus Zain pada akhirnya . kemudian lelaki tampan itu segera mengambil wudhu dan menyusul sang istri yang telah siap dengan mukena yang telah dipakai nya .
" entah kenapa mas adem lihat kamu pakai mukena gitu .. " ucap Zain yang telah berada di depan zaila .
" Mas ih godain zaila terus .... udah ah ayok solat keburu waktunya abis nanti ." ucap zaila kesal . Zain terkekeh kemudian pria itu segera menunaikan kewajiban nya sebagai umat muslim bersama sang istri yang menjadi makmum nya .
.....
....
....
..
Jam menunjukkan pukul 12 malam dan Zain baru pulang dari praktek nya hari ini ia lembur di karenakan pasien yang begitu banyak hari ini yang harus ia tangani .
lelaki itu melajukan mobilnya menuju sebuah rumah yang sudah lama ia tinggalkan . rumah di mana sang Abi umi dan adik nya tinggal .
di ketuk nya pintu rumah yang megah itu namun tak ada satu orang pun yang menjawab ketukan nya . salam pun tak di idah kan pemilik rumah .
" ternyata gak di kunci . " ucap Zain ketika pria itu tak sengaja mendorong pintu kayu di depan nya itu .
" Gelap banget kemana ya orang rumah ... Abi.... maira ... Zain Dateng nih " teriak lelaki itu di tengah kegelapan . merasa tidak ada sahutan dari orang rumah nya Zain pun merasakan perasaan yang tidak enak .
seraya berjalan lelaki itu meraba dinding mencari keberadaan sakelar lampu rumah nya namun belum sempat Zain menemukan sakelar rumah nya tiba tiba ada seseorang yang menepuk bahu nya lembut .
Zain tersenyum mengira itu adalah Abi nya maka dengan percaya diri Zain membalikan tubuhnya menghadap seseorang yang menepuk bahunya tadi .
Namun pandangan Zain tidak lah jelas karena memang tak ada pencahayaan satu pun di dalam rumah itu .
__ADS_1
" Abi..." belum sempat Zain bertanya tiba tiba seseorang itu memeluk nya dan mencium bibir nya lembut .
Zain tersentak ia terkejut dengan apa yang terjadi seketika lelaki itu berusaha melepaskan pungutan bibir di bibir nya namun orang itu menahan kepalanya hingga dengan kasar Zain mendorong dada orang itu dan segera meraba dinding kembali.
Seketika lampu menyala dan menampilkan sosok wanita yang tengah menatap nya penuh kerinduan . Zain terkejut melihat sosok itu iya begitu tak menyangka wanita itu berani sekali berbuat hal semacam itu terhadap nya .
" MAIRA... " bentak Zain murka wajah lelaki itu memerah menahan amarahnya.
" Maafin maira kak maira terpaksa lakuin itu biar kakak tau perasaan maira gak akan pernah berubah ke kakak . maira sayang sama kakak meski maira tau kakak dah punya istri . maira rela serahin tubuh maira ke kakak maira mau kok jadi simpanan kakak . Maira sengaja bohong undang kakak ke sini di saat Abi sama umi gak ada di rumah . Maira lakuin ini karena maira pengen hidup bareng kakak maira cinta sama kakak . " ucap gadis itu menangis frustasi .
" Kamu pikir dengan cara seperti itu kakak bakal seneng dan bakal jatuh cinta sama kamu.... Mikir pakai otak kamu itu adek kakak mana mungkin kakak cinta sama adek kakak sendiri . justru dengan kamu pakai cara kotor seperti ini kakak jadi males berhubungan sama kamu lagi .... " ucap Zain dengan nada tinggi nafas lelaki itu memburu dan pandangan nya masih lurus menatap manik mata adik tirinya itu .
" Maira ini bukan adik kandung kakak jadi apa salah kalau maira suka sama kakak ...? "
" Meski kamu bukan adik kandung ku tapi kita ini saudara Ra .... dan terserah kamu mau ngomong apa . mulai hari ini kakak gak mau ketemu sama kamu lagi . " ucap Zain berlalu pergi meninggalkan maira yang menangis bersimpuh .
Sebenarnya Zain tidak bermaksud berkata kasar terhadap adiknya apalagi membentak nya seperti itu seumur umur Zain baru pertama kali membentak maira namun karena maira seperti itu terhadap nya jadi Zain terpaksa harus mengasari adik nya agar sang adik mengerti kalau dirinya salah .
.....
....
...
...
....
.....
***Author butuh semangat dari kalian buat lanjut cerita ini dan doain author biar sehat sehat selalu ya ...
__ADS_1
semoga author di beri kesehatan dan semangat buat lanjut cerita ini ....
jangan lupa vote nya banyakin ... terimakasih***