Jodoh Ditangan Allah

Jodoh Ditangan Allah
bab 14


__ADS_3

 


Zaila terdiam melihat sang suami yang baru saja memasuki rumah mama papanya dengan wajah kusut . Tak ada senyum seperti biasanya di wajah pria tampan itu.


 


Keluarga zaila pun ikut terheran heran akan hal itu. Karena merasa suasana canggung akhirnya Zahara pun berinisiatif menyapa sang menantu lebih dahulu .


" Pagi Zain .... tumben jam segini baru pulang lembur ya nak ?" tanya Zahara lembut .


" Iya ma ... Zain ganti baju dulu ya . " ucap Zain dengan senyum terpaksa . lalu lelaki itu bergegas menuju kamar nya . Melihat perubahan sikap sang menantu Zahara pun melirik zaila yang acuh begitu saja. Zahara paham sekarang menantu dan anak nya itu pasti punya masalah .


" La.... susul suami kamu gih ajak sarapan sekalian !" perintah Zahara yang tak mendapat sahutan sama sekali dari zaila . anak nya itu hanya berdiri dari duduknya dan berlalu menyusul suami nya berada .


" Mereka kenapa ma ?" tanya Faiz yang merasa heran akan tingkah anak dan menantunya itu.


" Entahlah pa.... mungkin sedang ada masalah kita jangan ikut campur biar mereka menyelesaikan masalahnya sendiri . " ucap Zahara yang mendapat anggukan dari sang suami .


" Dari mana aja kamu mas dari semalem gak pulang pulang kalau lembur kenapa gak bilang dulu ?" tanya Zaila ketika telah memasuki kamar nya dan menutup pintu kamar nya terlebih dahulu . perempuan itu terlihat kesal terlihat dari tatapan nya yang tajam menatap sang suami .


" Maaf ... Mas capek mas ganti baju dulu nanti kita bicara lagi . " ucap Zain lembut tangan pria itu membelai pipi sang istri lembut sebelum berlalu menuju kamar mandi .


Sementara zaila .. Wanita itu menghela nafas lelah berusaha sabar dan berfikir positif kepada sang suami . mata wanita itu memandang jas putih milik suami nya yang tergeletak di atas kasur.


Dengan perlahan tangan mungil nya meraih jas kebesaran milik suami nya itu dengan lembut . Meski zaila kesal ia tak boleh melupakan tugas nya sebagai istri .


Zaila terdiam melihat noda merah yang terdapat di jas sang suami di cium nya bau jas itu . terdapat bau lipstik dan bau parfum perempuan .


Air mata Zaila menetes begitu saja pikiran nya berkelana kemana mana mengingat kemana perginya sang suami semalam. tubuh nya terduduk lemas di atas kasur .

__ADS_1


" Kamu kenapa nangis dek ?" tanya Zain yang heran melihat sang istri duduk menangis seraya tangan gadis itu memegang jas milik nya. merasa tak ada jawaban dari sang istri dan tangis zaila semakin kencang Zain pun duduk di samping istri nya bermaksud untuk menenangkan sang istri dengan pelukan nya namun belum sempat tangan pria itu meraih pundak istri nya tangan itu lebih dahulu di tepis oleh tangan sang istri .


" Kamu kenapa sih dek ?" tanya Zain heran namun lelaki itu berusaha sabar menghadapi tingkah sang istri .


" Mas pikir aja sendiri .... " lirih zaila meraih tangan sang suami dan menyerahkan jas milik suami nya itu dan berlalu meninggalkan sang suami menuju kamar mandi .


Zain berusaha berfikir apa yang telah ia lakukan sehingga sang istri bisa menangis seperti itu . Di teliti nya jas milik nya itu dengan teliti dan Zain paham sekarang setelah melihat noda merah di jas milik nya .


Noda yang tak sengaja ia dapatkan ketika maira memeluk nya semalam dengan perasaan kawatir dan cemas Zain langsung berlari menuju pintu kamar mandi yang telah tertutup rapat .


" Dek ... dengerin mas dulu kamu jangan salah paham dulu dek ." ucap Zain setengah berteriak namun tak ada sahutan dari zaila sedikit pun.


...,


....


....


....


Hal itu lah yang membuat Zaila mendiamkan Zain dari tadi pagi hingga saat ini . Di tengah makan malam keluarga yang seharusnya hangat justru menjadi canggung karena kedua insan manusia yang sama sama mendiamkan .


Hal ini membuat Faiz merasa tak berselera makan ia pun merasakan aura mencekam di tengah dua orang yang tak lain adalah menantu dan anak nya itu.


Sebenarnya Faiz tak mau ikut campur masalah anak nya itu tapi karena tak tahan dengan sikap sang anak yang tidak dewasa menghadapi masalah akhirnya Faiz pun memutuskan untuk terlibat di dalam urusan anak dan menantunya itu.


" Zaila ..." panggil Faiz ketika telah menyelesaikan makan malam nya .


" Iya Pa .." jawab zaila pelan .

__ADS_1


" Kenapa makan nya gak dihabisin ?" pertanyaan yang keluar dari mulut Faiz membuat semua mata tertuju pada piring di hadapan zaila . Namun tidak dengan Zain lelaki itu hanya diam menunduk tak bersuara ia merasa bersalah dengan sang istri


" Zaila lagi gak nafsu pa, zaila ke kamar dulu ya pa ."


" Tunggu la... papa belum selesai bicara ." cegah Faiz pelan sebelum sang anak beranjak pergi .


" Apa lagi sih pa ?" tanya Zaila jengah dengan nada yang agak tinggi membuat Faiz terkejut begitu pula dengan keluarga lain termasuk Zain ia menatap zaila tak suka dengan sikap sang istri .


" Maafin zaila , zaila capek mau istirahat dulu " ucap gadis itu berlalu pergi .


" Zain susul zaila dulu ya pa ma " izin Zain ia merasa harus segera berbicara dengan zaila ia tak mau masalah ini berlarut larut . sementara semua hanya bisa diam melihat ke dua pasangan itu yang menghilang di Balik pintu kamar .


" Dek mas gak suka ya kamu bersikap kayak tadi ke papa . papa tuh kawatir sama kamu dia tau kamu lagi ada masalah makanya dia kayak gitu tapi kamu malah bersikap kayak tadi . Mas tau kamu marah sama mas tapi mas mohon jangan karena kamu marah sama mas kamu jadi marah ke yang lain juga . " ucap Zain masih dengan nada yang lembut ia berusaha menasehati sang istri .


" Mas nyalahin zaila ? , ini semua tuh salah mas jadi gak usah nasehatin zaila segala . " ucap Zaila sewot . wanita itu berbaring di atas kasur dan memunggungi suami nya .


" Mas minta maaf dek tapi noda merah itu memang benar lipstik seseorang tapi bukan siapa siapa itu lipstik maira dek adik mas ." ucap Zain tak mau berbohong pada sang istri .


" Mas bohong sama zaila ...mana mungkin itu lipstik maira memang nya maira abis meluk mas terus sengaja gitu ninggalin noda itu di baju mas ? lagian mas kemana semalem gak pulang . " Zain terdiam ia tak mungkin menjawab zaila ia tak mau zaila marah nantinya kepada maira .


" Mas nginep di hotel semalem karena mas abis dari rumah umi ... mau pulang udah kemalaman mas capek jadi mas putusin buat tidur di hotel aja "


" Tuh mas nginep di hotel pasti sama perempuan kan ?" tanya Zaila seraya menangis merasa frustasi Zain meremas rambutnya sendiri dan mengusap dada nya berusaha sabar menghadapi istri tercinta nya .


...


...


...

__ADS_1


Segini dulu nanti di lanjut lagi jangan lupa vote ...dan like nya . makasih yang masih setia baca novel ini ..m


__ADS_2