Jodoh Ditangan Allah

Jodoh Ditangan Allah
bab 30


__ADS_3

 


Tak terasa waktu berjalan cepat kini usia kandungan zaila telah memasuki bulan ke 9 dirinya pun sudah tak sabar menanti buah hatinya lahir . perlengkapan bayi pun telah ia siapkan dari mulai baju popok dll.


 


Rasa tak nyaman pun sering ia rasakan ketika memasuki usia kehamilan yang ke 9 ini . dirinya mulai susah tidur dan sering terbangun malam karena rasa ingin kencing .


Zain pun dengan setia menemani sang istri . ia begitu perhatian pada zaila , saat punggung zaila sakit maka lelaki itu akan mengelus nya dengan lembut . Saat istrinya terbangun di malam hari ia pun ikut terbangun dan menemani sang istri hingga sang istri tertidur kembali .


Zaila merasa terharu dengan sikap sang suami yang selalu siaga . itu membuat nya sedikit merasa senang .


" Sayang kamu lagi ngapain ?" tanya Zain ketika melihat istri nya tengah sibuk mempersiapkan makanan di dapur .


" ini aku lagi siapin makanan buat mas sama bela ."ucap zaila dengan senyum yang tak pernah luntur di wajah gadis itu .


" Sini biar aku aja nanti kamu kecapean lagi . "ucap Zain mengambil alih tugas sang istri . Zaila pun tak menolak karena ia tau kondisi tubuh nya yang mudah sekali lelah .


Adanya Zain membuat ia sedikit merasa terbantu .


"Bunda sarapan nya udah matang belum bela lapar nih ." ucap gadis kecil yang saat ini tengah memanyunkan bibirnya kesal .


"Kasian anak bunda . Sebentar ya sayang ayah lagi siapin tuh sarapan buat bela ." ucap Zaila membuat bela menatap Zain yang tengah sibuk menyajikan makanan untuk nya ke atas piring .


"Hari ini bela ada les piano ayah bisa gak anterin bela nanti ?"


"Bisa kok sayang apa sih yang enggak buat anak ayah yang cantik ini . " ucap Zain mencolek dagu bela .


"Nih sarapan kamu , abisin ya jangan ada sisa ." ucap Zain menyerahkan sepiring nasi lengkap dengan lauk pauk nya ke hadapan bela .


"Wah cucu nenek makan apa itu ?" tanya seseorang yang baru saja datang dari aktivitas joging nya di pagi hari .


" Nenek mau ..." ucap bela menawarkan makanan yang ia makan pada Zahara.


" Enggak sayang nenek udah kenyang ." tolak halus Zahara .


" Kalau kakek ?" tanya bela menatap Faiz dengan pandangan bertanya . Faiz yang nampak kelelahan sehabis berolahraga pun hanya bisa tersenyum tipis .

__ADS_1


"Enggak nak kakek minum aja ya aus banget . " ucap Faiz menuangkan segelas jus ke dalam gelas kosong dan meminum nya sampai abis .


" Papa olahraga sampai mana kok kelihatan nya capek banget ?" tanya Zaila yang melihat kondisi sang ayah yang tampak kelelahan .


" Papa kamu itu la ... baru jalan jalan sedikit aja udah ngeluh capek minta pulang maklum lah faktor umur . " ucap Zahara membuat Faiz memanyunkan bibirnya kesal .


" Alah kamu juga begitu kan sayang tadi siapa yang udah ngeluh lapar mampir ke warung nasi ." Sindir Faiz membuat Zahara hanya terdiam. Hening sejenak hingga suara zaila membuyarkan keheningan itu .


" Aduh .... mas perut ku sakit . " lirih zaila membuat Zain panik . Lelaki itu memegangi tubuh sang istri yang tiba tiba kesakitan .


" Kamu mau lahiran itu nak ." ucap Zahara yang melihat air ketuban zaila telah keluar dari kaki anak nya .


" Aduh mas ....sakit ..." lirih zaila membuat Zain semakain panik melihat kepanikan itu Faiz pun berusaha menenangkan sang menantu .


" Zain tenang kamu jangan panik sekarang kamu panasin mobil dulu ." perintah Faiz di angguki oleh Zain .


" Kalau begitu mama ambil perlengkapan yang mau di bawa ke rumah sakit dulu ya mas. " izin Zahara di angguki oleh Faiz .


Faiz memapah zaila menuju sofa di genggaman nya tangan sang anak lembut dan di usap nya perut sang anak lembut .


" Sabar ya nak .... banyak banyak nyebut ya sayang . " ucap Faiz yang langsung di turuti zaila .


" Ayo mas kita kerumah sakit . " ajak Zahara dengan sigap Faiz membopong sang anak ke dalam mobil .


" Kamu temenin istri kamu aja biar papa yang nyetir . " ucap Faiz pada Zain. Ia takut sang menantu tak fokus menyetir karena memikirkan istrinya .


....


...


...


Sesampainya di rumah sakit zaila langsung di bawa ke ICU Zain dengan sigap masuk menemani sang istri yang tengah berjuang untuk calon anak nya sedangkan bela anak itu selalu menangis menanyakan kondisi ibunya dan kondisi sang adik . Zahara menenangkan sang cucu dan menggendong nya dengan penuh perhatian .


" Ayo sayang kamu pasti bisa . " ucap Zain menggenggam tangan zaila erat saat ini zaila hanya fokus untuk mengejan sekuat mungkin di gengam nya tangan sang suami erat erat seakan menyalurkan rasa sakit yang ia rasakan pada sang suami .


Zain pun tak masalah dengan sakit yang mulai ia rasakan di tangan nya akibat genggaman zaila yang begitu kuat karena ia tau rasa sakit itu tak sepadan dengan rasa sakit yang dirasakan sang istri .

__ADS_1


Cukup lama proses persalinan itu berlangsung hingga tangis malaikat kecil menghiasi ruangan itu . Senyum bahagia terukir di wajah zaila ketika melihat wajah sang anak yang menurutnya mirip dengan Zain itu .


" Selamat ya pak Bu anak nya laki laki tampan seperti ayah nya ." ucap dokter kandungan itu menyerahkan bayi mungil yang telah dibersihkan itu ke gendongan Zain .


Seketika hati Zain berbunga bunga melihat wajah sang anak .


" Mas sini aku mau lihat ." ucap Zaila membuat Zain tersenyum kemudian di letakan nya sang anak di samping sang istri .


" Azani dia mas ." ucap Zaila membuat Zain mengguk di dekati nya bayi mungil itu dan dikumandangkan nya azan di telinga sang anak .melihat itu Zaila menetes kan air mata nya ia terharu karena doa nya selama ini di kabulkan oleh alllah .


" Makasih sayang . udah melengkapi kebahagian ku dengan hadir nya malaikat kecil kita . " ucap Zain mengecup kening sang istri sayang .


" Mas mau nama i dia siapa ?" tanya gadis itu tersenyum bahagia .


" Ardan Fahri Hamzah ." ucap Zain membuat Zaila mengguk setuju .


Semua pengorbanan zaila tak sia sia Allah telah menyiapkan rencana yang indah untuk nya meski melewati banyak cobaan dan rintangan kini ia memiliki kebahagiaan yang sesungguhnya .


Suami yang pengertian dan 2 orang anak yang akan melengkapi hari hari nya dan ia tak akan membeda beda kan mereka meski salah satu dari mereka adalah anak asuh bukan anak kandungnya sendiri tapi ia sangat menyayangi anak itu seperti ia menyayangi anak kandungnya sendiri .


....


...


....


..


***Tamat .


Uudah ya ....


Maaf ending nya kayak gitu karena aku gak mood lagi buat cerita ini aku mau pindah lapak ke cerita baru aku ...


jika kalian penasaran silakan cari di profil ku judul nya lelaki terbaik mengisahkan tentang kisah Zaidan dan maira ...


Sekian terimakasih*** .

__ADS_1


__ADS_2