Jodoh Ditangan Allah

Jodoh Ditangan Allah
bab 22


__ADS_3

 


Setelah resmi menikah dengan maira Zaidan pun tak tinggal dirumahnya lagi . lelaki itu memilih tinggal terpisah dari para orang tuanya . Kini rumah milik Faiz tampak sepi hanya zaila , Zain ,Faiz dan zahara yang tinggal di rumah tersebut .


 


Jika kalian fikir rumah tangga zaila akan bahagia setelah pernikahan maira kalian salah karena nyatanya masalah selalu hadir dalam kehidupan pasangan yang saling mencintai dan menyayangi itu ...


Sudah Satu tahun semenjak zaila dan Zain menikah namun mereka belum di karunia i momongan juga ... para tetangga pun mulai menggunjingkan mereka .


Setiap hari zaila selalu menerima cacian dan makian dari para tetangga nya seperti saat ini saat dia sedang menemani ibunya belanja sayuran di depan rumah nya .


" Bagaimana nak zaila .... udah ada hasil belum? . Masak udah satu tahun menikah belum hamil juga , apa kurang giat begituan nya atau jangan jangan nak zaila kurang subur " ucap ibu ibu sambil memilih beberapa sayuran .


"bener tuh nak ... masak tiap hari mas Zain pulang sore belum ada hasil nya juga , udah priksa ke dokter belum .."


" Nak zaila harus tau ya dalam rumah tangga itu pengikat nya adalah anak kalau anak gak ada suami nak zaila bisa saja loh berpaling . laki laki kan juga butuh keturunan nak ...apalagi nak Zain masih tampan punya karir yang bagus nak zaila harus waspada loh ." ucap ibu ibu yang satunya lagi ...


Zaila merasa canggung sekarang hatinya sedih mengingat apa yang dikatakan ibu ibu itu memang ada benarnya juga. Dengan perasaan kalut zaila meninggalkan kerumunan itu dan kembali ke dalam rumah .


" Ye di bilangin malah pergi emang gak ada sopan santun nya pantesan aja belum di kasih anak sampai sekarang akhlak nya aja belum di benerin ." Zahara merasa geram dengan omongan para tetangga nya sedari tadi tapi Zahara lebih memilih tidak menggubris omongan ibu ibu itu karena Zahara sudah kebal akan omongan para tetangga nya .


" Ibu ibu maafkan anak saya ya mungkin dia lelah , doa kan saja semoga putri saya segera di beri momongan, Saya permisi dulu asalamualaikum ." ucap Zahara tersenyum singkat kemudian berlalu pergi menyusul sang anak .


" Anak sama ibu sama saja sudah di nasehatin nya . "


" Ibu ibu ini yang keterlaluan soal momongan itu urusan Allah Bu ... kita tidak bisa minta dan menolak kita hanya bisa bersabar ... lagian ibu ibu ini niat nya apa dari rumah mau belanja apa mau bergosip ...kalau mau gosip bukan disini tempatnya ini tempat buat belanja buka buat obral omongan . " ucap tukang sayur yang geram akan para pembeli nya .

__ADS_1


" Situ kok ikut campur sih ... situ tuh diam saja mau kita gak beli sayur lagi sama kamu ..." ucap ibu ibu itu tak terima ...


" Saya tak keberatan kalau ibu ibu tidak mau belanja di saya toh masih ada pelanggan yang lain .... dari pada nanti saya dosa karena tempat berjualan saya di jadikan tempat bergosip lagian ibu ibu mau belanja di mana lagi kalau bukan di saya tukang sayur di daerah ini cuma saya doang , supermarket juga jauh dari sini . " ucap tukang sayur itu santai dan membuat para ibu ibu itu diam membisu mereka tidak bisa membantah karena memang yang di katakan tukang sayur itu ada benar nya . Mereka lebih memilih memilih sayuran , membayar dan berlalu pergi dengan belanjaan mereka masing masing ..


"Dasar ibu ibu jaman sekarang ..."lirih tukang sayur itu seraya terkikik ketika para ibu ibu berlalu pergi .


.....


....


...


...


Omongan para tetangga masih terngiang di telinga zaila gadis itu tidak bisa melupakan omongan tetangganya tadi pagi .. Zahara yang tau akan kesedihan sang anak pun segera menghampiri anak nya dan duduk di atas kasur anak nya itu.


"Dulu Mama juga sering mendapatkan omongan miring dari para tetangga karena mama belum menikah dan selalu gagal menjalin hubungan padahal usia mama sudah dikatakan matang untuk membina rumah tangga . " zaila mulai mendengarkan omongan ibunya di tatapnya sang ibu lekat ...


" Saat itu Mama marah dan kecewa pada diri mama sendiri tapi mama sadar tidak ada gunanya marah dan kecewa toh itu sudah di gariskan oleh takdir . Kita tidak bisa meminta ataupun menolak nya kita hanya bisa menerima nya dengan lapang dada. "


" Jangan dengarkan omongan mereka nak mereka hanya bisa ngomong tapi belum tentu mereka bisa merasakan apa yang kita rasakan .... Tutuplah telinga mu seakan kamu tak mendengar apa yang mereka katakan insyaallah hati kamu bisa tenang nantinya ..." ucap Zahara menasehati anak nya dengan penuh kasih sayang .


" Mama benar tapi apa yang mereka katakan itu juga ada benar nya ma... zaila udah memutuskan buat pergi ke dokter kandungan besok . " ucap Zaila memeluk mamanya mencari kehangatan di tubuh orang yang telah melahirkan nya itu.


" Kalau itu keputusan mu mama hanya bisa mendukung mu nak ... tapi sebaiknya kamu bicarakan dulu sama suami mu karena ini menyangkut masa depan kalian berdua..."


" Mau bicara apa ...?" tanya Zain yang baru saja tiba di kamarnya .. lelaki itu tampak bingung menatap sang istri dan ibu mertua nya yang tengah berpelukan mesra dan menyebut nyebut nama nya .

__ADS_1


" Mama ke bawah dulu ya mau siapin makan malam buat kalian ..." ucap Zahara memberi ruang sang anak dan sang menantu untuk berbicara berduaan .


" Mas kapan Dateng nya kok zaila gak denger suara mobil ?" tanya Zaila mengalihkan pembicaraan .


" Bagaimana kamu mau denger dek kalau kamu lagi manja manja an sama mama dan tadi mama bilang kamu harus berbicara sama aku dulu ...


memang nya mau bicara soal apa sih ?" tanya Zain sambil meletakkan sepatu nya di atas rak sepatu .


" Mas mandi dulu terus solat dulu nanti baru kita bicara biar enak bicaranya ... soal nya ini penting banget ... " ucap Zaila menasehati sang suami ...


" ukey ukey mas mandi dulu ya mas jadi penasaran apa yang begitu penting buat istri mas ini .... pokoknya kamu harus kasih tau mas ya .... " ucap Zain mengedipkan sebelah matanya .


" iya iya sekarang mas mandi dulu udah bauk..." ucap Zaila mendorong Zain kedalam kamar mandi ...


zaila terdiam menatap pintu kamar mandi yang telah tertutup rapat ... dalam hati zaila berdoa semoga sang suami mau di ajak ke dokter berkonsultasi masalah soal anak ..


.


.....


....


...


...


aku bingung mau lanjut cerita ini kayak gimana mungkin kalian ada saran buat author jujur author lagi gak mood belakangan ini karena author lagi hamil...

__ADS_1


__ADS_2