Jodoh Ditangan Allah

Jodoh Ditangan Allah
bab 24


__ADS_3

Sejak kepulangan nya dari Rumah sakit zaila mengurung diri di kamar , tak ada satu katapun yang keluar dari mulut gadis itu. sang suami yang duduk di sampingnya pun heran pasal nya gadis itu tampak murung dan diam ...


Awal nya Zain berusaha untuk tidak bertanya kepada sang istri namun lama kelamaan Zain pun tak tahan dan memulai perbincangan nya .


" Ada apa ?" tanya Zain menatap wajah sang istri penuh tanya .


" maksud mas ?" tanya Zaila balik karena tak paham dengan pertanyaan sang suami .


" Kamu kenapa diem terus dari tadi , apa ada sesuatu yang kamu pikirkan ?" tanya Zain lagi kali ini nada suara nya lebih lembut lagi . senyum manis ia berikan untuk istri tercinta nya itu.


" Mas ... boleh zaila minta sesuatu pada mas " pinta gadis itu ragu ragu .


" Apa .... kalau mas mampu pasti mas kasih ." ucap Zain .


" Udah satu tahun zaila jadi istri mas tapi zaila belum bisa kasih mas momongan juga ....Kalau zaila minta mas buat nikah lagi apa mas akan mengabulkan permintaan zaila ?" tanya gadis itu seraya menatap sang suami serius .


"Kamu kenapa minta hal yang gak bisa mas kasih . kamu tau gak alasan mas nikahin kamu itu karena apa ?" tanya Zain balik kali ini nada suara pria itu sedikit frustasi dengan permintaan sang istri.


zaila hanya diam ia tau sang suami akan marah maka ia hanya bisa memandang sang suami seolah olah bertanya alasan sang suami menikahi nya .


" Karena mas yakin kamu adalah jodoh yang dikirimkan Allah untuk mas . Sejak kamu menyandang status sebagai istri ku tak pernah sedikitpun aku untuk meninggalkan kamu ...aku memilih mu aku juga harus menerima semua kekurangan mu bukan hanya kelebihan mu saja . " ucap Zain membuat Zaila menatap mata Zain sendu gadis itu mulai berkaca kaca .


" Sayang mas tau kamu frustasi sama omongan orang orang di luar sana begitu pula dengan mas . tapi ini semua adalah takdir yang digariskan untuk kita . Kita harus bersabar , lagi pula kita baru menikah satu tahun bahkan ada kok yang belum di kasih momongan sampai 5 tahun lebih . " ucap Zain terdiam sejenak kemudian tangan pria itu meraih tangan sang istri dan di kecup nya tangan istrinya itu lembut .


" Bersabar lah sayang ...kalau sudah saat nya kita di beri amanah oleh Allah pasti hari itu akan tiba . Dan mas mohon jangan sekali kali kamu minta mas buat nikah lagi karena bagi mas menikah itu hanya sekali .... mencintai hanya sekali seumur hidup mas ... " ucap Zain membuat Zaila menangis gadis itu memeluk suami nya erat terharu akan perkataan sang suami .


" Mas hanya akan mencintai mu la....apapun keadaan kamu apapun yang akan terjadi ." ucap Zain seraya mengusap punggung sang istri menenangkan gadis itu .

__ADS_1


" Maafkan zaila udah minta hal itu ke mas ...zaila hanya frustasi sama cobaan yang terus hadir di rumah tangga kita . zaila ingin merasakan yang namanya menjadi seorang ibu bahkan zaila berfikir buat adopsi anak sangking frustasi nya ." ucap gadis itu masih sesenggukan di pelukan sang suami .


" Mas juga ada niatan buat adopsi anak la tapi mas takut kamu gak setuju . " ucap Zain menggenggam tangan sang istri lembut .


" Memang siapa yang mau mas adopsi ?" tanya Zaila penasaran tangis gadis itu mulai mereda .


" kamu tau pasien ku yang kamu jenguk tadi ...mas ingin mengadopsi nya kasian dia sudah tak punya siapa siapa keluarga nya sudah tak mau mengurusi anak itu lagi . itupun kalau kamu setuju sama pilihan mas ."


" Tentu saja zaila setuju mas tapi ... apa papa dan mama bakal mengizinkan ?" tanya Zaila pada Zain .


" Entahlah mas juga tak tau... Nanti kita bicarakan sama papa sama Mama sekarang mas minta jatah mas boleh ?" tanya Zain mengencangkan pelukannya di pinggang gadis itu .


" Seperti nya gak bisa mas ...zaila lagi kedatangan tamu ." ucap Zaila terkikik geli melihat wajah sang suami yang tadinya berharap kini berubah masam .


" Ukey lah mau bagaimana lagi ...lebih baik kita tidur saja hari sudah semakin malam . " ucap Zain membawa zaila tidur ke dalam pelukannya .


..


.


.


..


Faiz dan zahara terdiam saat mendengar permintaan anak dan menantunya yang meminta izin untuk mengadopsi seorang anak . sementara Zain dan zaila saling berpegangan tangan erat berusaha memberikan keyakinan masing masing lewat genggaman tangan itu .


Saat ini suasana di ruang tamu tampak sunyi ...tak ada yang berusaha menjawab permintaan zaila dan Zain .

__ADS_1


"Apa papa dan mama keberatan ?" tanya Zain tak tahan karena reaksi kedua mertua nya hanya diam tak memberikan jawaban apapun.


" Bukanya mama dan papa tak setuju tapi apa kalian yakin sama keputusan kalian . Mengadopsi anak itu tidak semudah yang kalian bayangkan kalian harus menganggap anak itu seperti anak sendiri bahkan ketika kalian memiliki anak kandung nanti kalian tidak boleh membeda beda kan mereka . Kasih sayang kalian harus sama rata...Papa dan mama hanya kawatir kalian tak bisa adil pada keduanya itu saja ." ucap Faiz bijaksana Zahara pun hanya mengangguk setuju dengan omongan sang suami .


" Kami sudah berunding ma dan kami yakin akan keputusan kami ....kami tau mama dan papa kawatir tapi insyaallah kami tak akan membeda bedakan mana anak kandung dan anak adopsi ..." ucap Zain yakin .


" Zaila mohon ma pa ....izinkan zaila mengadopsi anak ...zaila sudah menantikan bagaimana rasanya menjadi seorang ibu ...mama mesti paham perasaan zaila . " ucap Zaila menunduk gadis itu sangat ingin mengadopsi seorang anak .... setidaknya ia bisa merasakan yang namanya menjadi seorang ibu meski bukan anak kandungnya .


Air mata pun mulai menetes membasahi pipinya melihat itu Zain jadi tak tega ia raih pundak sang istri dan mengusap nya perlahan .


Sedangkan Zahara merasa terluka melihat anaknya yang begitu sedih .Ia tatap sang suami dengan sendu seakan memohon untuk menyetujui permintaan sang anak . Faiz hanya bisa menghela nafas ia tak mampu menolak permintaan anak nya apalagi sang istri yang telah mengeluarkan tatapan sendu nya ...


Faiz paling tidak bisa mengabadikan tatapan sendu sang istri yang penuh dengan pandangan memohon itu .


" Baiklah papa dan mama izinkan tapi kalian harus pegang kata kata kalian ... " ucap Faiz pada akhirnya yang membuat Zahara tersenyum lega melihat anak nya berbinar bahagia merespon perkataan dari papanya .


" Terimakasih pa ...kami tak akan mengecewakan papa ..." ucap Zain dan zaila dengan senyum bahagia melihat itu Faiz pun hanya bisa ikut tersenyum menyambut kebahagiaan anak dan menantunya itu .


..


..


..


***jujur aku gak ada fill sama cerita ku yang ini entah kenapa aku merasa cerita ini terlalu berbelit-belit dan terkesan biasa saja ....


tapi aku akan tetep lanjut cerita ini sampai tamat karena aku gak mau ngecewain kalian jadi mohon vote dan like nya buat cerita ini dan jangan lupa mampir ke cerita ku asalamualaikum jodoh*** .

__ADS_1


__ADS_2