
Hujan yang mulai datang menerpa dedaunan yang mulai tampak basah . kicau burung yang kedinginan mulai terdengar , awan yang semula cerah kini tampak menghitam ..
kaca jendela yang semula bersih kini mulai dipenuhi rintik rintik air . Seseorang gadis tersenyum pahit . Hujan yang datang seakan ikut bersedih akan kesedihan nya ....
Kenyataan pahit harus diterima dirinya bahwa sampai saat ini ia belum di ijinkan untuk memiliki seorang anak . Padahal dokter mengatakan bahwa kandungan nya baik baik saja ...
" Jangan terlalu difikirkan jika kita sudah ditakdirkan untuk menjadi orang tua pasti cepat atau lambat kita akan mendapatkan kesempatan itu... " ucap Zain mengusap pundak istrinya perlahan ... Zain tau istri nya itu tengah bersedih karena sampai saat ini ia dan sang istri belum diberikan momongan .
Padahal dokter mengatakan bahwa dirinya dan sang istri baik baik saja.
"Tapi aku lelah mas ... para tetangga mulai menggunjingkan aku .... ada yang bilang aku mandul lah apa lah aku sudah capek dengan omongan mereka semua ... " ucap Zaila menitihkan air mata nya . Sakit dan merasa tak berguna itulah yang ia rasakan saat ini .
Selama ini zaila selalu menahan emosinya , menahan rasa sakit nya setiap hari karena gunjingan orang orang luar yang mengolok olok dirinya .
" Menangis lah sayang mas tau kamu selama ini selalu menahan kesedihan mu sendiri bagi kesedihan mu dengan mas sayang .... agar rasa sakit itu berkurang . " ucap Zain memeluk zaila erat ...zaila mulai menangis di pelukan suami nya ... Sedangkan Zain mengusap usap punggung istrinya itu pelan berusaha menenangkan sang istri .
Cukup lama Zaila menangis hingga isakan tangis itu mulai mereda .. di tatap nya wajah zaila dengan pandangan sendu .
" Aku pengen ikut kerumah sakit kamu besok boleh ya mas ... aku kesepian di rumah ." ucap zaila memohon .Zain paham sebenarnya alasan zaila tidak betah di rumah adalah karena omongan para tetangga nya yang terkadang sangat keterlaluan .
"Boleh saja sayang ." ucap Zain tersenyum lembut . Tanpa berkata apa apa zaila hanya bisa memeluk suaminya itu erat erat .
...
.
.
.
.
Senyum manis terukir di bibir zaila ketika melihat wajah kecil yang masih terbaring koma di ranjang rumah sakit. wajah kecil itu tampak pucat dan mata kecil nya masih terpejam .
"Kenapa dia gak bangun bangun mas padahal udah satu bulan lebih dia terbaring di sini ?" tanya Zaila menatap Zain lembut .
" Karena dia sudah tidak ada kemauan untuk bangun sayang itulah alasan nya dia masih tertidur meski keadaan nya semakin membaik . " ucap Zain mengusap lembut rambut pasien nya itu.
" Apa keluarga nya belum menjenguk dia sampai sekarang ?" tanya Zaila yang ingat akan kisah hidup pasien dari suaminya itu.
__ADS_1
" Keluarga nya sudah tak perduli lagi ..."
"Terus biyaya rumah sakit anak ini siapa yang menanggung mas ?"
"Mas yang bayar semua nya ,maaf mas gak ngomong dulu sama kamu ." ucap Zain menatap zaila. ia pikir sang istri akan marah namun nyatanya tidak.
" Gak papa mas Zaila ngerti kok , justru zaila seneng mas bisa bantu anak kecil ini . " ucap Zaila tersenyum lembut membalas tatapan sang suami .
"syukur lah kalau kamu mengerti sayang . " Zain tersenyum hendak mencium kening istrinya itu namun sebuah ketukan pintu menghentikan aksinya itu. Zain mengerucut kan bibirnya kesal karena aksinya dihentikan sebelum dimulai
tok tok tok...
"Masuk .." teriak Zain .
Seorang suster tersenyum ramah masuk ke dalam ruangan tersebut .
"Maaf mengganggu dok ... tapi dokter Farhan ingin bertemu dengan dokter . " ucap suster itu ramah .
" Dimana dia ?" tanya Zain pada suster tersebut .
" Dia menunggu di ruangan dokter . " Zain menatap zaila seakan meminta pendapat dari istrinya itu .
" Temui dulu mas siapa tau penting . " ucap Zain menjawab pandangan dari suaminya itu.
" Gak papa mas . Zaila disini aja dulu nanti kalau zaila bosen zaila bakal nyusul ke ruangan mas ." ucap gadis itu membuat Zain tersenyum lembut kemudian lelaki jangkung itu pergi meninggalkan sang istri sendiri.
Zaila menatap anak kecil di depan nya itu dengan pandangan sendu ...
" Andaikan kamu anak ku .... aku tak akan menyia nyiakan kamu ..." Ucap Zaila tanpa sadar . lalu terlintas di benak zaila untuk mengadopsi anak dihadapan nya itu sebagai anaknya ... tapi apakah keluarga nya akan setuju? ,apakah Zain akan setuju nantinya jika ia mengambil keputusan nya itu .
" Semoga mas Zain setuju . " lirih zaila tersenyum lembut kemudian wanita itu pergi menyusul sang suami untuk mengutarakan niat nya itu .
...
...
...
" Udah lama nunggu ?" tanya Zain pada lelaki di hadapannya kini .
" setahun gue nunggu .... loe kemana aja sih lama bener ?" tanya Farhan kesal .
__ADS_1
" Sory sory gue tadi lagi jenguk pasien gue sama istri gue . " ucap Zain tersenyum merasa bersalah.
" istri loe ada di sini mana kok gak ikut ke sini ?" tanya Farhan celingukan mencari cari keberadaan istri dari sahabatnya itu .
" ada di ruangan pasien gue .... "
" Wah jahat banget loe ,masak istri loe suruh nunggu di ruang pasien sih . " ucap Farhan mengejek .
" Bukan gue yang nyuruh tapi dia sendiri yang pengen nunggu di sana ...lagian loe ada masalah apa sih tumben tumbenan ngajak ketemuan ?" tanya Zain pada Farhan .
" ya gak papa gue cuma kangen aja Sama loe makanya gue ajak loe ketemuan . " ucap Farhan membuat Zain terkikik dan menggeleng gelengkan kepalanya melihat sifat sahabatnya itu.
" Gue gak percaya kalau alasan loe cuma itu pasti loe ada maunya kan ?" tanya Zain mengedipkan sebelah matanya .
" Loe emang sahabat gue ... loe tau kalau gue ada masalah hehehe . " ucap Farhan tersenyum seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" Masalah apa ... ngomong aja kayak sama siapa aja loe ."
" Gini Zain gue ada kencan sama pacar gue nanti malem tapi gue ada sip malem . Loe bisa gak ganti in gue jaga entar malem biar besok gue yang ganti in loe jaga ." ucap Farhan tak enak hati .
" Tenang aja gue bisa kok " ucap Zain membuat Farhan tersenyum senang .
" Oh makasih Zain sahabat ku . oh ya ...gimana istri loe udah isi belum ?" tanya Farhan
" Belum ...doa in aja ya ." ucap Zain tersenyum .
" Istri gak bisa kasih momongan kenapa loe gak cari istri yang lain aja ?" tanya Farhan ceplas ceplos ..
" Gue menikah i dia karena gue mau menerima dia apa adanya jadi gue gak perlu cari istri lagi hanya karena istri gue belum bisa kasih gue momongan ." ucap Zain tersenyum membuat Farhan jadi tak enak sendiri lelaki itu lebih memilih diam tak membantah omongan sahabatnya itu .
Sementara di balik pintu zaila mendengar perkataan Farhan yang membuat hatinya terluka gadis itu hanya bisa menangis memegang dadanya yang terasa sakit .
........
..
....
...
vote dan like jangan lupa .... 😊😊😊
__ADS_1