
Maira ourelia menatap nanar pada wajah nya yang nampak kusam di depan cermin yang biasanya selalu menampakkan wajah cantik nya dengan hijab melekat di kepala gadis itu . Namun kali ini cermin itu menampakkan hal yang berbeda , dimana kini wajah cantik milik nya berubah menjadi wajah sendu rambut yang selalu ia tutupi kini tampak acak acak kan tak terurusi .
Gadis itu tampak seperti seseorang yang tengah frustasi . Kenyataan nya memang gadis itu memang frustasi akibat apa yang di alami nya 1 bulan yang lalu .
Ketika dirinya berusaha melupakan perasaan yang tak seharusnya ia miliki dengan pergi ke tempat yang tidak seharusnya ia datangi , tempat yang ia kira akan membuat nya tenang dan menghibur hatinya justru menjadi tempat dimana ia harus kehilangan mahkota berharganya .
Hati gadis itu semakin gundah ketika mengingat semua usaha yang ia lakukan untuk mendapatkan hati Zain gagal semuanya .terlebih lagi kini dirinya harus mendapati kenyataan bahwa ia tengah mengandung .
Anak yang tak seharusnya hadir kini ada di rahim nya , usianya baru seminggu dan masih sangat rentan keguguran . Ingin hati maira melenyapkan anak dalam rahim nya itu tapi apa daya .
Gadis itu tak tega karena anak dalam kandungan nya tak bersalah apapun . Maira hanya bisa menangis sekarang ia tak tau harus berkata apa pada umi dan Abi nya .
Terbayang sudah wajah sang umi yang menatapnya penuh kekecewaan sedangkan abi nya ? Entahlah maira tak tau apa reaksi lelaki yang telah membimbing nya itu .
Akankah sang ayah marah atau justru kecewa yang pasti untuk saat ini maira tak punya semangat sama sekali . Rasanya ingin mengakhiri hidupnya namun jika itu ia lakukan bagaimana dengan anak di kandungan nya .
Janin yang masih kecil itu tak tahu apapun dan masa depan janin dalam kandungan nya masih panjang .
" Maira ....keluar nak ayo kita makan malam dulu . abi udah nunggu di bawah . " ucap umi nya dari luar kamar .
" iya mi ... nanti maira nyusul . " ucap gadis itu .
tak ingin sang umi dan abinya merasa kawatir akhirnya maira pun menutupi wajah sembab nya dengan bedak yang begitu tebal . Rambut gadis itu ia rapikan dan mulai mengenakan jilbab ke kepalanya .
Maira tersenyum getir melihat pantulan wajah nya di depan cermin . Ia merasa tak pantas mengenakan jilbab di kepalanya itu karena dirinya telah kotor .
Banyak dosa yang ia lakukan hingga dirinya merasa tak layak lagi untuk menggunakan jilbab itu namun demi menutupi kesedihannya dan keputusaan nya di depan orang tua nya maira harus lah bersikap seperti biasanya .
Walau nanti nya maira tau kebohongan tak akan bertahan lama . Cepat atau lambat orang tua nya pasti akan mengetahui bahwa dirinya kini tengah berbadan dua .
__ADS_1
.....
....
....
" Akhir akhir ini umi merasa ada yang aneh sama Zain bi ." ucap mona pada suaminya yang kini tengah menyantap makanan dengan perlahan .
" Aneh gimana mi ?" tanya pria itu sekilas menatap sang istri penuh tanya .
" Ya aneh aja bi setelah dia menikah Zain jadi jarang main kerumah apalagi akhir akhir ini. jangankan main kerumah telvon umi saja gak pernah . padahal umi kangen banget sama anak itu . " ucap mona sedih meski Zain bukan anak kandungnya tapi Mona sangat menyayangi anak angkat nya itu terlebih lagi Zain tak pernah menyusahkan nya dan selalu membuat ia bangga pada anaknya itu .
" Sekarang Zain kan sudah jadi imam mi ... banyak yang harus dia urus . Abi yakin sebentar lagi juga dia bakal datang kesini nemuin umi nya lagi . umi yang sabar aja mungkin dia lagi sibuk akhir akhir ini . " ucap Fatah menenangkan hati istri nya .
" Maira kamu kenapa makan nya kayak gak nafsu gitu , makanan umi gak enak ya ?" tanya Mona pada putri tunggal nya yang dari tadi nampak diam dan nampak tak berselera makan .
" enak kok...um ...uwek...." belum sempat maira menjawab perut gadis itu sudah merasa mual gadis cantik itu berlari menuju dapur di ikuti Mona yang begitu kawatir akan ke adaan sang anak .
" Kamu kenapa nak ?" tanya Mona seraya memijit pundak maira pelan .
" Beneran gpp ?" tanya Mona masih tak percaya melihat tubuh maira yang lemas .
Dan benar saja belum sempat Maira menjawab gadis itu lebih dulu terjatuh pingsan di pelukan Mona .
" ya Allah maira kamu kenapa nak ....Abi ... Abi...." teriak Mona memanggil sang suami ...
"Ada apa mi ..."
" Cepet panggil Zain bi . Maira pingsan " ucap mona kawatir . tanpa menunggu lagi Fatah pun segera menghubungi Zain dan menyuruh anak itu untuk segera datang memeriksa keadaan maira.
....
...
__ADS_1
...
sementara itu di lain tempat Zain tengah tersenyum dan bermanja-manja di pangkuan zaila . pasangan itu tampak bahagia setelah pertengkaran yang mereka alami , kini mereka tampak mesra kembali bahkan tak sungkan sungkan menunjukkan perhatiannya masing masing .
" kamu cantik ." ucap Zain menggoda zaila yang kini tengah tersenyum pipi gadis itu bersemu merah menatap wajah suaminya yang kini tengah berbaring di pangkuan gadis itu .
" Dari dulu zaila cantik mas . mas baru nyadar ya .." ucap zaila PD dan itu membuat Zain terkekeh senang .
" Dulu kamu memang cantik dek tapi setelah jadi istri q kecantikan mu jadi bertambah . " ucap Zain mendapatkan cubitan di pinggang pria itu .
" Mas bisa aja ... " ucap Zaila ikut terkekeh akan jawaban suami nya itu .
" Mas boleh minta sesuatu sama kamu dek ?" tanya pria itu menatap lembut mata istri nya .
" Apa mas ?"
" jangan tinggalkan mas apapun yang terjadi karena mas sangat mencintai kamu . " ucap Zain tulus .
" Mas ... zaila juga mencintai mas . apapun yang terjadi zaila gak akan ninggalin mas mau mas susah ataupun senang zaila akan selalu dampingi mas . " ucap Zaila membuat hati Zain sedikit tenang .
" Mas pengen punya anak sama kamu ." ucap pria itu membuat Zaila terkejut pasalnya baru kali ini Zain membahas soal anak padanya .
"Memang mas pengen punya anak berapa nanti ?" tanya Zaila tersenyum .
"berapa pun asal sama kamu sayang . " ucap Zain .ke duanya saling menatap penuh keyakinan .Zain hendak mendekat kan wajah nya mencium bibir istrinya namun belum sempat Zain melakukan itu sebuah telvon membuat Zain menghela nafas kesal dan itu membuat Zaila terkekeh karena melihat wajah suaminya yang kesal.
"Ada apa lagi .." lirih Zain ketika melihat telvon nya yang berbunyi dan melihat telvon itu dari abinya . melihat keanehan di wajah sang suami Zaila hanya bisa diam dan menunggu sang suami bercerita kepadanya .
..
....
...
__ADS_1
segini dulu nanti aku lanjut lagi ... doa kan author agar sehat selalu dan bisa lanjut cerita ini dengan lancar amiin