Jodoh Ditangan Allah

Jodoh Ditangan Allah
bab 18


__ADS_3

Sudah seminggu Zain mencari laki laki yang telah menodai adik nya namun laki laki itu tak kunjung ketemu juga . Sekarang Zain bingung harus bagaimana adik nya maira terus mengurung diri dikamar dan itu membuat Zain kawatir akan janin di kandungan sang adik .


Dering telepon membuyarkan pikiran Zain lelaki itu bergegas mengajar telvon nya yang tak jauh dari ranjang .


" Halo bagaimana Bram kamu sudah menemukan keberadaan lelaki itu ?" tanya Zain pada orang suruhannya yang ia suruh untuk mencari keberadaan orang yang telah melecehkan adik nya maira .


" Maaf Zain sebelumnya . Tapi orang yang loe cari itu baru saja meninggal karena kecelakaan tadi pagi ..."


Zain langsung terduduk lemas ketika mendengar berita itu. Hancur sudah semua usahanya untuk menemukan lelaki itu .


" Mas kenapa ?" tanya Zaila ketika melihat sang suami yang hanya diam setelah menerima telvon dari teman nya .


" Mas harus gimana dek , orang yang mas cari selama seminggu ini ternyata sudah tiada . bagaimana nasip maira dan ponakan mas nanti dek ." ucap Zain lelaki itu mengusap kasar rambutnya frustasi . Zaila terdiam sejenak mendengar kegelisahan hati sang suami .


Gadis itu teringat akan perkataan maira seminggu yang lalu yang mengatakan jika sang suami tidak bisa menemukan lelaki itu lalu kenapa tidak suami nya yang menikahi maira .


Sungguh sebenarnya zaila tak rela di madu tapi hati gadis itu tersentuh akan nasip adik ipar nya itu . Apalagi anak di kandungan adik ipar nya .


Gadis itu tak bisa membayangkan jika anak itu nanti nya akan tumbuh tanpa sosok ayah . akhirnya Zaila memutuskan bahwa dia lah yang harus mengalah dia yang harus berkorban .


Meski sakit meski sulit zaila akan lakukan itu selama itu untuk kebaikan orang lain zaila akan korbankan semuanya . Terlebih lagi zaila melihat suami nya juga bingung mencari solusi yang lain .


Mungkin memang takdir zaila dimadu oleh suaminya dan mungkin pula ini adalah pilihan yang terbaik yang di berikan Allah untuk nya .

__ADS_1


" Mas Zaila ikhlas nanti nya jika mas mau menikahi maira " ucap gadis itu menunduk sedih . air matanya mulai mengalir meski ia berusaha tegar tetap saja hati nya sakit ia tidak bisa berbohong akan hal itu .


Zain terkejut akan perkataan sang istri di tatapnya sang istri yang tengah menunduk menahan tangis . Dengan perlahan zain mendekat dan memeluk istrinya erat di usap nya rambut sang istri yang panjang dengan kasih sayang .


" Mas gak akan pernah lakuin itu dek . mas hanya mencintai kamu mas gak mau sakitin hati kamu lagi pula punya istri dua itu gak gampang sayang mas harus bersikap adil pada keduanya dan mas gak bisa laku ini itu sayang . mas emang bisa nafkahi kalian berdua dengan sama tapi mas gak bisa bagi cinta mas buat dua orang karena mas hanya mencintai kamu . Mas janji mas akan cari solusinya kamu jangan ngomong kayak gitu lagi ya sayang " ucap Zain dengan lembut . sungguh Zain tau jika sang istri begitu baik hatinya. dia rela terluka untuk orang lain .


" Tapi bagaimana dengan ponakan mas . anak dalam kandungan itu butuh sosok ayah nantinya mas " ucap zaila masih menangis di pelukan Zain .


" ssttt... kamu jangan pikirkan itu dulu sayang sekarang sudah larut kamu tidur dulu ya ...mas mau telvon Abi bentar ngabarin soal berita ini " ucap Zain dituruti oleh zaila gadis itu melepaskan pelukannya dan berbaring di kasur milik nya . Dengan telaten Zain menyelimuti tubuh sang istri di cium nya kening sang istri lembut di usap nya bekas air mata yang masih menetes itu dengan perlahan .


" pejamkan matamu dan tidur lah sayang jangan pikirkan apapun mas gak mau kamu jatuh sakit . " ucap Zain tersenyum menatap sang istri yang mulai memejamkan matanya .


Cukup lama Zain terdiam memperhatikan wajah sembab sang istri . Sungguh hati Zain sakit melihat wajah istrinya ingin istrinya selalu tersenyum tapi justru malah ia yang membuat Zaila menangis .


.....


...


....


...


" Iya bi... Zain juga baru tahu berita itu tadi . Zain mohon jangan beritahu maira dulu . Zain takut dia kepikiran nanti Zain gak mau terjadi apa apa sama maira dan calon ponakan Zain . " ucap Zain di tengah tengah telvon nya dengan Fatah .

__ADS_1


" Iya Zain.... sebenarnya Abi juga bingung harus bagaimana nak . anak dalam kandungan maira butuh sosok ayah tapi ayah kandungnya telah tiada kasihan sekali nasib anak yang belum lahir itu . Andai ada orang yang bersedia menikah dengan adik mu itu dan mau menerima anak dalam kandungan juga .... Tapi bagaimana mungkin ada orang yang begitu baik Zain." ucap Fatah dengan nada sedih .


Zain hanya diam tak tau harus menanggapi apa perkataan abinya . Jujur ia juga sedih akan nasib ponakannya itu tapi mau bagaimana lagi Zain tak mungkin menikahi maira karena Zain hanya mencintai zaila dan prinsip hidup Zain ia hanya akan menikah satu kali seumur hidup .


" Abi jadi kepikiran dengan omongan maira seminggu yang lalu .... Sejak kecil hingga besar Abi membesarkan kamu dengan kasih sayang Abi tak pernah membedakan perhatian yang Abi berikan buat kamu dan maira nak .... Bahkan Abi menganggap kamu sebagai anak kandung Abi sendiri . Sejujurnya Abi malu minta hal ini sama kamu karena tak seharusnya Abi minta balas Budi pada anak nya sendiri tapi Abi tak punya pilihan lain nak ." ucap Fatah dengan tangis yang mulai keluar dari mulutnya


" Maksud Abi apa ?" tanya Zain mulai tak enak hati pikiran lelaki itu mulai berasumsi macam macam .


" Menikah lah dengan maira nak ...Abi mohon anggap itu sebagai balas Budi mu pada Abi dan umi karena telah membesarkan kamu ." ucap Fatah dengan tangis yang masih terdengar sebenarnya Fatah tak bermaksud meminta hal yang tidak sepantasnya ia minta pada Zain tapi lelaki itu tak punya pilihan lain karena ia tak mau anak perempuan nya mendapat gunjingan dari tetangga tetangga dan calon cucunya harus menanggung akibatnya .


Fatah tak mau cucunya kehilangan sosok ayah . Fatah juga tak mau cucunya mendapatkan julukan anak haram sungguh Fatah tak mau itu terjadi dan maka dari itu satu satunya jalan adalah dengan meminta hal itu pada Zain .


" Jadi selama ini kalian membesarkan dengan pamrih .... sungguh Zain tak menyangka kalian akan minta hal seperti itu pada Zain . selama ini Zain kira kalian ikhlas membesar kan Zain ... sekarang Zain sadar kalian tidak pernah ikhlas membesar Zain karena nyatanya kalian minta hal lain untuk membalas Budi pada kalian . " ucap Zain kecewa ....


....


....


...


***vote dan like plis.....


jangan lupa mampir ke novel ku asalamualaikum jodoh ya ....

__ADS_1


author sangat butuh bantuan kalian biar author tambah semangat*** ....


__ADS_2