Jodoh Ditangan Allah

Jodoh Ditangan Allah
bab 17


__ADS_3

 


Suasana Rumah besar milik Fatah berubah menjadi tenang saat Zain dan zaila baru saja tiba di sana. Kini Zain tengah memeriksa keadaan maira sedang kan umi Abi dan zaila menunggu dengan cemas di kamar milik gadis itu.


 


" Bagaimana keadaan maira mas ?" tanya Zaila setelah melihat sang suami mengerutkan dahinya heran ketika telah memeriksa keadaan sang adik.


" Aku gak yakin tapi ...." ucap Zain ragu ... jujur Zain bukan dokter umum tapi ia juga pernah menangani pasien yang ciri cirinya sama persis dengan maira .


" Maksud kamu apa nak ?" tanya Mona kawatir perasaan wanita setengah baya itu mulai tak tenang .


" Zain bukan dokter umum jadi Zain ragu lebih baik Zain hubungi temen Zain untuk pasti in apa dugaan Zain benar atau salah . " ucap pria itu dengan wajah datar .


" Ya sudah kamu hubungi temen kamu itu suruh dia kemari buat priksa maira . " perintah Fatah pada Zain .


Tanpa banyak bicara Zain pun keluar dari kamar maira dan menghubungi teman seprofesi nya itu .


" semoga dugaan ku salah . " lirih Zain ketika telah menghubungi sahabat nya itu.


Tak lama teman Zain pun datang dengan peralatan medis nya . wanita berambut pendek itu langsung memeriksa ke adaan Zain . Zaila yang mengenal teman Zain itu pun menatap suami nya penuh tanya .


" Mas kenapa malah manggil dokter Lauren dia kan dokter kandungan ?" tanya Zaila setengah berbisik di telinga Zain .


" Kamu akan tau nanti . " ucap Zain lembut meski begitu wajah lelaki itu masih saja datar.


" Bagaimana keadaan anak saya dok ?" tanya Mona setelah Lauren selesai memeriksa keadaan maira .


" Anak ibu sedang mengandung usia kandungan nya baru beberapa Minggu . "


Bagai petir perkataan dokter itu membuat semua orang yang berada di sana terkejut tapi tidak dengan Zain lelaki itu hanya diam . ia sangat prihatin akan keadaan sang adik namun ia juga tak tau harus bagaimana .

__ADS_1


Rasa kesal terhadap adik nya masih saja ia rasakan meski begitu ia akan membantu adik nya itu sebisa nya .


" bi...." ucap mona pada Fatah . Wanita itu tak mampu berkata satu kata pun dan hanya bisa menangis di pelukan suami nya .


" Kalau begitu saya permisi dulu . masih banyak yang harus saya urus ." pamit Lauren


" iya terimakasih ren ." jawab Zain mengantarkan teman nya itu keluar dari kamar .


" ehmm....." lenguh maira bangun dari pingsan nya .


" Kamu sudah siuman nak . kepala kamu gimana masih pusing ?" tanya Mona berlinang air mata . wanita setengah baya itu langsung memeluk anak nya dan menciumi pucuk kepala anak nya itu .


Sungguh hati ibu mana yang tak sakit mengingat nasib sang anak yang begitu buruk . Andai Mona bisa ia akan melakukan apapun untuk merubah nasib sang anak . tapi apalah daya ia hanya bisa pasrah dan berusaha menguatkan sang anak atas apa yang di alami anak nya .


" Umi kenapa nangis ..?" tanya maira berusaha tersenyum ia tak mau sang ibu semakin kawatir jika ia ikut menangis nanti . Maira tau pasti sang ibu telah mengetahui kebenaran nya namun ia pura pura tak tau itu.


" Kamu yang sabar ya nak ?" ucap mona menguatkan sang anak.


" Kamu gak salah nak ini semua sudah takdir dari Allah kita hanya harus ikhlas menerimanya . "


" Apa yang di katakan umi benar Mai kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri . aku tau beban kamu sangat berat tapi ini lah hidup pasti tak luput dari cobaan . " ucap maira membuat Mona tersenyum ia sangat senang sang menantu bisa berfikir an luas seperti itu.


Sedangkan maira hanya diam jujur ia masih tak menyukai zaila. terlebih lagi zaila telah merebut perhatian orang yang ia sayangi .


" kamu tenang saja kakak akan berusaha cari siapa ayah dari bayi itu . " ucap Zain yang telah kembali ke kamar maira laki laki itu duduk di samping ranjang adik nya dan mengusap pucuk kepala maira pelan .


" Kamu pasti kuat menghadapi semua ini Ra . " ucap Zain meyakinkan adik nya meski lelaki itu masih kesal tapi bagaimana pun maira adalah adik nya . adik yang harus ia jaga dan lindungi .


" Kakak gampang ngomong kayak gitu karena kakak gak ngerti perasaan maira .. kakak seneng kan nasib maira kayak gini sekarang mana ada laki laki yang mau nikahin maira . ini semua salah kakak . " ucap maira menyalahkan Zain .


" Maira gak seharusnya kamu berbicara seperti itu sama kakak kamu ." tegur Fatah menatap tak suka pada anak nya .

__ADS_1


" Apa Maira salah bicara seperti itu bi ... semua ini memang gara gara kak Zain karena kak Zain gak peka sama perasaan Maira jadi maira memutuskan untuk datang ke tempat hiburan itu karena maira frustasi ." ucap maira dengan tangis pecah .


" Frustasi apa maksud kamu nak ?" tanya Mona meminta penjelasan sang anak .


" Maira suka sama kak Zain tapi kak Zain hanya anggap maira sebagai adik ..." belum sempat maira melanjutkan ucapannya sebuah tamparan mendarat di pipi maira .


" apa pantas kamu menyimpan perasaan pada kakak kamu sendiri mai kamu tahu kan itu salah . " ucap Fatah penuh emosi .


" Hanya kakak angkat Abi jangan lupa akan hal itu ..." ucap maira menangis memegang pipinya yang memerah ia tak menyangka kalau Abi nya akan sejarah itu hingga menampar nya .


" Sudahlah bi.... mungkin ini memang salah Zain yang terlalu memberi harapan pada maira walaupun sebenarnya Zain hanya memberikan perhatian sebagai kakak tak lebih tapi maira salah mengartikan nya . Abi tenang saja lelaki itu pasti ketemu ...Zain akan paksa dia buat nikahi maira agar anak dalam kandungan maira punya ayah . " ucap Zain pada akhirnya ia tak mau memperkeruh suasana karena melihat sang Abi yang telah marah pada maira.


" Lalu bagaimana kalau lelaki itu tak ketemu ... apa kakak mau nikahin maira agar anak maira punya ayah ...enggak kan ?" ucap maira membuat Zain terdiam tak tau harus menjawab apa .


" Jangan dengarkan maira Zain ... lebih baik kamu fokus cari lelaki itu Abi yakin kamu pasti bisa nemuin lelaki itu . dan kamu maira Abi gak mau dengar apa apa lagi dari mulut kamu lebih baik kamu diam . " ucap Fatah tak dapat di bantah lagi ... Mona hanya terdiam dan menenangkan maira di pelukannya sedangkan zaila wanita itu sibuk dengan pikirannya sendiri. begitu pula dengan Zain ....


Baru saja masalah selesai kini ada masalah baru yang harus mereka hadapi ....


....


....


....


***penasaran gak ya ..... yang penasaran jangan lupa like dan vote nya yang banyak .


oh iya yang belum baca novel ku asalamualaikum jodoh tolong di baca ya karena author lagi butuh banget vote dan like di novel author yang satu itu ....


author tunggu vote dan like nya ...yang udah vote dan like makasih banyak ...


sekian dan terimakasih tunggu kelanjutan ceritanya ya*** ...

__ADS_1


__ADS_2