
Malam yang dingin penuh ketegangan itulah suasana kediaman Fatah saat ini . Ditengah tengah ruang keluarga saat ini telah berkumpul keluarga nya dan juga keluarga dari Zaidan .
Gadis berkerudung pink yang saat ini tengah kecewa karena kenyataan tak sesuai harapan nya .
"Jadi maksud nak Zaidan ini nak Zaidan rela menggantikan posisi Zain untuk menikahi anak saya maira ?" tanya Fatah pada pria dihadapannya itu.
"iya pak saya bersedia menikahi anak bapak ." ucap Zaidan dingin tak ada senyum ramah di muka lelaki itu yang ada hanyalah wajah datar serta mata tajam yang menusuk hati.
" Apa nak Zaidan yakin mengingat kondisi anak saya yang tengah mengandung anak dari pria lain ?" tanya Fatah ragu ..
"Yakin " hanya itu jawaban Zaidan membuat Fatah tersenyum senang . Lelaki itu senang karena kini masalah yang menimpa keluarga nya telah menemukan titik terang .
"Saya sih setuju saja asalkan nak Zaidan tidak terpaksa karena sesuatu yang dipaksakan tidak akan baik nantinya . dan bagaimana menurut kamu maira , apa kamu setuju menikah dengan Zaidan ?" tanya Fatah pada anak perempuan nya yang saat ini tengah menunduk . Jujur maira kecewa , ia sudah berharap bahwa yang akan menikahi dia adalah Zain orang yang ia cintai namun kini harapan itu pupus .
Karena Zaidan telah menghancurkan semua angan angan nya . Dan maira hanya bisa pasrah mengingat keluarga nya dan anak dalam kandungan nya yang sangat membutuhkan figur seorang ayah .
Maira hanya mengangguk perlahan air mata gadis itu mengalir . Ia sudah pasrah akan takdir yang tak berpihak kepadanya. Ia hanya bisa berharap semoga keputusan yang ia ambil tak akan salah nanti nya .
"Alhamdulilah kalau begitu kita harus mempersiapkan pernikahan mereka . " ucap Fatah semangat .
"Seminggu lagi di rumah ini saya akan menikahi maira tidak ada pesta ataupun tamu undangan mengingat perut maira yang semakin membesar ." ucapan Zaidan membuat semangat Fatah luntur namun ia lebih memilih tersenyum dan menyetujui keputusan Zaidan .
Sementara zaila merasa tak enak hati mengingat sifat Zaidan yang dingin pada keluarga maira .Gadis cantik itu menatap suaminya sendu sedangkan sang suami hanya tersenyum dan mengusap tangan nya lembut .
" Oh iya nak , bagaimana sudah ada hasil belum ?" tanya Mona pada zaila .
__ADS_1
"belum umi ...doa kan saja semoga kami segera di karuniai momongan . " ucap zaila tersenyum lembut .
" Umi selalu doa kan nak .. " ucap mona membalas senyuman sang menantu . Mereka semua tampak bahagia tapi tidak dengan maira dan Zaidan yang saat ini tengah sibuk dengan fikiran nya masing masing .
.....
....
...
Maira tak menyangka bahwa hari ini adalah hari dimana ia akan menjadi seorang istri dari seseorang yang sama sekali tak ia kenal . Ditatap nya ruang tamu yang sudah di hias dengan bunga bunga dan beberapa kain dekorasi dengan sendu .
Di usap nya perut gadis itu yang masih kecil tak banyak perubahan pada tubuh nya karena memang usia kandungan nya masih sangat muda .
Gadis berkerudung putih itu menghela nafas lagi berusaha menghilangkan rasa gelisah di hatinya . Demi anak dalam kandungan nya ia rela menikah dengan orang yang menurut nya begitu dingin Tak tersentuh ingin rasanya maira menolak pernikahan ini tapi ....
Sang jabang bayi membutuhkan sosok ayah . Ia tak mau nanti nya sang anak akan mendapatkan cemoohan dari orang luar karena tak memiliki ayah . Ia tak mau anak nya di katai anak haram meski Kenyataan nya memang begitu .
" Kamu senang kan .....?" tanya maira menatap tajam zaila .
" Maksud mbk apa ya , tentu saja zaila senang sebentar lagi mbk akan jadi kakak zaila . kita akan jadi keluarga kalau itu yang mbk maksud " ucap zaila masih dengan senyum bahagia nya .
" Jangan pura pura sok baik aku tau kamu senang bukan karena itu tapi karena aku akan menikah dengan kakak kamu kan sehingga aku gak bisa nikah sama mas Zain kamu puas kan bisa memiliki mas Zain seutuhnya tanpa ada yang ganggu .... Kamu tertawa di atas penderitaan ku kan .... kamu seneng kan udah hancurin semua harapan ku ..." ucap maira membuat Zaila menatap tak percaya ke arah maira ..
" Dengar ya zaila ... gara gara kamu mas Zain gak bisa nikahin aku dan gara gara kamu juga mas Zain gak bisa balas perasaan ku ... Kamu pikir kamu akan bahagia setelah merebut kebahagiaan orang lain ... Lihat saja kamu akan lebih menderita dari pada aku nantinya . " ucap maira berlalu pergi menuju kamar nya kembali sedangkan zaila gadis itu hanya mematung mendengar semua ucapan adik ipar nya . Ia merasa terpukul dan takut apabila yang di ucapkan sang adik akan menjadi kenyataan .
" Mas cari in kemana mana ternyata kamu disini dek "ucap Zain yang baru saja datang . sontak zaila menatap sang suami dengan senyum palsu nya ia tak mau sang suami tau akan pembicaraan nya dengan maira tadi ia tak mau sang suami marah pada adiknya itu ...jadi ia lebih memilih tersenyum seakan semua baik baik saja walau nyatanya tidak seperti itu .
" Iya mas ... ada apa nyari in zaila ?" tanya zaila dengan senyum manis nya .
__ADS_1
" aku kangen sama kamu .." ucap Zain tersenyum menggoda pada zaila .
" Mas tuh ya baru ditinggal sebentar aja udah kangen apalagi lama ..." sindir zaila terkekeh .
" Ya abis nya kamu ngangenin dek ." ucap Zain memeluk zaila dari belakang .
" Ih lepasin mas malu di lihatin orang orang . " ucap Zaila menatap sekeliling nya yang telah ramai .
" Aku lupa kalau ini bukan kamar kita . " ucap Zain melepaskan pelukannya dan tersenyum kikuk ..lelaki itu tampak salah tingkah melihat sekeliling nya yang tengah menatap pasangan itu dengan senyum menggoda dan Zain lebih malu lagi ketika mata nya bertatapan dengan ayah mertuanya yang tengah menatap nya dengan senyum menggoda seakan mengejek .
"Malu kan sekarang ..." sindir zaila membuat Zain menggaruk tengkuknya salah tingkah .
" Kenapa kamu gak bilang kalau ada papa disitu kan mas malu . " ucap Zain berbisik ditelinga zaila .
" Ya mas sih gak nanya ." ucap zaila terkekeh kemudian gadis itu berlalu meninggalkan Zain yang tengah menahan malu seorang diri .
" Dek mas ikut ..." teriak Zain menyusul zaila yang berjalan menjauh dari kerumunan .
Sementara itu sedari tadi mata tajam menatap zaila dengan kilatan marah .
" Kamu berani berbicara seperti itu pada adik ku tersayang .... awas saja kamu maira . " ucap Zaidan yang mendengar semua perbincangan calon istri nya dengan sang adik .
....
...
...
***Ukey buat cerita maira dan Zaidan akan aku lanjut setelah cerita ini selesai jadi jika kalian penasaran mohon bersabar menunggu ....
__ADS_1
jangan lupa vote dan like cerita ini biar author nya rajin up ....
semoga kalian gak bosen sama cerita ini*** ....