Jodoh Ditangan Allah

Jodoh Ditangan Allah
bab 12


__ADS_3

 


Zaila menatap anak kecil di depan nya dengan iba . Meski pandangan nya terhalang oleh kaca besar tapi Zaila bisa melihat anak sekecil itu sudah mempunyai penyakit yang begitu parah .


 


Banyak alat medis terpasang di tubuh nya gadis kecil itu . Tubuh kurus wajah pucat pasi semakin membuat Zaila tak tega melihat nya .


Melihat itu Zaila merasa di ingatkan bahwa dirinya amat beruntung masih diberi kesehatan dan kasih sayang orang tua nya . Tidak seperti gadis malang di hadapan nya itu .


Di tengah perjuangan nya untuk bertahan hidup justru tak ada satu orang pun yang menemani nya dan hal itu lah yang membuat air mata Zaila menetes dengan sendirinya .


" Kamu kenapa nangis dek ?" tanya Zain mengusap usap bahu sang istri seakan memberi ketenangan .


" Zaila kasian sama anak itu mas , apa sampai saat ini orang tua nya masih belum datang menengok nya .?" tanya Zaila dengan mata berkaca-kaca menatap mata teduh Zain .


" Orang tua nya pembisnis sukses sayang . mereka lebih mementingkan pekerjaan daripada anak nya sendiri . " ucap Zain seraya menghapus air mata Zaila yang mulai menetes . Lelaki itu tau hati istri nya begitu lembut dan mudah tersentuh.


" Boleh gak Zaila datang setiap hari kesini ? , zaila kasihan sama anak itu zaila mau nemenin dia disini . " ucap gadis itu menatap penuh permohonan kepada sang suami .


" Tentu saja boleh sayang . Andai dia udah sadar pasti dia seneng ketemu sama kamu . " ucap Zain menatap lurus ke arah pasien dihadapan nya itu dengan senyum getir nya .


" Aku yakin dia akan segera sadar mas ." ucap Zaila memegang tangan sang suami seakan akan meyakinkan pria itu .


" iya dek mas harap juga begitu . ya udah jadwal mas udah selesai nih , kita pulang yuk . " ajak Zain menatap sang istri dengan lembut nya .


setelah menjenguk pasien nya Zain dan zaila pun memutuskan untuk pulang karena memang Zain sudah tidak ada jadwal pemeriksaan kembali . di tengah jalan zaila menatap jalanan dengan sendu .


" Mas tau kamu masih kepikiran sama pasien ku tadi kan dek. " tebak Zain seraya melirik sang istri yang berada di samping nya .

__ADS_1


" Zaila hanya merasa beruntung mas dari kecil saat zaila sakit mama selalu nemenin Zaila . ngrawat zaila dengan tulus gak pernah ngeluh sama sekali . Papa juga begitu sayang nya sama zaila , saat zaila sakit papa selalu beri semangat dan berkata " kamu pasti sembuh nak " kata papa dengan yakin nya bahkan papa rela batalin perjalanan dinas keluar kota hanya demi nemenin aku yang lagi sakit . maka dari itu zaila merasa beruntung banget gak seperti pasien kamu itu . " ucap Zaila tersenyum getir mengingat gadis kecil itu .


" Ya mas juga merasa begitu dek . mas udah sering hubungi keluarga nya tapi ya gitu setiap kali mas hubungi yang angkat pasti pembantu nya . yang penting mas udah berusaha sebaik mas dek untuk anak itu . " ucap Zain sendu .


" Semoga ada mukjizat untuk anak itu ya mas ."


" Amin ..." lirih Zain seiring dengan mobil nya yang melaju sedang ..membelah jalanan yang sunyi ....


......


....


....


Malam pun tiba tangan lembut bak kapas itu meraih tangan milik Zain dan mencium nya lembut sementara Zain mencium kening zaila dengan penuh cinta .


Mereka baru saja menyelesaikan solat isya berjamaah dimana Zain menjadi imam nya dan zaila menjadi makmum untuk nya .


" Duh gimana nih ngomong nya nanti .." ucap zaila dalam kamar mandi gadis cantik itu tengah bingung memikirkan jatah yang akan ia berikan pada Zain malam ini .


dengan perlahan zaila membuka kamar mandi gadis cantik itu tampak segar setelah mencuci muka nya. Perlahan lahan dia mendekati sang suami dan berbaring di sampingnya .


" Mas..." lirih zaila canggung . Zain tersenyum simpul ia tau sang istri akan membahas masalah tadi pagi. Ide jahil pun muncul di benak Zain . lelaki itu tak menanggapi panggilan zaila sama sekali dan tetap berpura pura tak mendengar panggilan dari sang istri.


" Mas Zaila mau ngomong ..."ucap zaila lagi kali ini suara gadis itu agak sedikit keras namun Zain tetap diam . zaila yang mendapat respon seperti itu pun mengerucut kan bibirnya kesal .


" Mas Zaila mau ngomong nih ..." ucap Zaila lagi merasa di acuhkan zaila pun menyerah dan berbalik memunggungi sang suami . Hati nya merasa sakit karena di abaikan oleh pria itu .


Melihat sang istri sudah kesal terhadapnya Zain pun menghentikan aksi jahil nya itu . lelaki itu meletakan henphone milik nya ke atas nakas kemudian di rengkuh nya tubuh zaila dari belakang dan berbisik di telinga sang istri .

__ADS_1


" Mau ngomong apa sih sayang kayak nya penting banget sampai ngambek begitu . "goda Zain tersenyum jahil .


" Gak jadi ngomong dah lupa mau ngomong apa . " ucap Zaila ketus pada Zain membuat Zain terkekeh dan mencubit hidung zaila gemas .


" maafin mas ya dek tadi mas cuma iseng aja gak jawab omongan kamu . mas tau kok kamu mau ngomong apa pasti soal tadi pagi kan ?" tebak Zain membalikkan tubuh istri nya menjadi terlentang. lelaki itu memandang mata sang istri dengan lembut .


" kalau mas udah tau kenapa mas gak minta hak mas ?" tanya Zaila pada Zain .


" Kalau mas minta apa kamu bakal kasih ?" tanya Zain dengan serius namun kali ini lelaki itu tetap tersenyum lembut .


" tentu saja mas itu udah kewajiban zaila " ucap zaila malu malu . membuat Zain menjadi tak tahan melihat tingkah istrinya itu .


" Kalau gitu mas gak perlu minta izin lagi . " ucap zain mendekatkan wajah nya ke ubun ubun sang istri dan membaca doa sebelum lelaki itu mencium istri nya dengan lembut .


zaila memejamkan hanya bisa memejamkan matanya dan menerima semua sentuhan yang di berikan suami nya tanpa mereka sadari mereka terbuai dalam kenikmatan hingga tak ada selembar benang pun di tubuh mereka.


" izinkan mas ..." lirih Zain ditengah nafas nya yang terendah engah mendengar itu zaila hanya bisa menggukan kepala nya yang zaila tau mulai malam itu ia sudah menjadi milik Zain seutuh nya dan mulai malam itu juga zaila sudah memutuskan untuk melabuhkan hatinya sepenuhnya untuk suaminya Zain.


Malam semakin gelap dan 2 manusia itu tengah menikmati masa masa bahagia di antara mereka tanpa beban sama sekali ...


mungkin sekarang mereka bahagia tapi hidup tak selama nya semulus itu masih ada masalah yang akan menanti mereka di kemudian hari.


.....


...


...


jangan lupa vote nya like nya ya ....

__ADS_1


maafin author baru sempet up ..


__ADS_2