Jodoh Ideal Sang Tuan Muda Genius

Jodoh Ideal Sang Tuan Muda Genius
Mendapat juara pertama


__ADS_3

Via segera memesan makan malam untuk kakaknya, sementara Al berlalu kekamar mandi. Tadinya via ingin berbaring cantik juga bermalas malasan mumpung lagi tidak dimansion, ehh sekarang semuanya terancam gagal sejak kedatangan kakaknya. Dengan muka kesal dia mengambil kembali buku teks matematikanya, lebih baik belajar aja daripada makin kesal pikirnya.


Sebenarnya tanpa via sadari dia sudah mulai akrab dan nyaman dekat dengan kakaknya Al, tidak seperti pertama kali dia datang jangankan ngobrol kayak tadi bahkan dengan jarak 3 meterpun dia takut. Namun kini berada dalam ruangan yang sama dia tidak merasa gugup atau canggung apalagi takut yang ada malah kesal. Kenapa kesal? Tentu saja kesal me time terganggu nasib,,,nasib


Tak menunggu lama akhirnya pesanan via pun diantar pas saat Al keluar dari kamar mandi. Seusai pelayan meletakkan hidangan dia bergegas keluar. Sementara Al dengan santainya keluar kamar mandi dengan hanya memakai handuk dipinggangnya membuat via makin kesal. Sengaja banget ya bikin sensasi, dikira dia seksi begitu huh yang ada bikin mual batinnya. Via benar benar mengumpati Al dengan keras keras walau hanya didalam hatinya. Puas kan gue


"Kak itu pake baju dulu lah sebelum makan, gak takut masuk angin apa?"


"Baju kakak belum diantar vi, ato adakah baju via yang bisa kakak pake?" Al mencoba peruntungan


"Baju via gada yang gede kak, dimana rupanya baju kakak biar via jemput"


"Udah dijalan mungkin bentar lagi nyampe" karna tak mendapat pinjaman baju terpaksa deh Al meminta bawahannya segera mengantarkan bajunya.


Kini Al sudah makan dan sudah ganti baju juga, namun tak ada tanda tanda mau istirahat duluan. Via yang dari tadi menunggu Al istirahat duluan makin kesal karna rencananya dia mau menelpon dengan sahabatnya miya. Alhasil rencananya gagal lagi. Katanya capek tapi ga tidur tidur sih? Gerutunya


"Kenapa via, apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan?" Samar samar Al mendengar gerutuannya


Via terkekeh pelan "gak kok kak hehe,, hem,,,kakak belum mau istirahat?"


"sebentar lagi, masih ada yang mau kakak kerjakan" Al mengambil laptopnya lalu berjalan kearah meja.


"bukankah kakak lelah setelah perjalanan jauh? Kenapa masih mau kerja?"


"gapapa, ini cuma sedikit kok"

__ADS_1


"oh,,"


Via udah gak peduli lagi dengan kakaknya, ia bergegas menyimpan buku teksnya mengatur alarm dan tidur. Percuma juga, semua rencananya tak ada satu pun yang jalan mending tidur. Al yang melihat gadisnya tidur dengan muka kesal sedikit merasa bersalah. Al sebenarnya mendengar gerutuan gadisnya, tapi tidak ingin membiarkan gadisnya tidur larut makanya Al memaksakan diri bekerja supaya gadisnya menyerah dan tidur duluan. Setelah via tertidur Al juga lekas tidur, sungguh badannya sangatlah lelah.


Keesokan harinya Via sudah bersiap untuk berangkat kelokasi olimpiade yang jaraknya tidak jauh dari hotel tempat ia menginap. Al juga sudah standby namun tak ingin membuat rumor yang tidak perlu Al memilih lebih dulu berangkat dengan asistennya. Kini via, robi dan juga arsen sudah tiba dilokasi bersama pak ridho. Setelah semuanya beres mereka diarahkan langsung ketempat duduk masing masing. Pak ridho selaku guru pendamping hanya bisa duduk dikursi penonton. Dari jauh Al sudah melihat gadisnya duduk dikursi peserta. Namun via sendiri tidak melihat posisi duduk kakaknya.


Setelah membaca aturan, olimpiade resmi dimulai. Rupanya siswa siswi yang ikut lumayan banyak sekitar 100 orang dari berbagai sekolah. Pun tingkat kesulitan soalnya juga tidak main main. Namun semua soal soal matematika yang keluar dapat dijawab dengan benar juga cepat oleh via. Membuat semua orang yang ada dilokasi kagum. Termasuk Al yang tidak menyangka kalo gadisnya benar benar cerdas. Dengan durasi yang singkat gadisnya bisa menjawab soal soal dengan mudah bahkan para profesor yang hadir ikut menjawab tidak secepat via dalam menemukan jawabannya. Tidak berlangsung lama hasil pemenang olimpiade pun keluar. Sebagai juara pertama diraih oleh via, juara kedua dan ketiga diraih oleh sekolah lain. robi dan arsen hanya bisa tersenyum lesu karna tidak mendapat juara.


Kemudian via dipanggil kepodium untuk menerima hadiah piala penghargaan, sertifikat juga hadiah uang tunai. Saat via maju kedepan banyak sekali bisik bisik terdengar disekitarnya. Bahkan ada yang terang terangan menghadangnya, meminta nomor telponnya. Al yang melihat itu hatinya memanas, benar saja banyak sekali orang orang yang menginginkan gadisnya. Gery yang melihat gelagat tuan mudanya segera mengkode pengawal untuk segera mengamankan via menuju podium. Dan disinilah via berdiri setelah terbebas dari para siswa yang menghadangnya tadi.


Setelah penyerahan hadiah seluruh peserta dan panitia berfoto bersama bersalaman dan pamit pulang.


Dimobil dengan wajah suram Al menunggu via. Gery sudah menghubungi pak ridho untuk membawa via pulang dengan tuan mudanya. Hampir 20 menit baru tampak via keluar dari gedung dengan membawa hadiahnya. Gery keluar membuka pintu untuk via. Setelah masuk via tiba tiba merasa kedinginan, apa pendinginnya begitu bagus sampe sampe dia mengigil tiba tiba? Pikirnya


"hm..,"


"hanya itu?"


"lalu kamu mau apa lagi? Bukankah paman mo sudah memberimu tiga kartu? Apa itu belum cukup?"


via sejenak terdiam teringat tentang kartu yang diberikan paman mo sebelum keberangkatannya. Apa maksud kakaknya tentang itu? emang apa hebatnya? Dia cuma ingin pujian tulus dari kakaknya bukan uangnya.


"cukup kok sangat cukup" via mendesah pelan. Seketika suasana berubah hening. Gery yang mengemudi tiba tiba angkat bicara


"nona kita akan langsung kebandara, semua barang nona yang dihotel sudah dipindahkan kebagasi"

__ADS_1


"hah? Lalu gimana dengan baju saya kak, masa ia pake baju seragam sekolah kebandara?" Al yang mendengar via memanggil gery dengan sebutan 'kakak' semakin membuatnya marah.


"barusan kamu panggil apa sama gery?" tanya Al dengan muka suram


via menyadari adanya tanda bahaya menoleh


"kak,,kakak,,panggil kakak" jawabnya terbata bata. ini kenapa muka kak Al seram banget ya?


"coba ulangi?"


"ulangi? Ulangi apa kak?" via masih belum connect. Sementara gery yang mengemudi sudah berkeringat jagung saking gugup juga takut. Tuan muda klo cemburu sungguh menyeramkan


"via dengar, kamu hanya bisa memanggil kakak hanya padaku selain itu tidak boleh" tegas Al dengan suara seraknya menahan marah juga cemburu. Via menyadari kemarahan Al hanya menganggukkan kepala, gawat kakak klo marah horror banget.


"lalu bajuku gimana?"


"sebentar akan diantar tunggu saja"


"oh ok" lalu via tersadar akan sesuatu


"lalu aku harus panggil apa padanya kak?" tangannya menunjuk gery, sontak gery duduk tegap


"panggil paman"


"oh baiklah" angguk via. gery yang mendengar ingin menangis saja, apa dia sudah setua itu hingga dipanggil paman?

__ADS_1


__ADS_2