
Al melangkah dengan gontai setelah menghadiri rapat rutin dengan para pimpinan perusahaan cabangnya. Hampir tidak lebih dari tiga jam istirahatnya setiap malam dikarenakan kesibukan antara perusahaan, proyek dan lab penelitiannya. Asisten gery sering merasa kasihan melihat atasannya itu yang tidak memiliki waktu untuk sejenak bersantai. Jika bisa ingin sekali ia mengambil alih salah satu kesibukan itu entah perusahaan atau proyek. Klo lab penelitian tentu mustahil. Namun untuk perusahaan dan proyek mungkin bisa diwakilkan hanya saja para client seringkali mencari Al untuk sesuatu, jarang sekali mereka mau diwakilkan oleh asisten tersebut. Namun gery sangat tau hal itu dikarenakan apa, itu karna para client ingin sekali menjodohkan para kerabat atau bahkan putri mereka dengan Al. Tidak tahu saja jika tuan mudanya tidak sembarangan mencari jodoh. Dan bahkan sekarang calon nyonya muda pun sudah ditetapkan, sia sia saja pikirnya.
Gery melihat tuan mudanya memasuki mobil segera dia berlari untuk ikut. Di dalam mobil gery memperhatikan tuan mudanya lalu bertanya
"tuan muda ingin makan malam apa? Biar saya hubungi koki mansion" tanya gery. Selama diluar negeri Al juga tinggal disebuah mansion seperti di kota F. Hanya saja mansion tersebut dibawahnya ada bangunan luas juga yang digunakan sebagai lab penelitian. Hal itu begitu rahasia. Hanya orang tertentu yang tau bahkan mama Al tidak tahu sama sekali.
"pesankan bubur putih dengan irisan daging halus, pencernaanku kurang nyaman" jawabnya
"ok. Apa perlu saya panggil dokter pribadi anda?"
"tidak perlu. Untuk hal seperti ini masih bisa saya tangani"
"baiklah"
Sepuluh menit kemudian mereka tiba. Para pelayan sudah bersiap menunggu tuan muda dipintu besar mansion. Al memasuki mansion diikuti oleh gery yang langsung menuju meja makan. Mereka berdua makan bersama. Meskipun gery adalah bawahan Al tapi untuk makan mereka kerap kali bersama. Ini dikarnakan kesibukan jika bisa waktu makan digunakan serentak kenapa tidak agar setelah itu bisa melanjutkan hal yang lain. Tidak saling menunggu. Usai makan Al bangkit lalu kekamar untuk bersih bersih lalu akan dilanjut ke lab bawah tanah untuk melanjutkan penelitian. Sementara gery akan berada diruang kerja mengerjakan semua pekerjaan nya dan juga tuan mudanya, agar Al hanya tinggal periksa dan tandatangan. Keduanya sudah biasa melakukan hal itu selama diluar negeri. Gery hanya bisa pasrah bekerja 24 jam tanpa mengeluh. Gimana pun juga dia butuh gaji yang banyak untuk menyokong keluarganya yang terdiri dari ibu dan adiknya. Jika lembur dia akan memiliki gaji tambahan yang hampir sama seperti gaji normalnya. Jadi rezeki harus digapai desahnya. Namun saat ini dia tidak sadar jika handphone tuan mudanya sedang ada disaku jas nya. Selama rapat tadi Al menitipkan padanya. Saat melepas jas dia baru menyadarinya, buru buru ia berjalan kearah lift menuju ruang bawah tanah. Sesampainya disana gery hanya bisa masuk dibagian ruang tunggu sambil menekan tombol pemanggil. Al yang sibuk tiba tiba melihat tanda merah menyala didinding lab tanda ada yang memanggil. Dia berdiri keluar menjumpai gery. Kenapa Al tau itu gery? karna cuma gery yang hanya bisa masuk ke ruang tunggu, yang lain seperti para peneliti memiliki akses masing masing untuk memasuki lab dalam.
"ada apa?" tanya Al
"tuan muda maaf tadi saya lupa mengembalikan handphone anda, dan sepertinya ada pesan dari paman mo" jawab gery sambil menyodorkan handphonenya ke arah Al. Al langsung saja merebutnya lalu melihat pesan paman mo. Rupanya itu adalah sebuah video. Al melambaikan tangannya mengusir gery. Gery berlalu kembali keruang kerja untuk melakukan tugasnya.
Perlahan Al berjalan kembali kedalam lab, duduk disofa lalu membuka video. Tampaklah via gadisnya sedang berdiri dibalkon sambil memainkan biola. Mendengar lagu yang dibawakan via sontak membuat Al merasa hangat dihatinya. Apa gadisnya sedang merindukannya? Pikirnya. Ada seyuman diwajah Al tatkala mengartikan lirik lagunya. Al juga memperhatikan gadisnya yang sedang menikmati permainan biola tersebut, namun yang menjadi fokus Al kini adalah penampilan gadisnya. Gadisnya sangat cantik dengan rambut panjang tergerai. Walau saat divideo via menutup mata, justru kecantikannya tidak berkurang malah semakin terpancar. Jantung Al berdegub kencang. Baru setahun tidak melihat gadisnya tapi gadisnya sudah begitu memukau, apa jadinya nanti jika gadisnya diperkuliahan? Apa akan banyak lelaki yang mendekati? Al panik. Segera dia menghubungi gadisnya, di kota F saat ini masih sore.
__ADS_1
"halo via, lagi apa?"
"hm,,kakak" via mengangkat telpon sambil mengucek matanya karna baru bangun
"via kapan mulai masuk kuliah?"
"hoamm,,,kak masuk kuliah mulai awal bulan depan, sementara untuk mengisi formulir tiga hari lagi. Kenapa kak?" via menjawab dalam keadaan mengantuk tapi masih bisa berfikir jernih. Baru 30 menit dia merebahkan badannya setelah konser pribadinya diruang musik, namun kakaknya malah nelpon. Huh,,mimpinya baru saja dimulai eh dan dipaksa bangun desahnya
"kakak hanya memastikan. Via baru bangun?"
"iah kak,,kakak gimana kabarnya disana?"
"via baik kak."
Hening, Al bingung gimana caranya menyampaikan supaya gadisnya jangan dekat dekat dengan para lelaki.
"kak? Kenapa kakak diam?" via tiba tiba memanggilnya
"hm.,apa pihak kampus sudah menghubungimu?" aduhh kenapa jadi malah nanya itu sih? Al menggerutu
"belum kak. Mungkin besok"
__ADS_1
"via,,kakak berharap kamu fokus kuliah, tidak pacaran atau banyak bermain. kakak tidak ingin kamu terlena" dengan segala upaya Al memberanikan diri menyampaikan kehawatirannya. Takut banget klo gadisnya direbut orang.ck ck ck
"kakak, jangan kuatir via gak bakalan pacaran atau main main saat kuliah. Via gak bakal nyianyiain kesempatan emas ini buat masa depan via. Kakak yakinlah sama via" terangnya
"bisa via janji sama kakak?"
"tentu saja kak. Via janji klo perlu kakak yang nyari suami via, via gak akan protes. Via kan udah pernah bilang klo via gak mau pacaran, maunya langsung nikah aja. Kakak lupa?"
"bukan kakak lupa, hanya saja kakak kuatir via terlena dengan dunia perkuliahan. Disana berbeda dengan masa sekolah yang banyak aturan. Diperkuliahan rata rata mahasiswa bebas dalam bergaul, via ngertikan maksud kakak?"
"hm. Via ngerti kak. Percayalah via tidak akan terlena, via akan menyelesaikan studi via dengan sebaik mungkin.Jika kakak masih kurang yakin kakak boleh kirim mata mata via gak masalah asalkan kakak bisa tenang" jelasnya
"baiklah kakak percaya. Kakak pegang janji via. kakak akan terus memantau via walau kakak tinggal jauh dari rumah"
"kakak atur aja gimana bagusnya" Via heran kenapa kakaknya begitu was was belakangan ini? Padahal selama ini tidak begitu? Yasudahlah,,,itu urusan dia.
"baiklah klo gitu kakak tutup dulu, via baik baik disana"
"iah kak, bye kak"
Seusai mematikan telpon via bangkit dan bersih bersih karna udah sore. Sementara Al diujung dunia sana malah bengong sendiri, apa aku terlalu kentara ya cemburunya? Apa via akan menjauh jika dia sadar? Ahh,,perasaan ini benar benar menyiksa.
__ADS_1