
Sesampainya dishowroom via dan mama sena disambut antusias oleh para karyawan showroom. Mungkin melihat tampilan mama sena yang anggun juga via yang cantik para karyawan yakin akan ada pembelian yang bagus. Dibantu oleh salah satu staf via dan mama sena diajak berkeliling melihat mobil dan sekaligus mengenalkan kelebihan dan kekurangan mobil mobil tersebut. Via sebenarnya gak terlalu milih tapi mama sena begitu semangat seakan dia yang akan memakai mobilnya.
Dengan penuh pertimbangan mama sena memutuskan untuk memilih mobil lamborghini putih. Namun sebelum mama sena melakukan transaksi via menarik tangan mama sena kesudut ruangan
"Mama, itu mobil mewah gak cocok via pakai kekampus, jadi pilih yang lain aja ya?" Tawarnya
"Sayang, itu mobil sangat cocok buat kamu selain modelnya manis warnanya juga kalem"
"Betul yang mama bilang namun jika via make itu mobil kekampus yang ada kampus akan heboh, dan mungkin akan banyak para mahasiswa yang akan foto foto, belum lagi teman via akan menilai via pamer. Via gak mau mah" rengek via yang sudah seperti anak gadis yang permintaannya ditolak mulu.
"Tapi sayang mama pengen via beli yang itu mama suka jika via make tuh mobil"
"Gini aja mah karna via masih kuliah, sebaiknya via jangan terlalu menonjol takutnya teman teman via akan serakah memandang via dan mau berteman hanya karna via dianggap anak orang kaya. Via gak mau punya teman yang seperti itu mah" bujuknya. Mama sena yang mendengar itu pun merasa masuk akal. Ia tidak ingin via punya teman karna memandang status yang ada via akan sakit hati. Akhirnya mama sena memutuskan untuk menyerah pada ide tersebut.
"Jika via tidak ingin itu mobil jadi maunya yang mana nak?"
__ADS_1
"Menurut via yang itu lebih cocok mah, selain kecil juga gak menonjol jika dibawa kekampus" via menunjuk salah satu mobil mini cooper mini electric warna merah maroon.
"Tapi itu mobil harganya murah nak, pasti kualitasnya kurang bagus" jawab mama sena kurang yakin dengan pilihan via.
Padahal harga satu mobil mini cooper sudah hampir 1 m dan yang via pilih merupakan yang termahal lebih dari 1 m. Itupun masih dibilang murah apa kabar dengan harga mobil yang 300 jutaan? Kepala via mendadak pusing mendengar ocehan mama sena. Syukur tidak ada orang lain yang mendengar jika tidak bisa dipastikan mama sena akan kena umpatan.
"Mama, itu mobil kualitasnya udah bagus loh. Harganya aja udah lebih 1 m jadi itu dah mahal mah. Via justru kuatir jika via make tuh mobil kekampus akankah kawan kawan via memandang via serakah?" Terang via melihat label harga mobil yang terpampang jelas dikaca mobil berikut spesifikasinya. Mama sena yang mendengar itupun tersadar kembali.
"Yasudah jika itu maunya via, mamah tidak akan melarang. Tapi lain kali mama beli mobil untuk via, via gak boleh nolak yah?"
"Baiklah. Ayok kita selesaikan administrasinya" ajak mama sena
"Ayok mah, via udah bawa kartu yang pernah dikasi kakak al. Tapi via gak tau apakah uangnya cukup atau tidak" keluhnya. Karna memang via belum pernah menggunakan ketiga kartu tersebut. Dan via juga tidak pernah tau berapa isi dan limit kartu kartu tersebut. Mama sena yang melihat via mengeluarkan kartu itu kaget rupanya putranya begitu royal pada via, hati mama sena begitu senang putranya benar benar menghargai via.
"Sayang, itu kartu kapan dikasi sama putra mama yang nakal itu?" Tanya mama sena
__ADS_1
"Oh ini dikasi setahun yang lalu mah, sekitar sebulan setelah via dimansion. Kenapa mah? Apa kartu ini isinya tidak cukup membayar mobil itu? Via masih punya tabungan kok untuk nambahi" memang benar via memiliki tabungan yang lumayan banyak semenjak ia melakukan kerja sampingan dengan menjual jasa terjemahan bahasa asing, membantu pencarian dengan ilmu peretasan miliknya, menjual hak cipta game yang diciptakannya dan bahkan hasil dari yo*tube miliknya.
Yo*tube miliknya bahkan menghasilkan lebih banyak berkat hasil video alunan musik yang diunggahnya. Via benar benar memanfaatkan kemampuannya dengan baik untuk menghasilkan uang. Tapi itu semua tidak ada yang tahu, bahkan al kakaknya yang genius tidak akan bisa mendeteksinya berkat kemampuan via dalam ilmu komputer semuanya tersimpan dengan rapi.
Mama sena yang mendengar perkataan via tidak tau ingin menangis atau tertawa. Tidakkah via tau isi dari salah satu kartu yang ditangannya itu bisa membeli semua mobil yang ada dishowroom ini dan sekarang via punya tiga, tiga kartu? Mama sena hampir saja tertawa terbahak bahak melihat kepolosan via.
"Sayang itu kartu semuanya memiliki limit yang tak ada batasnya. Jadi via bisa beli apapun yang via mau, bahkan semua mobil yang ada dishowroom ini bisa via beli hanya dengan satu kartu saja. Jadi simpan baik baik uang tabunganmu gausa digunakan, lebih baik kita pake saja kartu yang dikasi putra mama yang nakal itu" saran mama sena dengan seringainya. Mama sena tidak menyangka putranya akan semurah hati itu, baiklah mama sena akan membantu via menghabiskan isinya walaupun takkan habis habis, hehehe
Karna pembelian mobilnya cash jadi semua prosedur diselesaikan dengan sangat cepat dan mobil akan diantarkan 3 hari kemudian. Via juga tidak lupa memberikan tip pada staf yang telah sabar melayani mereka sedari awal hingga selesai. Setelah selesai dari showroom mama sena mengajak via kesalah satu mall terbesar untuk berbelanja. Kali ini mama sena akan menggunakan kartu yang diberikan al pada via untuk shopping. Semangat mama sena untuk berburu barang kesukaannya sungguh mengebu, dengan sepatu hak tingginya mama sena menarik via dari satu toko ke toko lain mulai dari tas branded, sepatu, baju, perhiasan bahkan baju dalam branded tak ketinggalan. Via benar benar salut dengan semangat mama sena yang tak berkurang saat berbelanja, sementara dia sendiri sudah gemetaran saking lelahnya.
Mama sena seakan kalap dalam berbelanja walaupun sebagian barang yang dibeli milik via, tapi semua itu mama sena yang memilihkan tidak ada sedikitpun campur tangan via. Dia hanya berdiri layaknya patung ketika mama sena mencoba mencocokkan barang yang akan dibelinya. Ingin menolak tak bisa mama sena akan memasang wajah sedihnya jika via mulai protes pada akhirnya via hanya bisa menurut tak berdaya.
Terakhir mama sena mengajak via makan direstoran yang ada di mall sambil mengistirahatkan badan yang sudah terasa lelah.
Sementara al yang ditinggal dimansion uring uringan karna tidak diajak keluar bersama. Berkali kali ia menelpon mamanya dan juga via tapi tidak ada yang mengangkat. Tentu saja tidak diangkat via dan mama sena sepakat mensilentkan handphonenya agar tidak ada yang mengganggu waktu berbelanjanya. Sebenarnya itu idenya mama sena agar saat al menelpon via tidak mendengar, hehe. Mama sena tentu tidak akan membiarkan al mengganggu acara shoppingnya.
__ADS_1
Al semakin kesal tatkala melihat notifikasi penggunaan kartu yang diberinya pada gadisnya terpakai disalah satu showroom mobil miliknya. Bukannya al pelit dengan uangnya tapi al hanya ingin menemani via berbelanja seperti hari ini. Al ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama gadisnya. Tapi mamanya selalu memonopoli via dengan banyak alasan.