
Via merebahkan tubuhnya dikasur setelah selesai bersih bersih. Hari ini sungguh lelah pikirnya. Tak terasa via tertidur padahal hari sudah sore. Al turun keruang makan untuk makan malam tapi dimeja makan hanya ada mama sena.
"Mah, via mana kenapa gak ikut makan?" Tanya al
"Loh, mama kira via makan diluar sama kamu nak, makanya mama gak manggil kalian berdua"
"Tadi al ada banyak kerjaan, via juga sangat kelelahan makanya kami langsung pulang setelah menjemputnya dari kampus" jelas al
"Bararti via masih dikamarnya, yodah biar mama panggil kamu duduk aja nak" jawab mama sena sambil beranjak dari duduknya. Namun sebelum mama sena gerak al sudah lebih dulu jalan kekamar via
"Via biar al aja yang panggil mah, mama lanjut makan aja"
"Yasudah sana panggil tapi panggilnya jangan keras keras" teriak mama sena karna al sudah jalan agak jauh.
Al mengetuk kamar via tapi tidak ada sahutan. Dengan pelan al membuka pintu yang tidak dikunci, dilihatnya via sedang tidur ditempat tidur dengan kaki menggantung kebawah. Sepertinya ia sangat lelah pikirnya. Perlahan al membangunkan via karna jika jam segini tidak baik untuk tidur. Via yang namanya dipanggil pun membuka matanya dan dilihatnya kakaknya al sedang berdiri didepannya. Terkejut ia langsung terduduk.
"Kenapa kakak ada dikamar via?" Tanyanya sambil menguap
"Kamu ini, tidur jam segini itu tidak baik. Cepat cuci muka lalu turun untuk makan malam" titah al dengan nada yang agak marah, padahal dalam hati al sudah ingin sekali mencubit wajah via yang sangat menggemaskan saat baru bangun tidur.
"Hm,,baiklah kak. Kakak turun duluan aja, bentar lagi via susul" jawab via sambil beranjak kekamar mandi.
__ADS_1
Untuk pertama kali dimeja makan agak rame yang tidak seperti biasanya. Via merasa agak asing karna belakangan dia hanya makan berdua dengan mama sena, namun sekarang dengan kehadiran al suasananya jadi agak lain dirasanya. Setahun lalu ia memang sudah pernah makan berdua dengan al dimansion tapi itu sudah lama.
Itupun masih awal dia dimansion jadi belum ada perasaan selain tamu makan dengan tuan rumah. Namun sekarang via merasa agak lain tapi ia tidak tahu apa. Lamunan via terganggu tatkala mama sena menawarkan makanan kepada via
"Sayang, makan yang banyak hari ini kamu pasti sangat lelah jadi isi kembali tenagamu" tawar mama sena sambil meletakkan potongan ayam goreng kepiring via.
"Hm,,makasih mah, mama juga makan yang banyak" jawab via
Al yang duduk disamping via hanya diam saja memperhatikan mamanya dan via saling menawarkan makanan. Al masih memikirkan tentang penolakan kerjasamanya terhadap perusahaan armana milik rei. Selain menolak al juga akan memonopoli semua rekan kerja perusahaan tersebut. Al akan memberi pukulan pada perusahaan itu akibat mengganggu gadisnya.
Dilain tempat rei sangat marah mengingat kejadian tadi dimana al menarik tangan via tepat didepannya. Rei sangat penasaran ada hubungan apa antara via dengan pengusaha muda itu. Sudah berulang kali ia suruh anak buahnya untuk menyelidiki tapi masih saja tidak membuahkan hasil. Bahkan nomor telepon dan alamat tempat tinggal via pun tak bisa didapatnya hal itulah yang makin membuat rei frustasi.
Rei sungguh menginginkan via, tak pernah sekalipun ia merasakan rasa ingin memiliki sesuatu yang begitu kuat. Rei sadar perasaannya pada via sangat nyata bahkan lebih setelah melihat ada lelaki lain yang lebih dekat dengan via selain dirinya. Tingkat cemburunya meningkat setelah melihat via bersama dengan lelaki itu. Ingin rasanya ia menarik tangan via dan membawanya pergi sejauh mungkin. Namun memikirkan sikap via terhadapnya kembali menguak rasa sakit dihatinya. Apa yang harus aku lakukan agar via mau menerima perasaanku? Desahnya.
Keesokan harinya via kekampus dengan diantar oleh kakaknya al. Tadinya via akan pergi dengan supirnya tapi kakaknya menyuruh supirnya pulang dengan alasan libur dadakan. Dan disinila dia sekarang, duduk dimobil kakaknya sambil menonton kakaknya mengerjakan pekerjaannya dilaptop. Meskipun perjalanannya tidak jauh tapi kakaknya masih menyempatkan diri untuk mengantarnya padahal pekerjaannya pasti banyak.
"Kak, klo kakak sibuk sebaiknya via diantar sama supir aja?"
"Tidak. Setiap hari kakak yang akan mengantarmu, supir hanya akan menjemputmu pulang jika kakak sibuk" jawab al tanpa menoleh.
"Tapi kakak kan sibuk, dan lagi jam kuliahku gak menetap. Aku gak mau bikin kakak terganggu kerjanya gegara mengantarkanku kuliah" cicitnya takut takut. Al akhirnya menoleh
__ADS_1
"Via, kakak tidak merasa terganggu hanya untuk mengantarkanmu kekampus, selagi kakak ada disini kakak akan berusaha untuk mengantarmu kuliah. Dan kakak juga ingin mengantisipasi agar kejadian kamaren tidak terulang lagi, kakak tidak ingin ada lelaki seperti kemaren mendekati via, saat ini via hanya bisa fokus kuliah sisanya bisa belakangan" terangnya panjang lebar.
"Oh,,baiklah kak" via hanya bisa mendesah pasrah, makin ditolak al akan semakin marah. Biarkan sajalah pikirnya.
Sesampainya dikampus via segera pamit menuju kelasnya. Tak ada gangguan dari rei membuat via agak santai hari ini. Walaupun tugasnya sudah mulai menumpuk ia justru tenang. Dengan otak cerdasnya via bisa menyelesaikannya dalam kurun waktu yang singkat.
Tadi malam mama sena sudah menanyakan perihal les mengemudi, via hanya mengiyakan saja. Toh juga jika diitolak mama sena akan tetap mengejarnya jadi daripada pusing mendengar rayuannya, lebih baik iyakan saja.
Sudah beberapa hari ini al mengantar via kekampus dan dijemput pulang oleh supir. Dan rei juga tidak nampak batang hidungnya. Sepertinya kehidupan kampus via akan berjalan normal jika seperti ini. Walaupun harus membagi waktu dengan les mengemudi via tetap merasa senang asalkan tidak ada gangguan yang menghampirinya.
Sudah seminggu ini via mengikuti les mengemudi sepulang kuliah, awalnya al tidak mengijinkan tapi berkat mama sena al hanya bisa menyerah. Dan sabtu besok mama sena akan membawa via kesalah satu showroom mobil untuk memilih mobil untuknya. Sebenarnya via malas harus menyetir sendiri kekampus, klo ada supir kenapa harus nyetir sendiri pikirnya. Tapi kembali lagi dengan titah mama sena yang tidak bisa dibantah, jadi via hanya bisa nurut aja.
"Via sayang, yuk kita berangkat hari ini kita harus memilih mobil kesukaanmu dan setelah itu kita akan belanja ke mall" ajak mama sena dengan riangnya.
"Baik mah. Tapi via pamit dulu sama kak al bentar"
"Gausah, nanti biar mama yang telpon. Dia pasti lagi sibuk diruang kerjanya"
"Yaudah mah terserah mama aja"
"yok kita jalan"
__ADS_1
Mama sena begitu senang pergi jalan dengan via, makanya ia tidak ingin via pamit pada al karna jika al tau mereka akan keluar dia pasti akan minta ikut. Jadi untuk menghindari itu sebaiknya pergi diam diam. Hehe