
Al ingin agar via merasa diterima dan nyaman tinggal dimansion itu sehingga via tidak akan ada niat untuk pindah lagi. Tentu saja ini takkan diungkapkan pria tampan itu, ia akan berusaha sebisa mungkin membuat via betah selamanya tinggal dimansion.
Ditengah kesibukannya tiba tiba terdengar dering handphone, Al melirik sejenak ternyata telpon dari kepala sekolah gadisnya Al pun mengangkatnya
"ada masalah apa?"
"begini tuan muda, siswi luvia meminta untuk bertemu dan mengenal donaturnya terlebih dulu sebelum pindah, bagaimana tuan muda?" dahi kepala sekolah berkeringat dingin saat berbicara dengan Al walau hanya melalui handphone, sungguh menegangkan pikirnya
All terdiam berfikir apakah luvia akan kaget saat bertemu langsung dengannya? Atau apakah dia akan terpesona dengan ketampanannya,,,atau mungkinkah dia takut dan membatalkan rencana pindahnya? bagaimana jika,,,
Al tiba tiba merasa gugup apa sebaiknya dia datang atau tidak,,,
"tuan muda,," suara kepala sekolah terdengar menyadarkan Al dari lamunannya
"hmm..tolong atur hari sabtu untuk bertemu tempat dan waktu akan diinfokan oleh asisten saya nanti,," hening sejenak "pastikan anda tidak membongkar identitas saya" Al mengingatkan sebelum menutup telepon. Kepala sekolah yang masih memegang handphonenya merasa tersentak ketika Al mengingatkannya lanjut mematikan telpon sepihak. Benar benar tuan muda yang arogan!
Al bersandar dikursi kerja mewahnya sambil membayangkan bagaimana pertemuannya nanti dengan gadisnya, dia merasa gugup untuk pertama kalinya padahal saat mengakuisisi perusahaan puluhan milliar Al tak pernah segugup ini. Terdengar ketukan dari pintu luar ruangannya
"masuk" titahnya
"tuan muda ini berkas kerjasama yang telah dikirim oleh PT. Indoaksa silahkan tuan muda menandatanganinya" gery menyerahkan berkas tersebut lalu berbalik hendak keluar
"tunggu,," gery terhenti dan memutar badannya
"ada perintah tuan muda?" tanya gery
__ADS_1
"tolong atur pertemuan dengan luvia hari sabtu, sesuaikan tempat dengan baik aku tak ingin gadisku merasa tak nyaman saat bertemu untuk pertama kalinya" pinta Al
"baik tuan muda, tempat dan waktu akan segera saya atur. Jika tidak ada lagi saya permisi" gery keluar dan segera mengerjakan tugas yang diberikan tuan mudanya.
Direstoran
Lain halnya dengan Al, disini luvia sedang mengerjakan pekerjaannya yakni mencuci piring sambil terus terusan bersin. Untung aja via cuma sendirian jika tidak mungkin rekannya akan mengomel padanya. Tadi sepulang sekolah via kehujanan karna tidak membawa mantel, ingin berhenti sejenak tapi takut telat kerja jadilah hujan hujanan yang membuatnya bersin bersin seperti saat ini. Karna hari ini adalah hari terakhir via bekerja dia akan menyelesaikan semua urusannya lalu pamit pada rekannya. Setelah semua beres serta terima gaji terakhirnya, via pamit lalu bergegas pulang. Sebentar dia ke apotik membeli obat flu dan demam sebelum pulang.
Sesampainya dikos an via segera bersih bersih dan istirahat. Ditengah malam via demam tinggi hingga tak sadarkan diri. Sampai pagi juga via tidak bangun padahal telponnya sudah berdering terus menerus. Miya yang telah menelpon tapi tak diangkat membuatnya cemas, tak biasanya via telat atau tidak masuk tanpa kabar. Sepulang sekolah miya mendatangi kos an via, tapi tak ada sahutan dari dalam kamarnya. miya kembali menghubungi nomor via dan tiba tiba terdengar deringnya dari dalam kamar, membuat miya makin cemas takut terjadi sesuatu dengan sahabatnya itu. Segera dia menggedor gedor pintu kamar itu lagi tapi tetap tak ada respon. Ingin mendobrak tak mungkin yang ada dia yang akan remuk. Miya melihat sekeliling tapi tidak menemukan orang yang bisa dimintai tolong, dia putus asa dan menangis.
"hiks hiks via, buka pintunya kamu gapapa kan? Via buka pintunya,,,jangan buat aku takut" miya menangis sambil menggedor gedor pintu memanggil via. Tiba tiba handphone berdering buru buru diangkatnya rupanya itu dari wali kelasnya menanyakan perihal via yang tidak masuk
"halo pak ridho tolong via pak, tolong via hiks hiks,,," miya tak tau lagi langsung saja minta tolong dengan wali kelasnya itu
Pak ridho pun langsung panik mendengarnya "miya ada apa, kamu lagi dimana? Via kenapa?" tanyanya panik
"baik saya kesana tolong sharelock lokasinya sekarang"
"baik pak, cepat ya pak" miya segera mengirimkan lokasinya
Kepala sekolah yang tadinya bersama pak ridho membahas ketidakhadiran luvia juga mendengar percakapan tersebut. Kepsek segera bangkit mengikuti pak ridho menuju kos an via sambil menghubungi tuan muda Al.
"tuan muda, maaf mengganggu ini saya ingin melaporkan bahwa hari ini siswi luvia tidak masuk sekolah tanpa kabar dan sekarang kami sedang menuju ke kos an nya. Baru saja teman semejanya memberitahu bahwa luvia tidak menyahut dari dalam kamarnya juga tidak mengangkat handphonenya yang terus berdering,,ini, saya merasa harus melaporkan ini pada tuan muda" kepala sekolah segera angkat bicara.
Al tadinya sedang membahas proyek dengan rekan kerjanya, seketika bangkit berdiri setelah menerima telpon tersebut. Dia panik.
__ADS_1
"gery siapkan mobil," Al lalu menoleh ke rekan nya "maaf Mr. Smith saya ada urusan mendadak, rapatnya kita atur ulang kembali"
" ok tentu"
Al segera bergegas kealamat kos kos an gadisnya yang kebetulan lumayan dekat dengan kafe tempatnya meeting.
"lebih cepat gery" desak Al, sungguh pikirannya sangat kacau
"baik tuan muda,"
Selang 15 menit mereka memarkirkan mobil mewah ini dipinggir jalan, kemudian berjalan masuk ke dalam gang. Dari jauh Al melihat seorang siswi sedang menangis berdiri didepan sebuah kamar sambil menggedor pintu. Semakin dekat, Al mendengar siswi tersebut memanggil nama gadisnya, dia semakin yakin itu adalah kos an gadisnya.
"apa ini kos an nya Luvia Aresta?" tanya Al
miya menoleh sambil berurai air mata
"ia tuan, ini kos an teman saya via, tuan siapa?"
"minggir" tanpa babibu al mendobrak pintu kayu tersebut lalu masuk, tampaklah via sedang terbaring lemah dikasur mungilnya sambil bercucuran keringat. Al langsung mendekat dan memanggil manggil namanya tapi tak ada respon dari via. Al menyentuh kening via yang panas seketika dia panik.
"gery telpon dokter rita dan siapkan mobil!" titahnya lalu mengangkat via dan membawanya menuju mobil.
Miya yang sedari tadi terdiam tiba tiba sadar lalu menutup pintu kos an via. Segera dia mengikuti Al dan gery dengan motor matiknya. Ditengah jalan handphone miya berdering ternyata itu pak ridho, dia pun segera menepikan motornya.
"halo pak, ini via nya sudah dibawa oleh seseorang bertemu dokter, ini saya lagi mengikutinya" jawab miya
__ADS_1
"siapa yang bawa dan kemana? " pak ridho dan kepala sekolah telah sampai di kos an via tapi tidak menemukan siapapun.
"saya tidak tau pak mereka siapa dan kemana, ini saya lagi mengikuti dari belakang,.gini aja saya akan menelpon bapak saat tiba nanti" tanpa mendengar jawaban pak ridho miya mematikan telpon nya.