Jodoh Ideal Sang Tuan Muda Genius

Jodoh Ideal Sang Tuan Muda Genius
Mendapat beasiswa lagi


__ADS_3

Al sungguh galau memikirkan gadisnya. Tapi jika nanti dikekang justru akan membuat gadisnya ilfeel dan menjauh. Biarlah seperti ini yang penting masih bisa dipantau desahnya.


Sementara via yang baru siap mandi dikejutkan oleh telpon dari nomor yang tidak dikenal. Diangkatnya "halo, ini siapa?"


"selamat sore, saya kepala departemen penerimaan mahasiswa baru universitas A, ingin mengkonfirmasi,,,bla bla,"


"baik buk, besok saya akan kesana, trimakasih" setelah menjawab telepon tersebut via mengirim pesan pada miya untuk janji jumpa besoknya dikampus. Tak berselang lama handphone via berdering kembali kali ini adalah panggilan dari mantan kepala sekolahnya.


"selamat sore pak" sapanya


"selamat sore nak via, selamat ya sudah menjadi peraih nilai tertinggi ujian penerimaan mahasiswa baru tahun ini, bapak sungguh bangga padamu" ucap kepala sekolah


"terimakasih pak, itu juga berkat bimbingan bapak"


"jangan menyebutkannya,,bapak senang alumni sekolah bapak telah mengharumkan nama sekolah ini, sekali lagi selamat ya"


"sama sama pak" usai mematikan telpon via meletakkan kembali handphonenya lalu lekas berganti baju.


Kini via sedang duduk diruang tamu sambil memangku laptopnya. Mencoba membuat sebuah permainan sambil mengisi waktu. Adakalanya dia ingin meretas sistem mansion tapi selalu diurungkannya. Takut kakak nya akan menuntutnya hehe.


Hingga pukul sepuluh malam barulah ia selesai membuat game ciptaannya. Via kembali kekamarnya merebahkan tubuhnya yang tegang selama pembuatan game miliknya. Tak butuh waktu lama ia sudah tertidur lalu menyambut mimpi.


Keesokan harinya via sudah siap diantar supir menuju kampus. Tak lupa ia membawa berkas yang diperlukan untuk mengisi formulirnya. Setibanya dikampus via bertemu dengan miya yang sudah lebih dulu tiba. Mereka pun pergi ke departemen miya yakni departemen psikologi untuk mengisi formulir lebih dulu. Miya memang mengambil jurusan psikologi dikarnakan dia ingin sekali mendengar curhatan para calon pasiennya, katanya. Semoga aja dia sanggup menampungnya, hehe.


Berjalan disepanjang jalan sudah seperti sedang berjalan di red carpet. Gimana tidak banyak sekali mata yang memandang disertai bisik bisik, lambaian tangan bahkan tebar tebar senyum seolah sedang iklan pepsodent. Via sih cuek cuek aja tapi miya justru menanggapi para penonton itu dengan lambaian tangan sambil tersenyum manis layaknya seperti miss universe yang lagi menyapa para fansnya. Seketika para penonton yang melihat itu langsung saja berpaling muka, membuat miya kesal dan juga malu. Segera ia menarik via berjalan lebih cepat untuk menutupi rasa malunya.

__ADS_1


Tiba didepartemen keuangan via mengisi formulir dilanjutkan dengan departemen TI. Seusai mengisi formulir mereka berdua menanyakan dimana ruangan kepala bagian penerimaan mahasiswa baru.


Dan disinilah mereka duduk sambil mendengar para petinggi menjelaskan apa apa saja hadiah dan target via selama kuliah. Bahkan para pemimpin juga menawarkan beasiswa double pada via asalkan via mau mengikuti setiap olimpiade atau pertandingan akademik sesuai jurusannya. Via sangat senang, segera ia menyetujui semua syarat yang diajukan pihak kampus. Dengan penuh semangat via menandatangi surat kesepakatan tersebut setelah dibacanya. Miya yang mendengar disamping sampe melongo gegara mendengar jumlah beasiswa yang akan diterima via. Tidak hanya beasiswa untuk semua biaya kuliah bahkan via juga mendapatkan uang saku yang lumayan besar. Apa apaan?


"baiklah hari ini aku akan mentraktirmu makan, ayo sebutkan mau makan apa?" tanya via sambil berjalan menuju gerbang kampus.


"iyalah yang dapat beasiswa itu,,tapi cuma traktiran makan aja nih gak sekalian blanja gtu?" tawar miya


"no no no,,,ini tuh hanya berlaku buat sekali transaksi tidak dua kali. jadi mau makan ato blanja silahkan pilih masing masing maksimal limit 5 juta?"


"huh,,pelitnya. Yoda deh makan aja, aku da lapar tapi yang enak ya"


"tenang saja"


mereka segera memasuki mobil lalu beranjak menuju restoran untuk makan. Via mencari cari restoran yang enak tapi gak mahal dari aplikasi buatannya. Hingga tibalah mereka disebuah restoran yang bernuansa retro tapi rame pengunjungnya.


"yakin neh kita masuk kayaknya mejanya da abis deh"


"coba tanya mana tau masih ada"


via menyapa seorang pelayan


"mbak apa masih ada meja yang kosong?"


"untuk berapa orang mbak?" tanya pelayan

__ADS_1


"dua orang"


"untuk dua orang masih ada, mari saya antar"


via dan miya mengikuti pelayan menuju meja namun sepanjang jalan via malah jadi bahan tatapan para pengunjung restoran. Gimana tidak dengan kecantikan via yang terpampang nyata didepan mereka sontak saja membuat mereka jadi terperangah. Mengikuti arah kemana via pergi hingga menghilang barulah para pengunjung sadar dan melanjutkan makan nya kembali. Via yang jadi dalangnya cuek cuek aja sementara miya hanya berdecak kesal dibuatnya. Sebenarnya miya juga lumayan cantik, hanya saja jika miya berdiri berdampingan dengan via maka miya berubah menjadi bayangan. Kecantikan via seakan mendominasi sekitarnya.


Karna kesal miya memesan banyak makanan, meskipun bukan seleranya. Via yang melihat itu hanya berfikir mungkin itu adalah makanan favorit miya jadi dia santai saja. Saat makanan tersaji via terkejut karna banyaknya makanan yang dihidangkan.


"yaya, loh mesan nih semua?" tanya via


"ho'oh"


"lo yakin nih semua pada abis?"


"kenapa gak, paling klo gak abis dibungkusin aja" celotehnya


"bener ya dibungkusin dan lo lanjut makan dirumah? Awas klo dibuang"


"tenang, aman kok. Entar pasti abis palingan bersambung dirumah. Yakinlah" dengan gaya sok gaulnya miya meyakinkan via. Setelah perdebatan tersebut mereka memulai makan sambil mengobrol. Via makan hanya sedikit, sementara miya benar benar makan banyak. Namun tetap juga gak habis, dengan perut penuh miya menyuruh pelayan membungkus makanan yang belum habis lalu via pun menyelesaikan tagihan barulah mereka pulang. Karna tak ingin jadi bahan tontonan via memakai maskernya yang selalu tersedia ditasnya.


Miya diantar lebih dulu barulah via pulang. Dimansion paman mo sudah menunggu via karna seharusnya sudah dari tadi via sampai, makanya paman mo kuatir. Setelah melihat nonanya barulah paman mo merasa lega.


"nona apa anda sudah makan siang?" via yang ditanya paman mo sedang sibuk melihat handphonenya sambil berjalan. Dengan menganggukkan kepala menjawab paman mo via berlalu kekamarnya. Paman mo yang ditinggal hanya melongo tak berdaya. Hah


Setelah bersih bersih via sibuk membuka laptopnya melihat siapa yang sudah berani membobol file pribadinya. Untung saja file nya dilengkapi dengan banyak kunci sehingga sulit untuk membukanya. Tak menunggu lama via mengetahui identitas peretas yang mencoba membobolnya. Seorang pria yang tidak dikenal, sepertinya hanya seorang antek saja. Dari data yang terlihat pembobol tersebut hanya seorang hacker biasa tidak terkait dengan pihak manapun. Berarti ada seseorang yang menyuruhnya untuk mencaritahu tentang identitas via. Segera via menghubunginya langsung

__ADS_1


"kamu siapa? Dan siapa yang menyuruhmu untuk mencari identitasku?" hacker tersebut kaget mendengar suara via, aku ketahuan. Pikirnya. Namun sebelum via mendapat jawabannya hacker sudah langsung menghilang dalam sekejab. Via terdiam memikirkan siapa kira kira yang mencoba menyelidikinya.


__ADS_2