
Keseharian via benar benar telah diatur. Bahkan rencana untuk cari kerja dari rumah pun sudah terlupakan saking sibuknya. Miya yang menjadi penonton disamping juga merana, bagaimana tidak merana via tidak pernah lagi bisa ditanya atau diminta mengajarinya pelajaran. Harus mandiri! itulah jawaban pamungkas dari via apabila diminta bantuannya.
Ternyata kesibukan via ada kaitannya dengan Al. Beberapa hari setelah via tingal dimansion Al melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, karna tak ingin via bersantai tanpa dirinya, al meminta paman mo untuk mengatur jadwal les sesudah sekolah. Jika via tau ini, mungkin dia akan mengumpat sejadi jadinya.
"aku lelah...." keluh via, kepalanya disandarkan diatas meja sekolah. Sudah hampir seminggu ini dia mengikuti jadwal setan itu. iah dia menyebutnya jadwal setan karna tak ada tawar menawar dalam waktu. Baik telat, izin atau istirahat semuanya gak bisa nego.
"heran deh, pindah ke istana hidup lo bukannya makin makmur eh malah makin melarat,,,ck ck ck" miya sangat menikmati saat meledek via
"gausa ngejek, kerjain tuh tugas loh" jawab via judes
"ajarin dong vi,,,"
"gak aku lelah,,belajar sendiri sono jan ganggu quality time gue"
"quality time kok bobo?"
Via tidak merespon lagi, dia benar benar butuh rileks.
Sementara diluar negeri Al tetap mendapat laporan tentang gadisnya
"bagaimana keadaan gadisku?"
"tuan muda nona via baik baik saja, dia mengikuti semua jadwalnya tanpa keluhan. Namun tuan muda jika seperti ini lama lama tubuh nona via akan ambruk juga" paman mo sebenarnya tidak setuju dengan jadwal yang tuan muda nya susun, tapi apala daya dia hanya pesuruh.
"paman mo, tidak apa apa dia akan terbiasa. Oia atur alasan untuk mengajaknya check up kerumah sakit, para tim akan mulai meneliti hasil check up nya"
"baik tuan muda" jawab paman mo
Al saat ini sedang berada di lab keluarga Anderson. Dia telah merencanakan akan meneliti tubuh gadisnya mulai dari darah, tulang dll. Memang untuk tingkat kecocokan dirinya dengan via sudah dipastikan, namun disini Al ingin membuat penelitian agar saat dirinya nanti memiliki anak, anak tersebut tidak lagi memiliki kelainan seperti dia. Yah kelainan genetik yang berakibat sulitnya menemukan pasangan ideal. Dia ingin memutus garis masalah ini cukup di dirinya.
Disekolah
Dua hari lagi olimpiade matematika tingkat nasional akan berlangsung yang diadakan dikota S. Via akan terbang besok bersama teman kelompoknya yakni robi dan Arsen. Didampingi oleh salah satu guru yaitu pak ridho wali kelas via. Karna via akan ikut olimpiade selama 2 hari dikota S, paman mo segera melapor pada tuan muda nya.
"tuan muda, nona via akan mengikuti olimpiade matematika lusa dikota S. Besok jadwal penerbangannya, apa ada instruksi tuan muda?"
"hm..siapkan dua pengawal yang akan mengikuti gadisku dari jarak jauh, pastikan gadisku tidak menyadari keberadaan mereka"
__ADS_1
"baik tuan muda, oia kapan tuan muda akan kembali?"
"dalam beberapa hari, paman mo urus tiga kartu untuk gadisku, berikan padanya sebelum berangkat. Tekankan bahwasanya kartu itu harus digunakan, jika tidak beasiswanya akan dicabut. Pemberitahuan penggunaan kartu itu akan muncul di handphone saya" Al benar benar memanjakan via, dengan tiga kartu kira kira berapa nominal setiap satu kartunya ya? Hanya Al yang tau
"siap tuan muda"
Setelah melapor paman mo segera mengurus kartu juga barang keperluan via untuk keberangkatan besok. Sementara via masih disibukkan dengan soal soal matematika ditemani oleh robi, arsen yang juga sangat serius mengerjakan bagiannya.
"kak via, kak robi bolehkah aku istirahat bentar?" tanya arsen
"jika sudah buntu istirahat aja dek" ujar via tanpa melihat lawan bicaranya
"ho'oh jangan dipaksakan dek" robi ikut menimpali
"kak nanti jika menang hadiahnya mo diapain?"
Via yang mendengar pertanyaan arsen seketika terhenti sejenak lalu lanjut lagi
"belum tau dek, kakak belum memikirkannya" jawab via
Robi yang ditanya langsung menyeringai
"beli sepeda motor ninja, udah lama pengen beli tapi duitnya belum terkumpul"
"hmm...klo aku kak ingin liburan ke kota J. Kayaknya bersantai sejenak setelah kesibukan belajar sangat cocok deh disana, dengan pantainya yang indah, ombaknya,,,,ahh sungguh ingin cepat cepat kesana" Arsen sudah membayangkan betapa indahnya dikota J padahal belum tentu dia yang menang. Via hanya geleng geleng kepala mendengar celoteh adik kelasnya itu.
Pukul 10.00 wib pesawat yang ditumpangi via dan rekannya sudah terbang menuju kota S, diperkirakan 2 jam mereka akan tiba dikota S. via dan rekan rekan akan langsung ketempat ujian setelah tiba untuk melihat situasi dan mengisi absensi. Karna olimpiade ini akan disiarkan secara live oleh televisi nasional.
Tidak ingin ketinggalan, Al juga terbang ke kota S untuk menyaksikan langsung olimpiade gadisnya. Dengan pesawat pribadi Al tiba pukul 20.00 wib malam. Al pun bergegas ke hotel tempat gadisnya menginap. Sementara via sedang berbaring santai sambil memainkan handphone dikamarnya, tanpa tau kalo sebentar lagi akan didatangi oleh 'kakak' nya.
Tok tok tok
suara ketukan dari luar kamar via. via bangkit berdiri lalu membuka pintu. Klek
"kakak?, ngapain kakak disini?" via terkejut melihat kakaknya yang sudah lama tidak dilihatnya
"apa kakak tidak dibolehkan masuk?" tanya Al dengan wajah dinginnya
__ADS_1
Buru buru via menyingkir membuka jalan buat sang 'kakak'.
"kakak baru tiba dari luar negeri. Tadinya akan pulang kerumah tapi mendengar via ikut olimpiade makanya kakak langsung kesini ingin menyaksikan langsung" terangnya sambil jalan kearah sofa
"kakak kan bisa nonton dari TV rumah gak perlu datang jauh jauh kesini?"
"via, kamu tidak senang kakak datang?"
Via tiba tiba merinding mendengar pertanyaan kakaknya itu, memang sih tampangnya tersenyum saat bertanya, tapi,,,kok rada rada horror ya?
"seneng kok kak, hehehe,,,,"
"nah gitu, kakaknya datang menyemangati bukannya disambut ini malah disuruh pulang nonton TV" sungut Al yang tidak menyadari klo omongannya sudah seperti keluhan.
Ini, beneran tuan muda Al gak sih? Kenapa kayak alai gini?. kenapa kakaknya ini berubah jadi agak dramatis gini? Batin via
"ehem...ya sudah klo kakak mau nonton langsung, besok aku pesanin tiketnya biar kakak bisa masuk"
"tak perlu, tiket kakak sudah ada kok" terdiam sejenak "kakak akan menginap disini, jadi tolong pesankan sesuatu untuk dimakan kakak sangat lapar"
"apa? Nginap disini? Kakak kan bisa pesan satu kamar lagi?" via langsung menolak keras
"via semua kamar di hotel ini sudah habis dipesan karna acara olimpiade ini. Lagipula ini kan ada dua bed kan bisa masing masing satu?" alasan Al. Sebenarnya Al bisa saja memesan kamar lain bahkan kamar paling mewah sekalipun karna hotel ini merupakan hotel miliknya.
"tapi kak?" Al menyela
"via kakak sudah sangat lelah perjalanan 8 jam dipesawat bahkan kakak juga lapar jadi biarkan kakak istirahat ya?" Al memasang wajah memelas untuk pertama kalinya dalam hidupnya. Mendengar itu via jadi tidak tega
"yasudahla kakak tidur dibed itu, tapi jangan ngorok ya?"
"tidak akan,,oia pesankan makanan buat kakak, kakak mau bersih bersih dulu"
"kakak mau makan malam apa?"
"terserah via aja yang penting bisa dimakan"
"oh baiklah"
__ADS_1