
Ditengah seriusnya via membaca tiba tiba ada seseorang yang duduk disebelah kanannya. Awalnya via gak peduli mungkin saja orang yang ingin duduk pikirnya tapi lama kelamaan via merasa ada tatapan intens yang tertuju padanya. Menoleh via terkejut rupanya yang duduk disebelahnya adalah kakak seniornya rei.
Rei memang lagi sibuk menyusun tesis akhirnya makanya sering nongkrong diperpustakaan jika sedang dikampus, selain bisa mengerjakan tesisnya dia juga bisa istirahat jika lelah. Semenjak pertemuannya tadi pagi dengan via hatinya sungguh tidak bisa tenang. Masih terbayang gimana sikap via dalam menanggapinya. Rei sungguh ingin dekat dengan via, tak ayal dia berusaha untuk mencari kesempatan hanya untuk bisa bertemu. Namun dari responnya sepertinya via tidak ingin dekat dengannya. Rei galau tak bisa berfikir jernih. Sedari pagi ia sudah berada diperpustakaan setelah bertemu dosen pembimbingnya berharap bisa melanjutkan tesisnya namun karna pikirannya berfokus dengan via ia pun menyisihkan sebentar pekerjaannya dan berjalan jalan disekitar rak rak buku untuk mengalihkan pikirannya. Namun bukannya teralihkan justru semakin menjadi kuat tatkala ia melihat via sedang duduk sambil membaca. Dengan semangat penuh rei mendekat dan duduk disampingnya, menatapnya sambil tersenyum.
Via yang merasa ditatap pun menoleh dan kaget. Dengan pelan via bertanya
"Kakak kenapa duduk disini liatin aku sambil senyum senyum sendiri? Apa ada yang aneh dimuka aku?" Bisiknya pelan karna tak ingin mengganggu yang lain
"Ada, Via cantik. Kakak ingin sekali selalu seperti ini lihatin via" jawabnya sambil tersenyum yang menambah kadar ketampanannya. Jika ada yang melihatnya tersenyum seperti itu mungkin orang tersebut akan tersenyum indah dalam mimpinya. Cowok tertampan sekampus sedang tersenyum manis hal yang tak pernah terjadi. Tapi tidak dengan via, seakan kebal dengan yang namanya cowok tampan justru ia risih diliatin seperti itu apalagi oleh lelaki yang tidak dekat dengannya.
Dengan perasaan jengkel via berbisik lagi
"Kak, aku lagi sibuk tolong jangan ganggu. Klo kakak mau duduk disini silahkan tapi jangan liatin aku kayak gtu. Aku gak suka" jawab via ketus
"Oke. Kakak tidak akan ganggu via, kakak hanya akan duduk disini. Tapi gapapakan jika lirik lirik sikit?" Tawarnya
__ADS_1
"Terserah" via tidak ingin peduli lagi. Dengan serius ia kembali fokus dengan bacaannya yang tentang bahan kuliah tadi pagi. Dan sesekali ia mencatat hal yang akan memudahkannya mengerti dan mengerjakan tugasnya nanti.
Rei yang diabaikan justru semakin tertarik dengan via, baru kali ini ada seorang gadis yang tidak tertarik dengannya. Walaupun selama ini rei tidak pernah respon dengan semua gadis yang mendekatinya paling tidak ia tidak pernah dibuat penasaran hingga ketitik dimana ia galau jika tidak bertemu bahkan merasa kehilangan. Awalnya rei hanya tertarik semenjak melihat video via tapi makin kesini setelah bertemu langsung rei makin tidak bisa mengabaikan perasaannya. Benar rei sedang jatuh cinta. Jatuh cinta dengan via gadis remaja yang belum dewasa. Gadis jenius dengan kecantikan yang mematikan. Rei ingin sekali dekat dengan via bahkan ia sudah membayangkan ingin mengajak via pacaran. Walaupun usia via belum dikatakan dewasa rei tidak akan ambil pusing yang penting gadis itu sudah ada dalam genggamannya. Kalo perlu rei akan mengajak via tunangan untuk lebih mengikat gadis itu.
Via yang sudah menjadi objek rencana rei tidak peduli dengan sekitarnya. Jangankan rei, velin yang ada didepannya saja tidak ia gubris sedari tadi.
Lain halnya dengan velin, semenjak rei duduk disamping via tatapan matanya tidak lagi tertuju kebukunya. Ia sungguh terpesona dengan lelaki tampan itu apalagi melihat senyuman rei membuat hatinya meleleh. Namun yang ditatap tidak sekalipun menoleh apalagi menatapnya. Velin akhirnya sadar jika kedatangan rei ternyata untuk mendekati via, ia heran sejak kapan via bisa akrab dengan kakak seniornya itu.
Perlahan velin mengambil handphonenya ingin mengirim pesan ke via. Via yang merasa handphonenya bergetar mengambil tasnya dan melihat pesan dari velin yang menanyakan ada hubungan apa dia dengan rei. Via seketika menatap velin heran, maksudnya apa coba? Dengan kesal via membalas tidak kenal. Lalu menyimpan handphonenya kembali. Velin yang membaca pesan via mengangkat kepalanya melihat raut muka via yang kesal. Apa dia salah paham? Pikirnya. Karna sudah merasa tidak nyaman akhirnya via bangkit membereskan buku bukunya untuk dipinjam.
"Lin, yuk gerak bentar lagi kita masuk" ajaknya padahal masih ada waktu 1 jam lagi sebelum kuliah terakhir mereka. Velin yang diajakpun segera berkemas
"Sama, aku juga mau minjam buku buku ini" segera mereka berdua membereskan semua buku lalu pergi untuk mendaftarkan buku yang akan dipinjam. Rei yang ditinggal pun bergegas bangkit ingin mengikuti namun segera dijegat oleh via yang tiba tiba berbalik
"Kakak tidak sedang ingin ikut kami kekelas kan?" tanya via dengan muka judesnya
__ADS_1
"Kenapa? Apa tidak boleh?"
"Tentu tidak boleh"
"Kalau tidak boleh, bisakah aku minta nomor WA mu?"
Tanpa pikir panjang via menjawab "tidak"
"Kalo begitu kakak akan ikut kekelasmu, kebetulan kakak tidak ada kerjaan" rei sudah seperti penguntit saja hanya karna tidak mendapatkan nomor WA via. Tapi via tidak akan peduli sama sekali.
"Terserah,. Yok lin kita jalan"
Sepanjang jalan menuju kelas banyak pasang mata yang melihat rei berjalan dibelakang via dan velin layaknya bodyguard. Cowok tampan yang terkenal dingin dan menjauhi cewek itu sontak jadi bahan perbincangan sepanjang jalan. Banyak cewek cewek yang ingin mendekat mencoba peruntungan siapa tau rei sudah mau membuka hatinya namun sebelum mereka mendekat tatapan maut rei sudah duluan mengintimidasi. Melihat itu para cewek yang ingin mendekatpun mundur perlahan, takut akan kena amukan.
Setelah mengambil kursi via dan velin sibuk dengan obrolan seputar tugas kuliah menunggu dosen masuk.
__ADS_1
Sementara rei duduk tepat dibelakang via seperti pengawal. Velin sebenarnya sudah tau jika rei sedang mengejar via, namun via tidak ambil pusing. Velin cemburu kenapa via bisa begitu mudah mendapat perhatian dari pria tampan seperti rei. Namun ia tidak akan membuat pertemanannya dengan via hancur gegara laki laki. Toh juga laki laki itu tidak disukai via. Jadi via tidak bersalah dalam hal ini. Selama via tidak menyukai rei velin akan memaafkan via. Via tidak tau jika velin sudah sampai ketahap dimana ia akan menyalahkannya seandainya ia menerima perhatian rei. Jika via tau via tidak akan segan segan menjauhi velin yang mempunyai pemikiran sempit seperti itu. Tapi itu akan menjadi kisah lain nantinya
Selama kelas rei selalu saja mengganggu via dari belakang. Kadang menarik rambut, mencolek pundaknya dengan pulpen, bahkan melempar potongan kertas. Awalnya via apatis tapi lama lama kesabarannya habis. Tak ingin diganggu ia bertukar kursi kedepan meninggalkan velin yang duduk ditempatnya. Sungguh hari pertama yang menyebalkan pikirnya. Hingga kelas berakhir rei masih saja mengikuti via. Via yang sudah muak tidak lagi peduli, mengambil headsetnya lalu memasang musik sambil berjalan menuju gerbang kampus. Disana supir sudah menunggu untuk membawanya pulang.