
Setibanya dihotel Al langsung menelpon gadisnya namun tidak ada yang mengangkat membuat Al semakin kesal. Lalu ia pun menelpon paman mo menanyakan keberadaan gadisnya.
"paman dimana gadisku? Kenapa tidak mengangkat telponku?" cecarnya
"tuan muda, nona via sedang tiduran dikamarnya mungkin handphone mode silent, karna tadi nona berpesan akan istirahat satu hari ini jadi jangan ada yang mengganggunya"
"istirahat? Apa gadisku sedang sakit?"
"tidak tuan muda, mungkin karna kesibukan nona selama sebelum ujian sangat membuatnya lelah, makanya setelah ujian selesai nona ingin merilekskan diri" jelas paman mo
"oh baiklah, klo begitu nanti setelah dia bangun katakan padanya untuk menelponku balik. Oia gimana tentang ujiannya, apa ada kendala?"
"awalnya nona ingin menginap dihotel dekat lokasi ujian karna jarak tempuh yang jauh dari mansion, tapi saya menolak karna kuatir keamanan juga makanan nona, terakhir nona hanya bisa berangkat 1 jam lebih awal untuk ujian agar tidak terlambat"
"bagus, jangan biarkan gadisku berkeliaran apalagi menginap diluar mansion. Kapan pengumuman hasil ujiannya?"
"minggu depan tuan muda"
"ok. baik begitu saja, jangan lupa ingatkan gadisku untuk menelponku"
"tentu tuan muda"
Setelah mematikan telepon Al masih belum merasa lega tapi tidak ingin mengganggu istirahat gadisnya dia hanya bisa menunggu. Akhirnya dia pun memanggil gery agar berkemas kembali kekota. Via terbangun pukul 13.00 wib siang karna kelaparan. Tanpa memeriksa handphone nya, ia bergegas mandi dan berganti pakaian lalu turun kebawah. Dibawah sudah banyak pelayan sedang melakukan pekerjaan masing masing. Tanpa niat menganggu via berjalan kedapur ingin mencari sesuatu untuk dimakan. Bertemu dengan para koki, dan menyapa
"paman masak apa hari ini? Aku sangat lapar"
sambil memegang perutnya via bertanya
"nona hari ini kami memasak aneka seafood seperti udang goreng crispi, sup kepiting, cumi bakar dan lain lain, nona mau makan akan saya hidangkan dimeja" jawab seorang koki
"baiklah paman aku tunggu dimeja makan" via berlalu kemeja makan
__ADS_1
Koki menghidangkan makanan dimeja lalu kembali kedapur setelah via mengucapkan terimakasih. Karna sangat lapar via makan dengan tidak elegannya hingga paman mo menghampirinya
"nona silahkan makan pelan pelan jangan merusak citra anda"
Dengan mulut penuh makanan via menoleh "paman mo aku sangat lapar bahkan ingin memakan utuh seekor sapi jadi jangan menghalangiku"
"ini tidak baik nona, walaupun sangat lapar anda tetap harus menjaga citra anda saat makan, bukankah sudah diajarkan oleh pengajar les?"
"baiklah baiklah," perlahan via mengurangi kecepatan makannya sambil menggerutu. Paman mo yang melihatnya pun lega dan meninggalkan nonanya untuk melaksanakan tugasnya. Namun baru dua langkah paman mo terhenti dan berbalik
"nona tadi tuan muda menghubungi nona tapi nona tidak mengangkat, setelah ini tolong hubungi kembali tuan muda"
"kakak menelpon? oh mungkin gak kedengaran karna handphone aku silent, baiklah setelah makan akan aku telpon balik"
"bagus, kalo begitu saya kebelakang dulu, permisi nona"
"hm.." via mengangguk sambil mengunyah makanannya. Apa ada sesuatu yang penting? Kenapa kakaknya menelpon tiba tiba pikirnya
"halo kakak"
"halo via, sedang apa? Kenapa tidak menjawab telepon kakak tadi?" tanya Al
"tadi aku ketiduran kak, gak dengar. Kenapa kak?"
"bagaimana ujian kamu, lancarkan?"
"lancar kak, doakan saja hasilnya memuaskan. Kakak apa kabar disana?"
"baguslah. Kakak akan selalu mendoakan yang terbaik buat kamu" Al menarik nafas "kabar kakak baik kok disini, hanya sibuk aja. via juga baik kan disana?"
"baik kak, semuanya baik. Oia kapan kakak akan pulang?"
__ADS_1
"masih belum tau vi, proyek kakak masih berjalan tunggu semuanya bisa ditinggal baru kakak pulang. Kenapa via kangen ya sama kakak?"
"gak biasa aja. Ya udahla klo gada lagi via mau jalan jalan keliling mansion dulu bye kak"
sekejap telpon terputus. Via tidak menyadari klo barusan yang dia telpon adalah seorang Alzero Anderson, apa dia sudah seakrab itu sehingga berani menutup telpon tanpa aba aba? Jika paman mo tau mungkin dia akan berdoa tujuh hari tujuh malam agar tidak kena amukan sang tuan muda.
Sementara Al yang telponnya terputus malah melongo tak percaya, baru kali ini ada orang yang berani menutup telponnya tanpa persetujuannya. Ingin marah tapi ia urungkan mana mungkin dia tega memarahi gadisnya. Biarkan sajalah, apapun untuk gadisku pikirnya. Al sebenarnya sangat merindukan gadisnya, namun ia tahankan. Karna kesibukannya mengalihkan pikirannya makanya Al bisa bertahan tidak bertemu dengan gadisnya. Proyek penelitian nya saat ini masih dalam tahap penyesuaian, artinya masih jauh dari kata berhasil. Tapi Al selalu positif thinking, berharap semua akan memberi hasil yang ia harapkan. Al akan berjuang keras demi masa depannya meskipun memakan waktu yang cukup lama ia tetap bersabar. Lagupula Al punya banyak waktu belum lagi gadisnya masih belum dewasa jadi tak perlu terburu buru.
Via yang sedang dirindukan oleh kakaknya malah sedang duduk santai digajebo dekat taman. Dikelilingi oleh kolam ikan mas menambah kesejukan saat bersantai. Didepannya ada meja bundar yang diatasnya sepiring kecil kue brownies buatan paman koki ditemani dengan jus mangga kesukaannya. Via benar benar menikmati me time nya kali ini. Sesekali ia akan melemparkan makanan ikan yang terletak disamping bawah gajebo. Menyaksikan ikan yang saling berebutan mengambil makanan yang ia lemparkan makin menambah kesenangan hatinya. Sungguh saat yang menenangkan batinnya. Hahh
Tidak terasa waktu bergulir. Kini tiba saatnya pengumuman hasil ujian penerimaan mahasiswa baru. Diruang tamu sudah berdiri paman mo dibelakang via yang duduk disofa sambil menyalakan laptopnya karna sebentar lagi akan diumumkan hasil ujiannya minggu lalu. Setelah hidup ia memindahkannya keatas meja kopi lalu duduk kembali. Wajahnya memang tampak tenang namun jauh dilubuk hatinya via sangatlah gugup. Apakah ia berhasil mendapat beasiswanya kali ini. Paman mo juga dalam keadaan tegang kuatir jika nonanya tidak berhasil ia akan bersiap untuk menghibur nonanya. Apa aku perlu menghubungi tuan muda pikirnya, namun sebelum paman mo mengambil handphonenya, dering handphone via berbunyi, via melihat itu telpon dari kakaknya lalu mengangkat
"ia kak,"
"berapa nomor ujian mu biar kakak ikut periksa hasilnya" Al langsung to the point
"hm,,,aku kirim kan melalui pesan aja kak"
"baiklah kaka tunggu, oia gimana pun hasilnya nanti jangan kecewa, kakak akan selalu mendukungmu"
"trimakasih kak"
"yasudah kirimkanla nomornya ya"
"ia kak"
via mematikan panggilan lalu mengirimkan nomor ujian yang diminta kakaknya. Menjelang waktunya paman mo dengan hebohnya bersuara
"nona, nona waktunya sudah tiba, silahkan masukkan nomor ujiannya" dengan antusias paman mo mengingatkan via. Via yang mendengar itu langsung mengetikkan nomor ujiannya dan menunggu loading. Mungkin saking banyaknya yang sedang memeriksa hasil ujian mengakibatkan proses terbukanya agak lama. Menunggu berapa saat keluarlah nilai ujian via. Seketika ruangan itu hening, via linglung menoleh kebelakang.
"paman mo apa aku sedang bermimpi?" mendengar itu sontak menyadarkan paman mo tapi bukannya menjawab nonanya paman mo malah berteriak dengan sekuat tenaga melupakan tata kramanya
__ADS_1