
Rei masih mengikuti via berharap bisa diberi kesempatan mengantarnya pulang. Tapi via yang sudah tau rencana rei malah berjalan cepat dengan headset ditelinganya. Tak ingin ditinggal rei berlari menarik tangan via yang membuat via seketika menghadapnya. Via melotot kaget dengan ulah rei, menarik tangannya kembali tapi rei malah mengeratkan genggamannya membuat via meringis sakit. Rei melepas headset via membuat via semakin marah
"Apa apaan sih kak? Lepasin!" bentaknya
"Tidak. Sebelum kamu janji dulu untuk tidak kabur"
"Gak mau. Ini namanya pemaksaan kak" jawab via sambil menarik tangannya bisa dipastikan jika saat ini pergelangan tangannya sudah merah saking kuatnya rei memegangnya
"Via, kakak cuma ingin via ngasi kesempatan kakak buat antarin via pulang" bujuk rei. Gimana pun juga ia tidak tega melihat via yang marah karna ulahnya.
"TIDAK" tiba tiba terdengar suara serak dari arah belakang via. Via menoleh kebelakang terkejut melihat kakaknya al sedang berjalan kearahnya.
"Kakak,,," cicit via takut karna melihat raut muka kakaknya yang suram. Ada kemarahan yang tampak disana membuat via mengecilkan lehernya. Perlahan al mendekat lalu menarik paksa tangan rei yang memegang tangan via lalu dihempaskannya. Kemarahan yang sudah dibendungnya dari kemaren saat tau ada yang ingin mendekati gadisnya hampir meledak tatkala melihat
gadisnya sicengkram tangannya didepan mukanya. Jika saat ini tidak ada via disampingnya bisa dipastikan rei sudah cacat kena amukannya.
Al tidak akan peduli sekitar yang dia kuatirkan gadisnya akan ketakutan saat melihatnya menghajar rei. Rei yang tangannya dihempas kuat merasa ngilu tapi tak dihiraukannya. Saat ini dia begitu penasaran dengan sosok lelaki didepannya yang dipanggil kakak oleh via. Dengan berani rei menatap tajam kearah al seolah ingin memakannya.
"Kamu siapa berani sekali menarik tangan via?" Tanya Al dengan tatapan mautnya
__ADS_1
"Bukan urusanmu. Kamu sendiri siapa kenapa ikut campur urusanku dengan via?" Bukannya menjawab rei malah balik tanya.
Al yang melihat itu makin marah. Ditariknya kerah rei lalu membisikkan sesuatu
"Berani dekati gadisku, maka mati. Coba saja jika tidak percaya" bisiknya. Rei yang memang usianya lebih tua dari al merasa diremehkan. Rei bukannya tidak kenal dengan al seorang pebisnis muda yang beritanya selalu berseliweran didunia maya, hanya saja dia tidak terima al mengklaim via sebagai gadisnya, atas dasar apa?. Dengan penuh emosi rei mencengkram tangan al yang menarik kerahnya
"Aku tidak takut. Selagi via tidak menikah semua masih ada kesempatan" tantang rei.
Via yang berdiri disamping panik melihat al dan rei saling mencengkram penuh emosi. Takut mereka akan berkelahi via pun mendekat ingin melerai
"Kak al kak rei tolong jangan berkelahi. Ini dijalan umum tidak baik jadi tontonan" ucapnya sambil menarik al agar melepas rei. Begitu juga rei ingin ditariknya tapi al dengan cepat meraih tangannya agar tidak sampai menyentuh rei. Al tidak ingin gadisnya memegang lelaki lain walau hanya secuil pun. Via yang tangannya dipegang al ingin protes tapi melihat wajah kakaknya yang suram sontak membuatnya terdiam kaku. Takut kakaknya makin marah.
"LEPAS!!!" al dan rei yang melihatnya marah hingga wajahnya memerah sontak melepas tangannya berbarengan. Via menoleh kearah rei
"Kak rei, kuharap ini terakhir kalinya kakak mengikuti via. Jika masih ada lain kali via tidak akan segan lagi" tegasnya. Lalu via menoleh kearah al "kak ayok pulang via udah lelah"
"Ayok, sini tasnya biar kakak bawa" melepas tas via lalu memakainya namun sebelum al berlalu ia menatap tajam kearah rei dengan penuh peringatan.
Rei juga balas menatap al tak kalah garang. Seolah ingin pamer al meraih tangan via yang sudah berjalan lebih dulu lantas membuat via kaget dan ingin menarik tangannya tapi malah ditahan al "biar kakak pegang via kan lelah biar tidak jatuh" sungguh alasan 'bodoh' pikir via. Tapi mengingat kemarahan al tadi via pun membiarkannya saja. Sudahlah anggap saja aku lagi menghiburnya, batinnya.
__ADS_1
Didalam mobil al diam saja, begitu juga dengan via. Sebenarnya via lagi malas aja karna moodnya benar benar hancur sehari ini gegara rei berbeda dengan al. Al sangat marah mengingat via dipegang oleh lelaki lain. Api cemburunya begitu nyala saat mengingat tatapan rei pada gadisnya. Ia sadar lelaki yang lebih tua 2 tahun darinya itu memiliki perasaan yang sama dengannya terhadap via. Al sangat marah tapi disampingnya gadisnya sedang duduk, al tidak berani mengungkapkan kemarahannya takut gadisnya akan takut padanya. Tadinya al ingin memberi kejutan pada gadisnya dengan menjemputnya tiba tiba tapi justru dia yang diberi kejutan. Al akui penampilan via saat ini sungguh makin memukau dibanding satu tahun yang lalu. Lama tidak melihat gadisnya membuat al pangling saat melihatnya tadi. Tapi karna insiden itu al menepis pikirannya. Tapi sekarang al bisa melihat dengan jelas jika gadisnya sudah makin menampakkan pesonanya meskipun belum dewasa sepenuhnya. Hal ini makin menambah kecemasan al, hari ini saja ia sudah hampir mengamuk melihat ada yang ingin merebut gadisnya, gimana lagi nantinya? Sementara al tidak mungkin berada disisi gadisnya terus. Ahh aku harus bagaimana? Aku tidak ingin gadisku dilirik apalagi diambil orang lain!! teriak al dalam hatinya.
Tak terasa mereka tiba dimansion. Al masih memegang tas via bangkit keluar membuka pintu disusul oleh via. Mereka memasuki mansion ditengah sambutan para pelayan dan juga paman mo. Karna lelah via meraih tasnya dari al karna ia mau kekamarnya
"Kak makasih udah jemput via dan membawa tasku juga, aku kekamar dulu mau bersih bersih" ucapnya
"Pergilah, hari ini kamu udah lelah nanti pelayan akan memanggilmu untuk makan malam" jawab al. Sebenarnya al masih ingin lama lama dengan via tapi melihatnya mengitu kelelahan al mengurungkan niatnya. Masih banyak waktu pikirnya. Sementara paman mo membubarkan para pelayan setelah memberi salam. Mendekati tuan mudanya dan bertanya apa ada yang dibutuhkan.
"Tuan muda apa ingin saya buatkan teh atau kopi?" Tawar paman mo
"Kopi, antar keruang kerjaku"
"Baik tuan muda"
Paman mo bergegas membuat pesanan tuan mudanya sementara al berjalan menuju ruang kerjanya. Kemarahannya belum reda mengingat kejadian tadi, jadi al ingin menenangkan pikirannya sejenak. Mengambil handphonenya lalu menelpon gery.
"gery segera bawa kemari berkas pengajuan grup armana" titahnya
"baik tuan muda segera saya antar" jawab gery diseberang telpon.
__ADS_1
Al tidak akan tinggal diam melihat gadisnya akan direbut orang. Maka dari itu dia akan memberi pelajaran pada grup armana sebagai peringatan.