Jodoh Ideal Sang Tuan Muda Genius

Jodoh Ideal Sang Tuan Muda Genius
Usaha Rei 2


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir ospek. Via sedari tadi sudah merasakan kurang nyaman dengan perutnya, namun masih ditahannya. Jika dugaan nya benar ini mungkin adalah halangan pertamanya. Dilihatnya kedepan para senior masih sibuk berbicara dipodium untuk menutup acara ospek. Tak lama menunggu akhirnya acara ospek resmi dibubarkan. Dengan perlahan via bangkit dan keluar dari aula ditengah kerumunan mahasiswa. Dirasa agak lempang via mempercepat langkahnya menuju gerbang kampus karna supirnya sudah menunggu. Karna terburu buru via tidak menyadari kalo kakak seniornya tiba tiba menghadangnya. Karna terkejut via hampir menabrak rei namun ditahannya sekuat mungkin hingga via hampir terjungkang kebelakang. Buru buru rei menarik pinggang via kepelukannya agar tidak terjatuh. Via yang disentuh orang asing reflek melepaskan diri dan menatap tajam kearah rei.


"Kakak kenapa tiba tiba muncul menghadang jalanku?" Ucap via dengan kesal


"Maaf via, kamu gapapa kan?" Tanyanya kuatir


"Syukur gapapa"


"Sekali lagi maaf ya, tadi tuh kakak panggil via, tapi via gak dengar makanya kakak buru buru menghampiri via"


"Emang adapa kakak manggil aku?"


"Eh itu, kakak mau minta nomor WA nya via, boleh kan?"


"Maaf kak gak bisa. Kita tidak akrab"


"Makanya biar akrab kakak minta nomor WA kamu"


"Maaf kak lain kali aja. Klo gada apa apa lagi via pulang dulu" tanpa mendengar jawaban rei, via langsung berjalan meninggalkan rei. Rei yang ditinggal hanya bisa memandang punggung via yang semakin menjauh. Sebenarnya rei sudah memperhatikan via selama ospek dan berusaha mendekatinya namun via selalu saja menghindar. Maka disinilah rei menunggu via tapi sepertinya via tidak suka dengannya tampak dari sikapnya yang acuh tak acuh.


Didepan gerbang kampus via mencari keberadaan mobil jemputannya. Setelah melihatnya via mendekat dan masuk.


"Pak, tolong keminimarket sebentar ya sebelum pulang" pintanya


"Baik nona"

__ADS_1


Singgah diminimarket via mengambil perlengkapan khusus wanita lalu membayar. Tak ingin lama lama via segera kembali ke mobil setelah membayar belanjaannya. Sesampainya dimansion via segera kekamarnya untuk mengecek. Dan benar saja seperti dugaannya. Untung saja dia sudah membeli perlengkapannya tadi.


Karna ini merupakan yang pertama kali via sungguh tersiksa dengan kram diperutnya. Ia memilih merebahkan badan berharap mengurangi rasa sakitnya. Sementara mama sena yang sudah tahu via pulang dia bergegas kekamarnya.


Tok tok tok karna tidak ada sahutan dari dalam, mama sena membuka pintu dan masuk


"Sayang, kamu kenapa jam segini kok udah tidur?" Mama sena mendekati via dan menyentuh dahinya. Via yang disentuh terbangun


"Gapapa mah, via cuma lagi halangan aja jadi agak lemas" cicitnya menahan sakit


"Yaudah klo gitu makan malam via dikamar aja, bentar mama ambil yah" sebelum beranjak via menahan tangan mama sena


"Trimakasih ya mah"


"Iah sayang, istirahatlah bentar lagi mama bangunkan untuk makan" mama sena meninggalkan kamar via dan menyuruh pelayan membuat sup jahe untuk diminum via lalu mengantarnya beserta dengan makan malam.


"Heh! Anak mama ingin merebut gadisku? Cari mati" ucapnya dengan menampilkan senyum smirknya.


Bawahan yang mendengar tuan muda nya berbicara membuat bulu kuduknya merinding. Setiap kali tuan mudanya menampilkan smirk seperti itu, mereka akan langsung merasa kasihan kepada orang yang telah berani memprofokasi tuan mudanya.


"Hah, sudah lama tidak latihan, sepertinya aku harus turun tangan biar otot ototku tidak kaku" ucap al sambil meremas tangannya hingga terdengar bunyi. kretek


"Gery, segera bereskan semua hal yang mendesak setelah itu bersiap untuk melihat seseorang yang sudah bosan hidup"


"Maksud tuan kita akan pulang ke kota F"? Tanya geri memastikan

__ADS_1


"Pulang untuk melihat gadisku,,, dan melatih otot yang kaku dengan orang bodoh yang sudah bosan hidup. Berani mendekati gadisku, berarti menantang maut" tegasnya. Jiwa kejam yang sudah lama tertidur tiba tiba bangun mendengar gadisnya diincar orang lain. Bagi al, via sudah merupakan sosok penting dalam hidupnya yang tidak bisa diganggu apalagi direbut. Gery segera menganggukkan kepala karna tidak berani angkat bicara jika sudah melihat tuan mudanya mode tempur. Malam itu juga al kembali kenegaranya dengan jet pribadinya.


Kembali kemansion, karna hari ini adalah hari pertama via kuliah, mama sena berniat ikut mengantarkan via kekampus. Via tentu saja senang, karna sedari kecil ia sudah mendambakan diantar kesekolah oleh mamanya dihari pertama masuk. Dan sekarang bisa terwujud oleh mama sena.


"Makasih ya mah, uda mau antar via kekampus" ucapnya saat berada didalam mobil menuju kampus


"Iah sayang, mama juga senang. Via nanti belajarnya jangan terlalu dipaksa ya. Jika lelah izin saja dulu, jangan terlalu diporsir" nasehat mama sena


"Baik mah, via mengerti"


Tak terasa via sampai, dengan lambaian tangan via berjalan menuju fakultasnya. Dari jauh iah sudah melihat kakak seniornya mendekat membuat mood via yang tadinya cerah tiba tiba mendung. Pura pura tidak melihat via berjalan sambil melihat ponselnya, berharap tidak disapa oleh kakak seniornya itu. Tapi harapannya buyar saat mendengar namanya dipanggil


"Pagi via," sapa rei yang sudah tau jadwal kuliah via. Dengan terpaksa via tersenyum palsu


"Pagi kak,"


"Via udah sarapan belum, ini kakak ada bawa sarapan buat memulai kuliah pertama via" dengan senyum menawan nya rei menyodorkan sarapan yang terbungkus rapi kepada via.


"Maaf kak, aku uda sarapan dari rumah"


Tangan rei yang tergantung memegang makanan seketika membeku. Dengan perasaan sedih rei menurunkan tangannya. Banyak bisik bisik disekitar yang melihat itu karna ini merupakan jam sibuk untuk kuliah sesi pagi jadi banyak mahasiswa yang melihatnya. Apalagi rei yang merupakan cowok idaman tentu saja menjadi hal yang sangat menarik perhatian para mahasiswa. Namun rei tidak peduli, walau via menolak makanannya rei tetap menampilkan wajah ramahnya yang sangat jarang terlihat selama kuliah.


"jika via sudah sarapan yoda gapapa. Nanti via makan siangnya dimana, bolehkah kakak gabung?" via yang mendengarnya melongo. benar benar pantang menyerah desahnya.


"maaf kak, aku belum tau mau makan dimana. Oia aku bentar lagi mau masuk. Aku duluan ya kak" dengan langkah cepat via meninggalkan rei yang terdiam. Via heran tuh kakak kelas maunya apa sih suka bener muncul dimana mana kayak gada kerjaan, gerutunya. Via berjalan sambil melihat lihat nomor ruangan yang akan jadi kelas pertamanya. Banyaknya ruangan membuatnya pusing sendiri. Hingga terdengar suara memanggil namanya, rupanya itu adalah velin salah satu teman kelompokknya semasa ospek yang juga merupakan satu jurusannya. Via mendekat

__ADS_1


"halo Velin lagi nyari ruangan juga?" sapa via


__ADS_2