Jodoh Ideal Sang Tuan Muda Genius

Jodoh Ideal Sang Tuan Muda Genius
Belanja Sama Mama


__ADS_3

Mama sena yang sudah berhasil membuat putranya kesal malah tidak ambil pusing.


"paman mo, jika anak nakal itu memintamu buat memata matai saya, iyakan saja. Tapi paman harus melaporkan yang sebaliknya. Ngerti maksud saya paman mo?" tegas mama sena yang sedang berdiri didepan taman mansion sambil ditemani oleh beberapa pelayan termasuk paman mo.


"baik nyonya" Paman mo yang ditugaskan oleh nyonya besar hanya bisa pasrah, jika tuan muda nya tau dibohongi pasti akan murka, tapi dengan nyonya disini? Huft, ikuti yang disini saja desahnya.


Karna sebentar lagi via akan memasuki perkuliahan, mama sena ingin mengajak via berbelanja keperluan kuliahnya termasuk baju, sepatu, buku, tas dll. Via awalnya merasa gak enak tapi dengan bujukan mama sena akhirnya via luluh juga. Mereka pun berangkat diantar oleh supir ke pusat mall yang terbesar dikota itu. Didalam mobil via hanya diam saja karna tidak tahu mau bicara apa, baginya ini adalah pertama kalinya ia ditemani oleh seorang ibu untuk belanja keperluannya. Kenangan akan mama kandungnya benar benar sudah lenyap dari memorinya. Mama sena yang melihat via diam saja berinisiatif membuka obrolan


"via, apa kamu sudah punya SIM A?" tanya mama sena


"belum mah, kenapa?"


"padahal mama mau mengajak via beli mobil sehabis belanja nanti, atau gimana klo kita lihat lihat dulu nanti di showroom mana tau ada yang cocok" mama sena begitu antusias ingin memenuhi semua kebutuhan anak gadisnya, kapan lagi coba.


via seketika melambaikan tangannya bermaksud menolak "eh,,tidak usah mah, via nyaman kok diantar sama supir kemana mana" elaknya


"mana bisa begitu sayang, bentar lagi via kan kuliah pasti teman teman via udah pada bawa kendaraan masing masing kekampus secara kan udah dewasa, nah anak gadis mama juga harus punya dong"


"tapi via kan gak bisa nyetir mah? Lagi pun via belum izin sama kak Al"

__ADS_1


"soal belum bisa nyetir nanti mamah daftarkan kekursus mengemudi dan soal putra mama yang nakal itu biarkan saja, dia tidak akan bisa menentang mama"


"baiklah,, tapi boleh kan belinya gak hari ini?"


"tentu saja sayang, kita nanti hanya akan lihat lihat dulu klo ada yang cocok baru kita pesan. Tenang saja mobilnya tidak akan datang secepat itu kok paling semingguan baru diantar" dengan entengnya mama sena mengatakan semingguan, apa segampang itu orang kaya beli mobil? dan juga via belum belajar mengemudi jadi untuk apa dipesan secepat itu? Benar benar dunia horang kaya, beli dulu baru belajar.


via hanya bisa mendesah dalam hati ingin menolak tapi ga enak "yah sudahla terserah mama aja, via mah ngikut aja" pasrahnya


"nah gitu dong sayang, mamah kan senang klo anak gadis mama ikut modis dengan bawa mobil kekampus pasti keren" mama sena sejenak mengingat masa mudanya "mama dulu seusia kamu sangat berharap bisa kuliah dengan pergi kekampus yang bagus berpakaian cantik, bawa kendaraan sendiri, memiliki kehidupan kampus yang menyenangkan, bila perlu memiliki pacar yang baik makanya mama pengen wujutin itu dikamu sayang" jelas mama sena yang teringat akan masa lalunya


"loh, mama dulu tidak kuliah?"


"dulu kehidupan mama sangatlah sulit karna keluarga mama sangatlah miskin, untuk sampai kesekolah menengah atas saja mama harus bekerja sambilan sepulang sekolah" mama sena sejenak menghela nafas menoleh kearah via "orang tua mama dulu menikah diusia tua dan hanya memiliki mama satu satunya keturunan. Belum tamat SD ayah sudah meninggalkan kami. Jadi sudah bisa via bayangkan betapa keras dulu hidup mama membantu perekonomian keluarga sementara ibu hanya tukang buruh cuci dari pintu kepintu" tak sengaja mama sena menitikkan air mata saat mengenang masa lalunya yang pahit


"maaf mah, via sudah mengingatkan mama akan kenangan pahitnya mama" cicit via merasa bersalah


"tidak sayang, justru itu mama bisa merasakan semua perjuangan via seperti mama dulu. Bahkan mama merasa via lebih hebat bisa kuliah dengan beasiswa, sedangkan mama hanya bisa sampai sekolah menengah itupun nilainya pas pasan, hehe"


"via bangga sama mama"

__ADS_1


"mama juga bangga sama putri mama, makanya mama pengen via itu bisa menikmati masa masa kuliah seperti yang lainnya, ok?"


"baiklah mah, via akan ikuti semua saran mama"


"nah gitu dong putri mama" ditengah asiknya bercerita tiba tiba pak supir menghentikan mobilnya karna sudah sampai. Tak terasa karna keasikan cerita mereka tidak sadar sudah sampai di salah satu mall terbesar di kota itu.


Mama sena pertama mengajak via ke salah satu toko baju yang lumayan terkenal, karna selain model bajunya yang high class harganya juga sangat fantastis. Via memegang salah satu dress yang lumayan cantik jika dipakainya, namun saat melihat kebelakang sontak saja via terkejut melihat harganya, ini baju apa ada berliannya? Harganya lebih mahal dari sepeda motor barunya miya, pikirnya. Dengan cepat ia melepaskan dress tersebut yang rupanya sempat dilihat oleh mama sena


"sayang kayaknya dress yang itu cocok deh sama kamu, ambil gih biar dicoba dulu" suruh mama sena.


"Gausa deh mah pilih yang lain aja" sambil menggelengkan kepala via menjauhi dress itu


"mbak tolong ambilin dress yang warna biru sama merah ya biar dicobain sama putri saya" perintah mama sena kepada salah satu pegawai. mama sena mendekati via dan mendorongnya pelan kearah ruang pas.


"udah via tunggu didalam aja, nanti mbaknya akan membawakan beberapa baju jadi via cobain semua ya baru perlihatkan ke mama, mama tunggu disini" mama sena mengambil posisi santai disebuah sofa yang terletak khusus untuk pelanggan yang menunggu kamar pas. Dengan enggan via masuk dan mencoba semua pakaian yang diserahkan mbak pegawai. Alangkah terkejutnya via dengan banyaknya baju yang harus dicobanya, oh astaga,,sebanyak ini?


Rupanya tadi mama sena sudah diam diam memilih baju yang akan dibeli untuk via jadi tinggal mencoba aja diruang pas. Dengan terpaksa via memakai satu persatu lalu keluar menunjukkan sama mama sena, hingga habis. Mama sena sangat senang semua baju yang dipilihnya sangat pas dibadan via. Padahal via masih berusia 16 tahun tapi bodynya sudah seperti gadis 18 tahun yang sudah menampilkan sosok yang ideal. Tinggi, langsing, namun sedikit berisi ditempat tempat tertentu seperti bokong dan dada.


Setelah puas belanja baju sekarang beralih ke toko sepatu. Jangan tanya kemana kantong belanja baju tadi tentu semuanya akan dikirim langsung kemansion. Di toko sepatu mama sena justru tidak terlalu ikut campur dalam memilih sepatu untuk via, dia hanya memberi saran sepatu mana yang cocok dengan tempat yang akan dituju. Selagi mendengar mama sena, via sudah ditawari beberapa sepatu oleh pegawainya. Dengan menyebutkan nomor sepatunya pegawaipun segera mengambil beberapa sepatu dengan cepat untuk via coba. Setelah mencoba via akhirnya memilih 3 pasang sepatu. Kali ini mama sena tidak protes kenapa hanya 3 pasang yang via pilih karna menurutnya memilih sepatu itu tidak tergantung tampilannya saja tapi juga kenyamanan saat berjalan. Jadi hanya pemakailah yang berhak memutuskan.

__ADS_1


__ADS_2