
Setelah urusan sepatu selesai, mama sena mengajak via untuk makan siang disalah satu restoran yang ada di mall. Via sudah tidak canggung lagi dengan mama sena, dengan santainya dia memesan makanan kesukaannya setelah menanyakan pesanan mama sena. Tidak butuh waktu lama pesanan mereka datang. Via makan dengan anggun walaupun sedang dalam kelaparan. Via tidak ingin mengecewakan orang sekitarnya termasuk paman mo yang sudah dengan sabar mendidik etiket makan nya. Mama sena yang melihatnya pun puas, putri kesayangannya sudah mulai membiasakan diri dengan kehidupan high class. Mama sena akan berusaha membimbing via agar bisa berdiri berdampingan dengan putranya kelak. Ditatap oleh mama sena membuat via malu, apa aku makannya terlalu banyak yah pikirnya
"via, setelah makan kita akan melanjutkan shopping kita, hm,,,kali ini kita akan beli peralatan kuliah kamu seperti tas, buku, alat tulis dan lainnya, ok?"
"baik mah, tapi apa mama tidak ada yang ingin dibeli?"
"hari ini khusus untuk putri mama, lain kali baru putri mama yang menemani mama belanja, via mau kan?"
"tentu saja mah, mama ajak via aja jika ingin ditemani kemana mana. via senang kok pergi bareng mama" 'via bahkan ingin mama selalu didekat via' batinnya.
"mama senang sekarang ada teman mama jika mau belanja, makasih ya sayang"
"sama sama mah"
Acara makan siang pun selesai, dilanjutkan dengan belanja tas dkk. Via yang biasanya tidak pernah berbelanja hingga 1 harian benar benar salut pada teman teman sekolahnya dulu. Betapa hebatnya mereka sanggup berkeliling mall seharian bahkan sampe malam sementara aku baru juga sedari pagi sudah hampir tumbang,,huft benar benar luar biasa.
"mah, boleh gak abis ini kita pulang? kaki via sudah capek keliling dari tadi"
"kasihannya putri mamah, yaudah habis ini kita langsung pulang ya, besok kita lanjut. Oia sekalian besok mama ajak via ke salon sekali sekali perawatan gapapa, apalagi anak gadis"
"hem,,mama atur aja, via sih ngikut aja"
"bagus"
__ADS_1
Semua belanjaan telah tersusun rapi dipaper bag tinggal dikirim kemansion. via dan mama sena berjalan menuju parkir untuk segera pulang. Tak lupa via berhenti ditengah jalan untuk membeli kue kering kesukaannya. Setelah sampai mansion via pamit ke mama sena untuk segera bersih bersih lalu istirahat. Masih pukul 16.00 wib lumayan tidur sebentar isi tenaga,,huh lelahnya. Mama sena yang ingin meletakkan belanjaan via dikamar terkejut melihat via sudah tertidur pulas. Dengan perlahan mama sena beranjak keluar setelah meletakkan semua belanjaan via.
Karna kemaren mama sena dan via berbelanja seharian yang sudah jarang dilakukan, pagi ini mama sena pun merasa sangat kelelahan. Alhasil rencana hari ini untuk kesalon dan lainnya terpaksa ditunda. Via yang mendengar hal itu langsung ceria, mengingat acara belanja mereka sebelumnya membuatnya meringis ngilu. Satu kata 'lelah'. Tapi via juga kuatir dengan keadaan mama sena. Namun paman mo mengatakan bahwa nyonya besar hanya kelelahan dan akan istirahat. Dengan enggan via melangkahkan kembali kakinya menuju kamarnya karna tak ingin mengganggu istirahat mama sena.
Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat. Kini via akan mengikuti OSPEK (Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus) yang serentak dilakukan dengan semua jurusan. Dengan penampilan yang sangat 'unik' via memasuki mobil menuju kampus. Kenapa dibilang 'unik', itu karna via memakai baju kemeja merah lengan pendek dengan rok kuning selutut dipadukan dengan sepatu kets hijau beserta kaos kaki hingga selutut berwarna jingga. Tidak lupa rambutnya dikepang 2 dengan pita warna warni ala pelangi. Walaupun penampilan via terkesan 'unik' dengan warna raimbow tapi tidak menutupi kecantikannya yang dominan. Tentu saja seperti pepatah mengatakan, orang cantik akan selalu cantik dengan pakaian apapun.
Setibanya dikampus para mahasiswa baru sudah banyak yang berdatangan. Via turun dari mobil sambil melihat sekelilingnya sudah seperti pelangi yang berwarna warni. Rupanya setiap jurusan tema warnanya berbeda beda, seperti jurusan keuangan via memakai tema warna pelangi, jurusan psikologi memakai tema warna hijau tentara, jurusan TI memakai tema warna hitam horror, dan jurusan lainnya. Dengan begitu banyak yang hadir dari setiap jurusan berkumpul di satu titik sungguh membuat pemandangan yang luar biasa megah.
Dikejauhan miya melambaikan tangannya berharap via mendekat. Memang sebelumnya mereka berdua sudah sepakat untuk bertemu saat ospek meskipun beda jurusan. Via pun berjalan kearah miya, namun banyak sekali tatapan mata yang tertuju padanya. Tidak ambil pusing, via menyapa miya yang sudah menunggunya sedari tadi.
"via, lo kok pake ginian pun tetap cantik sih bikin iri aja" ucap miya dengan muka cemberut
"yaya, bukannya kaca mata anti silau kecantikan gue tuh masih bergaransi yah, kok udah gak mempan lagi?" via dengan gaya songongnya menanggapi miya
"hahaha,,,nih anak kayaknya uda rada rada stres deh" ledek via sambil tertawa lepas yang sialnya makin menambah tingkat kecantikannya, dan auto jadi bahan sorotan para mahasiswa sekitar. Gimana tidak, sedari via berjalan semua fokus sudah jadi miliknya serasa berjalan di red carpet aja. Miya yang melihat situasi itu menarik tangan via agar menjauh mencari tempat yang agak sepi. Capek juga punya teman super cantik kemana mana jadi bahan sorotan desahnya.
"eh yaya, kenapa ditarik tarik sih?" tanya via sambil mengikuti miya. Mereka pun berhenti ditempat yang sudah agak sepi.
"via sayang, apa gak loh liat tadi semua mata pada liat loh mulu udah kayak sinar laser aja" celotehnya sambil meletakkan kedua tangannya dipinggang.
"ah masa sih? Aku gak merhatiin. Lagian tumben loh protes biasanya juga anteng anteng aja"
"maunya sih gitu maisaroh,,, tapi lama lama diplototin risih kali, gimana sih?"
__ADS_1
"hehe,,maaf maimunah,,, udah berprasangka baik jangan marah dong entar cantiknya pudar"
"berprasangka buruk via!" protesnya
"ah iya,,itu maksudnya hehehe,,,udah gausa marah lagi, hari ini kita mesti semangat kan hari pertama jadi mahasiswa?"
"iah iah,,tapi tolong dong itu penampilan dikurangin kadarnya, lama lama berasa kayak artis deh diliatin mulu" keluhnya
"gimana caranya? Lo ada ada aja deh, jangan bilang aku kesalon dulu buat permak baru kekampus? Ogah ya" via terdiam lalu melanjutkan "gini aja gausa peduliin semua mata yang memandang kearah loh, kecuali ada perlu sama loh. Lama lama juga bakal bosan tuh orang"
"hah, gak disekolah dulu gak dikampus sekarang semuanya tetap aja sama,,," keluhnya
"sabar ya yaya sayang,,,mau gimana lagi sahabat gue kan cuma loh, masa ia loh ninggalin gue gegara ginian? Tega bener"
"ok ok, gausa pasang muka melasnya deh"
"hehehe,,,"
"gausah tertawa"
via sontak menutup mulutnya sambil menaikturunkan alisnya. Miya yang melihatnya hanya bisa geleng geleng kepala, nasib nasib punya temen yang cantiknya kebangetan,.
Tak menunggu lama akhirnya para senior panitia ospek datang dan mengajak para mahasiswa baru untuk memasuki aula. Didalam aula sudah disediakan kursi mahasiswa baru menurut jurusan. Via dan miya lekas menuju kursi jurusannya setelah berpamitan. Karna jurusan pilihan pertama via adalah keuangan maka dia pun duduk dikursi jurusan itu.
__ADS_1