Jodoh Ideal Sang Tuan Muda Genius

Jodoh Ideal Sang Tuan Muda Genius
Hari ujian tiba


__ADS_3

" tidak disengaja? Lalu kenapa kamu mau aja?" Tanya Al


"Aku,,aku merasa kurang sopan jika menolaknya kak" cicit via


"Lalu jika dia meminta mu jadi pacarnya apa kamu juga akan menerimanya?"


"Hah? Tentu saja tidak! Aku tidak mengenalnya"


"Lalu klo kamu kenal apa kamu akan menerimanya?"


"Tidak. Kenapa aku harus menerimanya? Aku tidak suka padanya. Lagipula aku kan belum cukup umur untuk pacaran" kakaknya ini ada ada aja lah, masih kecil kok ditanya soal pacaran, gerutunya.


Al senang mendengar jawaban gadisnya, ada senyuman diwajahnya.


"Lalu klo sudah cukup umur apa kamu akan pacaran?"


"Tidak juga, aku akan sibuk tidak ada waktu untuk itu. Nanti jika aku udah dewasa aku akan langsung nikah aja klo uda cocok, gak perlu pacaran. Kakak,,, kenapa tiba tiba nanya soal ini? Apa kakak sudah punya pacar?"


"Kakak mana ada waktu untuk pacaran. Kakak sibuk disini. Kakak tanya hanya tidak ingin via pacaran dulu fokus untuk study, dan juga jangan suka dekat dekat dengan laki laki apalagi pegangan tangan kamu itu perempuan harus bisa jaga diri" Al sungguh meradang melihat gadisnya dipegang tangannya oleh lelaki lain. Ingin sekali ia memotong tangan yang sudah berani memegang megang tangan gadisnya. Via tiba tiba teringat saat dipanggung tadi, tapi segera ia kesal karna itu. Namun ia tetap diam tak ingin kakaknya membahas itu.


"Aku ngerti kak"


"Ya sudah sana bersih bersih lalu tidur"


"Hm,," via mengangguk lalu bergegas keluar setelah kakaknya memutuskan panggilan. Paman mo yang setia menunggu diluar melihat nonanya keluar


"Nona apa nona sudah makan malam?" Tanya paman mo


"Sudah paman, aku mau istirahat. Selamat malam paman"


"Selamat malam nona"


Dengan gontai via berjalan menuju kamarnya untuk bersih bersih lalu tidur. Hari ini sangat melelahkan pikirnya.


Karna via tidak memiliki akun media sosial jadi dia tidak mengetahui kehebohan yang terjadi didunia maya. Hanya setelah miya menelponnya dengan heboh menceritakan perihal berita viral itu barulah dia tahu

__ADS_1


"Vi, lo benar benar jadi trending topik sejagat maya!, berasa kayak artis deh"


"Benarkah? Kok gak terasa ya?" Dengan ogah ogahan via bangun dari tempat tidurnya


"Ih,, nih anak sombongnya"


"suka suka aku dong, kenapa situ yang sewot" jawab via


"Pengen gue tampol deh tu mulut"


"Sini klo berani, gue tantang" via memasang wajah garang padahal mereka cuma nelpon biasa bukan vidio


"Hehe jan ngamuk dong buk, masa gitu za da mau bawa kapak? Peace"


"Lagian lo sih mancing mancing"


"Maaf deh maaf hehe,,oia loh tau ga sekarang semua fansnya audika lagi nyari info tentang lo disejagat maya, sayangnya gak bakal ketemu ketemu"


"Itu sih urusan mereka, gak jadi bahan pusing gue. Lo tau kan klo urusan gituan aku tuh malas, mending tidur deh jarang jarang paman mo ngasi waktu buat istirahat"


"Hm,,,bye bye yaya"


"Bye via"


Via telah sampai didapur setelah mematikan telponnya. Mengambil buah apel lalu memakannya. Hari ini bakal jadi hari termalas,,hah


Dilain tempat penyanyi tampan Audika jadi bahan pencarian panas gegara duetnya dengan via. Manager dan juga tim pemasaran sedang mengadakan rapat perihal berita tersebut, namun sang idola justru santai aja seolah bukan dia yang ada didalam vidio tersebut.


"Dika, bagaimana bisa kamu berduet dengan seorang siswi, apa kamu tidak mengerti nilai pasarmu akan turun karna itu?" Tanya sang manager


"Kakak, itukan hanya duet dengan seorang siswi anggap aja sebagai latihan menyanyi buat siswi itu, lagipula dividio itu kolaborasi kami juga bagus tidak tampak siswi itu pemula"


Jawab audika


"Tapi vidio itu sudah mempengaruhi perusahaan, kenapa kamu tidak berfikir dulu baru berbuat?" Desah sang manager

__ADS_1


"Ok, ok aku minta maaf lain kali aku tidak akan gegabah" jawab audika lalu berdiri keluar ruangan


"Anak ini,," manager hanya bisa menghela nafas, sifat audika memang agak keras kepala


"Aku meminta maaf telah membuat perusahaan terpengaruh dan juga tim pemasaran repot" manager berdiri dan menundukkan kepalanya, meminta maaf atas nama artisnya.


"Sudahlah, semua sudah terjadi kedepannya harap lebih menjaga artismu agar tidak terjadi hal seperti ini lagi" jawab salah satu tim pemasaran


"Baik baik, tentu saja" segera manager menjawab


Diruang istirahat audika termenung mengingat duetnya dengan siswi pelajar itu. Dia sudah bertanya nama siswi itu luvia, biasa dipanggil via. Merupakan siswi yang berprestasi. Namun via ternyata seorang yatim piatu yang sekarang tinggal dirumah seorang donatur. Audika merasa kesihan, ternyata gadis cantik pemilik suara indah itu memiliki nasib yang malang. Dia semakin tertarik padanya. Semoga saja ada kesempatan mereka bertemu lagi pikirnya.


Tidak terasa waktu berjalan, besok adalah hari ujian penerimaan mahasiswa baru serentak diseluruh kota. Setiap siswa akan mengikuti ujian ditempat yang berbeda yang telah diatur oleh pihak dinas pendidikan. Via mendapat lokasi ujian yang lumayan jauh dari mansion sekitar 1 jam perjalanan. Via meminta pada paman mo agar via menginap didekat lokasi ujian, namun paman mo tidak setuju. Paman mo tidak akan berani membiarkan nonanya menginap diluar sendirian. Jadi dia sudah mengatur untuk besok berangkat lebih cepat agar tidak terlambat. Keesokan harinya via berangkat ujian lebih awal, dan tiba tepat waktu. Supir tetap menunggu hingga ujian usai lalu membawa pulang nonanya. Begitu juga ujian hari kedua semua berjalan lancar tinggal menunggu hasil ujian yang akan diumumkan seminggu kemudian.


Dilain tempat Al sedang memantau proses pembangunan proyek pelabuhan disebuah desa pedalaman bersama asisten setianya gery.


"tuan muda, menurut laporan yang tertulis dan yang terlihat diproyek ini semuanya cocok. Tidak ada yang salah baik perhitungan maupun bahan yang digunakan semuanya sesuai"


"bagus, ternyata orang yang kamu cari bisa dipercaya. Sekarang hanya perlu memastikan proyek selesai tepat waktu"


"tentu tuan muda,.oia tuan muda hari ini adalah hari terakhir ujian penerimaan mahasiswa baru, bukankah nona juga mengikutinya?"


"kenapa baru bilang sekarang gery? Harusnya kamu ingatkan saya sebelum dimulainya ujian"


"maaf tuan muda saya lupa,,hehe" gery tersenyum ngaring sambil menggaruk lehernya


"cepat kembali kehotel, aku harus menelpon gadisku disini benar benar tidak ada sinyal, sial"


"baik tuan muda"


Al merasa bersalah karna sudah melupakan hari penting gadisnya, harusnya ia menghubunginya sebelum ujian untuk memberi semangat, tapi karna padatnya jadwalnya belum lagi harus kepedalaman seperti ini telah membuatnya lupa.


"kemudi lebih cepat gery, kenapa lajunya seperti keong?" Al sungguh sudah tidak sabar. Mendengar itu gery memperhatikan kecepatannya di layar, apa lari 90 sama dengan kecepatan keong? Tuan mudanya sudah mulai kurang waras jika menyangkut gadisnya, batinnya


"ia tuan muda, akan saya naikkan kecepatannya"

__ADS_1


__ADS_2