Jodoh Ideal Sang Tuan Muda Genius

Jodoh Ideal Sang Tuan Muda Genius
Tuan muda jatuh cinta


__ADS_3

Sementara Al dan gery sudah sampai dirumah sakit. Al langsung membawa via kebagian UGD, disana dr.rita sudah menunggu dengan was was siapa pasien penting yang akan ditanganinya. Via diletakkan dibrangkar lalu dr. rita pun segera ambil alih. Al berdiri disamping brangkar sambil menatap intens kearah via.


Setelah beberapa saat via pun sudah diperiksa dipasang infus dll.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya Al tidak sabar


"Tuan muda keadaan nona saat ini sudah tidak terlalu berbahaya, dia hanya dehidrasi, kelelahan fisik, tubuh yang lemah juga kurang gizi makanya langsung drop dan sekarang masih belum sadarkan diri, biarkan dia istirahat mungkin sebentar lagi akan bangun, pasien akan dipindahkan keruang rawat inap" jelas dr.rita


"Siapkan kamar VIP untuknya" titahnya


"baik tuan muda" setelah itu dokter rita pun bergegas mengurus ruangan via memastikan semuanya beres.


Selang beberapa menit via dipindahkan keruang inap VIP diikuti oleh Al dan gery asistennya. Dilain tempat miya yang sudah sampai dirumah sakit memarkirkan motor matiknya lalu bergegas menanyakan informasi pada bagian resepsionis. Setelah mendapatkan informasi miya langsung berlari kecil menuju ruangan, saat sedang menunggu lift tiba tiba handphonenya berdering tampak pak ridho yang menelpon.


"halo pak ridho, ini saya udah dirumah sakit Anderson Hospital menuju ruangan via dirawat, nomor kamarnya akan saya WA kan ya pak" miya buru buru menjelaskan


"ok, saya dan kepala sekolah akan kesana" jawab pak ridho lalu mematikan telepon.


Miya berdiri didepan ruangan via dirawat, agak ragu untuk mengetuk karna itu merupakan ruangan VIP yang bertolak belakang dengan situasi finansial sahabatnya itu. apa via udah jadi kaya? pikirnya. Tapi pikiran itu cepat ditepisnya, dan mulai mengetuk. Tak berapa lama seorang pria muda tampan muncul tepat didepan miya, membuat miya terdiam mematung.


"cari siapa nona?" tanya gery yang membuka pintu. Miya tersadar mendengar suara pria tampan itu, seketika wajahnya memerah malu.


"itu,,saya mau mencari via, iyah via teman saya, kata mbak resepsionis kamarnya disini" miya menjawab dengan terbata bata saking malunya


"kamu yang tadi berdiri didepan kos an nya nona luvia ya?"


"iyah betul, itu saya. Kakak temannya paman yang tadi ya yang membawa via?"

__ADS_1


Paman? Apa tuan muda sudah setua itu? pikirnya " Iya itu bos saya, kamu mau menjenguk nona luvia?"


"apa boleh?"


"masuklah" gery mempersilahkan miya masuk


"oia nama saya miya, teman semejanya via" miya mengulurkan tangannya


"saya gery asisten tuan muda Al" gery menyambut tangan miya.


Saat miya memasuki ruangan dilihatnya via sedang berbaring dengan infus ditangan kirinya sementara tangan kanannya digenggam oleh paman yang membawanya tadi. Ingin bertanya tapi tiba tiba gery mengkode supaya tidak bersuara sehingga miya terdiam. Paman ini siapa? kenapa dia menggenggam tangan sahabatnya? pikirnya


Gery yang melihat gelagat miya, mengajaknya keluar. Sesampainya diluar gery menjelaskan


"nona miya, keadaan nona via saat ini sudah stabil dia hanya butuh istirahat makanya masih belum bangun" berhenti sejenak "sebaiknya nona pulang saja, biarkan nona via istirahat" setelah mengatakan itu gery meninggalkan miya. miya yang tadinya ingin bertanya tentang paman itu mendadak kesal, kenapa dia lagi lagi terpesona dengan pria tampan itu,,, lupa kan jadinya hah! ingin masuk tapi tak berani, ya sudahlah pulang aja dulu, yang penting via uda aman pikirnya.


Al sedari tadi duduk sambil memegang tangan via, menatap wajah pucat itu dengan intens, mencoba menghafal setiap inci wajahnya. Wajah yang sudah menjadi candunya. Al yang selama ini hanya berfikir menemukan gadis sebagai pasangan ideal dalam meneruskan keturunan, tidak pernah terpikir akan jatuh cinta bahkan jatuh ketingkat bucin. Sungguh hal mustahil bila dipikirkan. Ternyata sosok tampan jenius itu jatuh cinta dengan gadis dibawah umur. Dibawah umur? Dunia akan tertawa menangis jika mendengarnya.


Sementara gery duduk disofa memegang handphone mengerjakan pekerjaannya, sambil sekali kali menatap tuan mudanya apabila memerlukan sesuatu. Dalam keheningan suara ketukan terdengar dari luar gery berdiri membuka pintu. Diluar sedang berdiri kepala sekolah beserta pak ridho. Tanpa menyapa gery mengajak mereka masuk.


"tuan gery bagaimana keadaan siswi saya?" tanya pak ridho, tadi kepala sekolah sudah menceritakan tentang donatur via yakni tuan muda Al tanpa menjelaskan identitasnya beserta asistennya gery. Sebelum menjawab Al tiba tiba berdiri sambil memasukkan tangannya kekantong celana hitamnya, menatap kepala sekolah juga pak ridho.


"luvia sudah stabil, hanya butuh istirahat. dia akan menginap 2 hari untuk pemulihan" jawabnya tanpa ekspresi.


"oh syukurlah, klo begitu kami percayakan luvia dalam perawatan tuan muda, dengan begini kami akan kembali dulu" kepala sekolah sadar klo tuan muda Al kurang senang dengan kehadiran mereka. Tanpa mendengar jawaban Al kepala sekolah menarik pak ridho keluar.


Setelah kepergian mereka Al meminta gery untuk kembali kemansion mengambil perlengkapannya, ia akan tinggal menjaga dan merawat gadisnya sampai sembuh.

__ADS_1


"tuan muda, apa berkas dokumen juga saya bawa kesini?"


"hanya yang urgent saja" Al tidak bisa mengabaikan tanggungjawabnya, sebisa mungkin ia akan mengerjakan pekerjaan nya diwaktu luangnya.


"baik tuan muda"


Gery masih berdiri ingin mengatakan sesuatu tapi ragu, Al pun melihatnya lalu berkata


" jika ada yang ingin dikatakan, cepatlah!"


"begini tuan muda, nona luvia kan belum mengenal tuan muda, bagaimana nanti jika nona luvia sadar, apakah dia akan terkejut?"


Mendengar itu Al tersadar, benar juga gimana nanti jika gadisnya sadar dan melihatnya apa dia akan terkejut? Takut? Atau kabur?.


Al terdiam memikirkan kemungkinan terburuknya. Sepertinya untuk saat ini dia belum bisa menampakkan diri didepan gadisnya, takut gadisnya akan drop jika tiba tiba dikejutkan. Dengan terpaksa Al akan membiarkan via dirawat dikamar sendirian tapi dibawah pengawasannya.


"gery kosongkan ruangan dibelah kamar ini, aku akan tinggal disana sambil memantau gadisku"


"baik tuan muda, akan saya kerjakan sekalian saya pamit kemansion"


"pergilah, jika kamar sebelah sudah siap laporkan segera"


"siap tuan muda"


Al kembali duduk disisi brangkar sambil memegang tangan gadisnya kembali, menurut perkiraan dokter gadisnya akan sadar kurang lebih setengah jam lagi. Maka sebelum sadar Al ingin memanfaatkan kesempatan berdekatan dengan gadisnya. Setelah puas Al berdiri keluar menuju kamar sebelah, dia sudah menerima laporan gery.


Setelah kepergian Al kurang lebih sepuluh menit via terbangun, merasa haus dan juga linglung. Ini dimana? Terdiam sebentar via melihat air putih disebelah brangkarnya. Diraihnya lalu diteguk, sungguh kesegaran yang hakiki pikirnya. Barulah ia sadar jika saat ini dia sedang berada dirumah sakit, tapi siapa yang membawanya?

__ADS_1


__ADS_2