
Tidak terasa waktu berlalu kini via telah lulus dari sekolah menengah atas. Dengan mendapatkan peringkat tertinggi via mendaftar untuk mengikuti ujian penerimaan mahasiswa baru di universitas nomor satu dikotanya. Semua persiapan sudah via lakukan mulai dari berkas dari sekolah, jurusan pilihan bahkan rencana memperoleh beasiswa juga dalam pertimbangannya. Via berharap diuniversitas dia mendapatkan beasiswa juga. Walaupun kakaknya sudah menjanjikan biaya pendidikannya hingga lulus via masih ingin berusaha keras mendapatkan beasiswa.
Al tidak tahu jika via ingin beasiswa dari universitas tujuannya, jika dia tau mungkin Al bisa langsung memberikannya karna universitas tersebut masih milik keluarga Anderson. Tapi begitupun Al masih tetap memperhatikan gadisnya walau dari jarak jauh. Yah benar, sudah hampir setahun belakangan Al berada diluar negeri. Didepan via alasannya sibuk pembukaan cabang perusahaan baru, namun kenyataannya Al sedang fokus dalam proyek penelitian hasil medical check up via dengan miliknya. Mencoba mencari terobosan dengan penggabungan genetik berdua akan meminimalisir bahkan menghilangkan kelainan genetik anaknya kelak.
Al begitu berharap proyek ini akan berhasil. Makanya dia rela meninggalkan gadisnya hanya demi melakukan penelitian ini. Sejak Al tiba diluar negeri ia begitu sibuk antara perusahaan dan lab keluarganya, disela menanyakan keadaan gadisnya. Namun hanya menanyakan saja, melihat potonya tidak. Al tidak tahu jika penampilan gadisnya sekarang ini sudah begitu memukau padahal masih belum menginjak dewasa. Jika dia tahu mungkin dia akan mengatur supaya via homeschooling aja dari rumah melihat betapa posesifnya tuan muda genius itu.
"paman mo bagaimana persiapan ujian pendaftaran universitas gadisku?" saat sedang istirahat makan siang Al menelpon paman mo
"semuanya sudah beres tuan muda, nona berencana mengambil dua jurusan tapi belum dikonfirmasi apa saja itu. Saat ini nona sedang disibukkan dengan persiapan perpisahan dari sekolahnya" jelas paman mo
"perpisahan sekolah? "
"benar tuan muda, sekolah nona mengadakan perpisahan dengan acara makan bersama dengan seluruh siswa dan juga guru pada hari sabtu. Acara mulai dari siang dilanjutkan dengan penampilan penyanyi terkenal Audika. Berakhir dengan acara barbeque pada sore hingga malam harinya" jelas paman mo panjang lebar
"begitu lama? Apa tidak bisa dipersingkat 2 jam saja?"
"ini,,apa sebaiknya saya ajukan kekepala sekolah saja tuan muda?"
__ADS_1
Hening sejenak, Al sedang menimbang nimbang tapi apa bedanya 2 jam dengan seharian toh dia tetap tidak bisa bersama gadisnya. Ya sudahlah biarkan saja mungkin ini adalah kesempatan terakhirnya bersama teman temannya. Tapi pengawal tetap harus dikirim pikirnya
"paman mo, tidak perlu mengubahnya. Pastikan saja gadisku aman dan tidak didekati oleh laki laki dan tetap kirim pengawal"
"tentu tuan muda, ada lagi yang ingin tuan muda tanyakan?"
"tidak, sisanya kerjakan seperti biasa"
"baik tuan muda" setelah Al selesai bicara paman mo segera menutup telpon.
Setelah ujian kelulusan sekolah berakhir via hanya tinggal dimansion. Belajar dan les. Pada dasarnya semua lesnya sudah selesai, bahkan para guru les nya sudah memberikan sertifikat tanda kelulusannya dalam bidang mereka masing masing. Tidak hanya lulus dengan baik via bahkan sudah bisa langsung mengaplikasikan kemampuannya, seperti saat ini via sedang memasak berbagai hidangan juga kue. Disamping para koki dan pelayan menonton dan sesekali membantu mengambil sesuatu. Sudah seperti nyonya rumah yang sedang mengajari para pelayannya, begitulah tampilan nya saat ini. Paman mo yang melihat itu hanya mendesah dalam hatinya, semoga saja nona via cepat dewasa sehingga tuan muda segera menikahinya batinnya.
Tiba saatnya acara perpisahan sekolah, via berangkat diantar oleh pak supir. Dibelakang ada dua pengawal yang diam diam mengikutinya tanpa sepengetahuannya. Karna ini adalah acara perpisahan semua teman seangkatannya tetap memakai seragam sekolah. Sementara adik kelas mereka memakai baju olahraga sebagai pemisah dari kakak kelasnya. Disini semua siswa kelas tiga yang lulus akan menjadi raja dan ratu seharian. Yang artinya semua kegiatan dikerjakan oleh adik kelas mereka. Mereka hanya duduk santai ditempat yang disiapkan sembari menunggu acara berlangsung. Saat ini semua siswa sedang makan siang bersama. Diikuti oleh kepala sekolah, guru dan juga staf lainnya.
Via sebagai siswa peringkat pertama memiliki tempat duduk didekat para guru diikuti dengan juara dua dan seterusnya. Ketidakhadiran via selama beberapa waktu ini tetap tidak mengurangi pupularitasnya disekolah. Ada ada saja yang datang padanya memberi kado bahkan mengungkapkan perasaannya. Geli juga lucu itulah yang dirasa kan oleh via. Dia hanya bisa menolak halus dan menasehati para pengungkap cinta dadakan itu.
Setelah berurusan dengan para pengemarnya, sambil menunggu acara selanjutnya via mencari miya sahabatnya.
__ADS_1
"yaya apa kabar? Lama ga ketemu makin cantik aja"
"kamu juga makin cantik, oplas dimana?" candanya
"oplas gundulmu?" via tiba tiba menjitak kepala miya,,bisa bisanya keluar kata oplas dari mulut kecilnya, bisa hancur imejnya klo ada yang dengar dan percaya
miya terkekeh sambil membenarkan rambutnya "becanda,,becanda gitu aja marah ntar cepat tua baru tau nangis" jawabnya
"ih nih anak makin kesini makin lancar ya tuh mulut?" via heran gak jumpa beberapa hari kenapa miya jadi lemes banget mulutnya ya?
"via sayang,,sekarangkan kita udah mau mahasiswa, jadi cara ngomongnya juga mesti mengikuti mahasiswa, paham sayang?" dengan centilnya miya mempraktekkan gaya ala ala mahasiswa. Via dan teman temannya yang menyaksikan itu hanya geleng geleng kepala. Satu kata muncul dalam benak mereka. stress!!
Dari kejauhan terdengar suara heboh para adik kelas, via, miya dan juga teman temannya serentak menoleh. Terlihat penyanyi tampan asal kota F, Audika sedang berjalan didampingi oleh managernya menuju arah ruang tunggu yang sudah disiapkan. Kehadiran penyanyi top itu seketika menghebohkan para siswa terutama siswa perempuan. Tidak heran memang selain suaranya yang indah juga penampilannya yang mendukung layak menjadikannya sebagai idola tertampan versi para remaja putri kecuali via. Kenapa? Karna via sudah biasa melihat ketampanan pria dimansion kakaknya, baik para pengawal mansion, pengajar lesnya bahkan kakaknya Al yang ketampanannya diluar nalar. Seakan via sudah kenyang dengan penampilan para pria tampan. Namun satu hal yang tidak via sadari, ketampanan kakaknya lah yang tertinggi bisa dibilang tiada tanding. Tapi kembali lagi, via tidak menempatkannya seperti hal yang serius.
Sikap via pada Al layaknya adik pada kakaknya tidak ada yang lain. Mungkin karna via masih berusia 16 tahun jadi tingkat pemahaman nya belum sampai kesitu. Pikir author
Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya penampilan sang idola pun dimulai.
__ADS_1