Jodoh Ideal Sang Tuan Muda Genius

Jodoh Ideal Sang Tuan Muda Genius
Jadwal penuh


__ADS_3

Mengangkat tangannya seketika terasa ngilu ditangan kiri karna jarum infus, ahh harus hati hati. Perlahan dilihatnya sekeliling ruangan adakah ponselnya dibawa sekalian kerumah sakit? Namun nihil, yah sudahlah nanti pinjam ponsel perawat aja untuk nelpon miya pikirnya. Via kemudian menekan bel agar seseorang datang keruangannya, benar saja seorang perawat datang sambil membawa botol infus.


"Bagaimana keadaanmu nona?" Tanya perawat sambil memasang infus


"Aku sudah lebih baik, oia mbak siapa ya yang membawa saya kerumah sakit? saya ingin berterima kasih" tanya via


"Maaf saya kurang tau, saya masuk shif sore," perawat sebenarnya tau siapa yang membawa luvia, tapi karna tuan muda sudah melarang dia hanya bisa berbohong.


"Oh,,"


Seusai dipasang infus juga memeriksa keadaan luvia, perawat pun keluar. Diluar Al sudah menunggu laporan perawat tentang gadisnya.


"Tuan muda keadaan nona luvia sudah membaik, saat ini nona luvia sedang istirahat sambil menonton TV" dengan kepala tertunduk perawat tersebut melapor kepada Al.


"Apa ada sesuatu yang dikatakan atau diinginkan gadisku?"


"Nona tadi sempat bertanya siapa yang membawanya kerumah sakit, dia ingin mengucapkan terima kasih, tapi saya bilang bahwa saya tidak tau" perawat buru buru menjawab


"Bagus, tutup mulutmu rapat rapat"


Setelah mendengar laporan perawat, Al melambaikan tangannya mengusir perawat itu. Ia melihat arloji sudah hampir makan malam pikirnya, lalu mengambil handphone nya untuk membuat panggilan.

__ADS_1


"Gery belikan makanan bergizi lengkap dengan sup untuk makan malam gadisku, sekalian baju dan perlengkapan lainnya" gery yang mendengar kata 'perlengkapan lainnya' ini sontak jadi pusing dadakan. Gimana tidak pusing coba, kalo untuk perlengkapan laki laki sih gampang ini perlengkapan perempuan? Perempuan loh? Gery hanya bisa menggerutu dalam hati sambil membuka master go*gle, berharap menemukan pencerahan.


Sementara gery dipusingkan oleh permintaan tuan muda nya, disini via sedang galau gegara tidak ada handphone. Tadinya ingin meminjam ponsel perawat tapi dia malah lupa alhasil dia berakhir dengan kebosanan.


"Ahh gada ponsel, gada buku hanya bisa menonton huff,,,"


Via kembali berbaring menonton sambil sesekali melihat infus ditangannya.


Selama dua hari via dirawat tak sekalipun Al menampakkan diri, namun semua kebutuhannya tetap diberikan. Kini via sedang bersiap untuk pulang ditemani oleh miya teman baiknya. Tadinya miya ingin cerita tentang paman yang membawa via kerumah sakit, tapi gery menghubunginya dan memintanya untuk merahasiakannya. Alhasil saat via bertanya dia hanya angkat bahu.


Rencana via pun kini gagal untuk bertemu dengan sang donaturnya, namun untuk rencana pindah tetap lanjut. Besok minggu via akan dijemput oleh supir keluarga donaturnya. Kepala sekolah telah menginfokan agar via bersiap saat dijemput pagi hari. Dan disinilah dia sedang duduk dimobil mewah keluarga donaturnya. Tadi saat dia serah terima kos an dengan pemilik, supir keluarga donaturnya tiba. Mengandalkan info dari kepala sekolah via memberanikan diri mengikuti supir keluarga donaturnya itu.


Via turun dari mobil masih dalam keadaan linglung. Segera paman mo yang sudah menunggu dari tadi menyambut via dengan antusias.


"nona luvia, selamat datang dikeluarga Anderson, perkenalkan saya adalah kepala pelayan panggil saja saya paman mo"


"ah iah, nama saya luvia, cukup panggil via aja gausa pake nona" via agak risih dengan sebutan 'nona' ini, seperti panggilan asing ditelinga.


"tidak bisa nona, itu sudah menjadi aturan disini, anda akan dipanggil dengan sebutan 'nona'" kekeh paman mo tak mau kalah


"baiklah, baiklah terserah paman mo saja" ahh,, sudahlah ikuti saja aturannya

__ADS_1


Via diajak masuk oleh paman mo. Didalam mansion tepatnya disofa tunggal Al sedang duduk menunggu sang pujaan hati. Walau saat ini tampilannya arogan dan penyendiri namun didalam hati jantungnya berdegub kencang antara gugup dan senang. Dari jarak yang lumayan jauh ia sudah melihat gadisnya berjalan kearahnya sambil melihat lihat mansion. Bisa dibilang tampilan via saat ini sangat menggemaskan dimata Al.


Via mengikuti paman mo menemui tuan rumah. Saat via melihat Al dia tiba tiba gugup, juga takut. Takut penampilannya akan membuat tuan rumah marah dan tidak puas.


Paman mo mendekat "tuan muda nona via sudah datang" menoleh ke arah via "nona via ini tuan muda Al pemilik mansion ini, juga donatur anda"


"selamat pagi tuan muda Al, saya luvia. Trimakasih sudah memberi saya beasiswa juga menerima saya tinggal dimansion anda. Kedepannya saya akan berusaha membalas kebaikan anda" via dengan tulus mengucapkan trimakasihnya.


"baik saya akan menantikannya dengan kesuksesanmu dimasa depan. Dan jangan panggil saya tuan, tapi kakak. Usia kita hanya selisih 5 tahun" Al benar benar berlagak dingin didepan via padahal dalam hati sudah dag dig dug jer. Hehe..


"baik tu eh kakak" kaku banget manggil dia kakak huft..tapi sepertinya via pernah liat dia tapi dimana? ahh sudahla


Al mengkode paman mo supaya mengajak via kekamarnya. Setelah via pergi Al barulah merasa lega. Lama lama berdekatan dengan gadisnya memang bisa membuatnya jantungan tapi jika lama lama tidak melihat gadisnya mungkin sakit jantung. Benar benar serba salah.


Sejak kedatangan via kemansion Al berusaha keras menampilkan keramahannya namun dengan tampilannya yang dingin justru membuatnya tampak aneh. Yah aneh dan juga lucu. Kadang via ingin tertawa tapi ditahannya. Seperti saat ini Al dan via sedang duduk dimeja makan menyantap makan malam, Al memang memulai percakapan untuk mendekatkan dirinya dengan via namun entah mengapa ujung ujungnya berakhir garing, boring dan kaku. Hingga makan malam berakhir mereka sama sama terdiam dan kembali kekamar masing masing.


Paman mo yang melihat ini hanya geleng geleng kepala, tuan mudanya ingin pedekate atau melakukan pembicaraan bisnis? Kenapa tidak ada manis manisnya?


Sejak via tinggal dimansion semuanya serba dilayani, kadang dia merasa risih tapi paman mo akan mengeluarkan ultimatumnya lagi dan lagi. Kini via sudah layaknya putri bangsawan apa apa serba pelayan. Oh jangan lupa paman mo sudah menyiapkan les kepribadian, les musik, les tari, les melukis, les bahasa asing selain inggris jepang korea bahkan les memasak dan merias tidak ketinggalan. Rupanya jadwal lesnya akan mengalahkan artis top award sejagat ini. Via miris membaca rencana belajarnya tak ada lagi yang namanya me time. Oh no!!


Disekolah via juga disibukkan dengan belajar kelompok seusai pelajaran berakhir karna waktu olimpiade matematika sudah semakin dekat. Setelah pulang sekolah lanjut dengan berbagai les, kini otak dan fisiknya benar benar dipaksa untuk belajar dan belajar. Syukur paman mo memberikan perhatian khusus pada pola makan nya jika tidak mungkin via saat ini akan tinggal tulang saja.

__ADS_1


__ADS_2