
Di lain tempat Juleha sedang memasak di dapur,di bantu oleh Amel, mereka seperti sudah lama berteman, padahal baru berupa jam lalu mereka kenal. mereka sama sama bar bar, mempunyai kebiasaan yang sama, sama gilanya.
" janda bolong janda bolong, korban egonya lelaki ,..janda bolong janda bolong korban poligami" sambil mengaduk sayur Juleha bernyanyi nyanyi dengan riangnya.
" ehh jul, apa gak salah lirik lu Jul,setahu ku liriknya itu janda bodong bukan janda bolong,dan lagi janda bolong itu kan nama tanaman yang lagi viral itu.." tanya Amel.
" ehh lu ropeah,lu manggil gue Jul,emang julkifli atau julkarnain,nama gue cantik" di panggil jul, panggil gue leha aja lah, dan lagi terserah gue dong,sebut janda bolong,lagi asik" nyanyi di ganggu". Juleha.
" yahhh kan gue membenarkan hal yang menurut gue salah Tek ,dan lu manggil gue ropeah, nama gue tu Amelia sriningrat.. dan nama gue tu spesial di bikin Mbah gue dulu, seenak lu ganti ganti" celoteh Amel
" hahahahha nama terakhir lu kek keturunan kerajaan aja,sudah sudah mengganggu kesenangan ratu aja lu"Juleha
" biarin, jawab Amel sambil menyuci piring.
"sungguh mati lampu ya sayang, sungguh mati lampuuuu..." Juleha bernyanyi sambil berjoget,tak menghiraukan Amel yang melongo melihat kelakuan juleha.
" Astaga gesrek juga ternyata batin.amel
__ADS_1
"woyyy sudah bukan sungguh, astaga Ngadi Ngadi lu nyanyi, mengubah ciptaan orang lu" tawa Amel pecah melihat kegesrekkan Juleha
" suka suka gue lah, berisik lu..Yo kita makan dah siap ni.." Juleha
" lest go dah lapar gue denger lu nyanyi." Amel
mereka pun duduk di meja makan,dan langsung menyantap hidangan yang seadanya.
setelah melakukan ritual mandi nya Nathan pun langsung turun untuk makan bersama.
"malam." Dengan suara datar nya.
mereka pun langsung makan bersama,hanya bunyi dentingan sendok yang terdengar.
setelah makan selesai, seperti biasanya mereka berkumpul lebih dahulu di ruang tengah, untuk tetap menjaga keharmonisan keluarga.
dari tadi Nyonya Lia greget untuk menanyakan soal pernikahan kepada putranya.
__ADS_1
"sayang apakah kau sudah menemukan tambatan hati mu" tanya Lia kepada putranya.
belum sempat Nathan berbicara langsung di sambar oleh Dimas.
" sayang kau tak boleh menyebut Nathan dengan kata sayang, cukup aku yang kau sebut dengan kata cucuwit itu" kata Dimas dengan suara tegas,dan langsung menatap putra nya tajam.
" astaga Dad, kau ini sangat posesif sekali, dia itu momy ku.. jadi wajar wajar saja mom memanggil ku seperti itu" Nathan menggeleng kepala melihat ke posesif an dad ya.
"Dia istri ku, Jonathan " tegas Dimas kepada putranya, "aku tidak mau lagi berbagi dengan mu,cukup kau waktu kecil saja, mengambil perhatian ya" Dimas.
" hey hey kalian ini apa apaan, teriak Lia..dan kau sayang, menatap tajam suaminya.., Nathan ini putra kita, kenapa kau berkata seperti, aku sangat sangat menyayangi kalian berdua, dan tidak ada istilah tidak mau berbagi atau apapun itu"tegas Lia kepada suaminya yang super posesif.
" glekk ...Dimas meneguk salivanya dengan susah payah,dirinya takut tidak akan dapat jatah malam ini, karna istri kesayangan ya marah.
" Nathan tersenyum mengejek kepada dady nya yang super posesif.
Dimas yang melihat putranya tersenyum mengejek,hanya menatap putra nya dengan tajam.
__ADS_1