
" tuan massa pakai ini saja." tanya juleha cemberut.
Nathan yang melihatnya terlihat gemas melihat tingkah juleha.
akan ku ambil kesempatan ini.batin Nathan menyeringai.
" aku ini suami mu kenapa kau panggil aku Tuan." kata Nathan kesal.
" terus aku memanggil mu apa..om atau kakak." tanya Juleha polos.
rasanya aku ingin menerkam mu saat ini juga.batin Nathan
" panggil aku apa saja asal jangan kakak atau om."kata Nathan berjalan mendekati kasus king size ya.
" ya sudah aku panggil kang mas aja." kata Juleha." tapi pakaian aku ini gimana aku belum berpakaian dalam ini."Juleha menggerutu.
Nathan yang mendengarnya pun Hanya meneguk salivanya susah payah.dirinya membayangkan apa yang ada dalam jubah handuk itu.
shit kenapa aku jadi mesum begini.batin Nathan.
"biar saja.. cepat tidur sekarang dan matikan lampu ya." kata Nathan.
"mas tapi aku tidur dimana...di sini tidak ada sofa." kata Juleha.
__ADS_1
Nathan yang mendengar suara lembut Juleha memanggil ya mas rasanya sangat manis di dengar oleh Nathan.
" kau itu istriku dan kau tidur di ranjang ini juga. dan kalau kau sampai menolak tidak.. kita lihat saja apa yang akan ku lakukan." kata Nathan menatap tajam Juleha.
huh selalu saja seenaknya dia.batin Juleha kesal
Juleha pun menuju king size dan mengambil guling sebagai pembatas antara dirinya dan Nathan.
"jangan coba coba melewati batas ini,kita hanya bersandiwara." kata Juleha menatap tajam Nathan.
" cihh kita lihat saja nanti kau yang akan menendang ini guling." kata Nathan.
Juleha pun berbaring membelakangi Nathan dan menutup tubuhnya dengan selimut sangat erat. 10 menit dirinya sudah berada dalam mimpi,dan terlihat sekali Sangatt kelelahan setelah acara pernikahan mereka.
Nathan yang masih belum tidur sesekali melihat Juleha yang sudah sangat terlelap walaupun ranjang ya bergoyang-goyang oleh Nathan yang sedari tadi gelisah.
Nathan yang sudah tidak tahan untuk memeluk Juleha kini membuang pembatas yang di buat oleh istrinya.nathan langsung saja memeluk istrinya yang sangat nyenyak tidur.
apa ini sangat kenyal sekali.batin Nathan
tangan Nathan yang sudah berada di atas gunung sang istri membuat ya semangat meremas ya.
aduhh bisa bisa ke bablasan ini...aku tidak boleh seperti ini sebelum dia menginginkan ya." batin Nathan gengsi tapi tangan ya tidak berhenti melakukannya.
__ADS_1
Nathan yang melihat wajah istrinya yang teduh.bulu mata yang lentik bibir tipis yang berwarna merah alami membuatnya gemas ingin menciumnya.
"cup " Nathan mengecup bibir Juleha.
manis sekali.dan kau tidak bangun di saat aku memainkan tubuh mu..awas saja kau tidur seperti ini di tempat lain.batin Nathan.
Nathan pun langsung bergeser dan segera bangun untuk ke kamar mandi dirinya ingin segera menuntaskan hasratnya sendiri.setelah setengah jam dirinya baru keluar dari kamar mandi.
mungkin malam ini tidak,tapi tidak untuk besok aku akan melahap mu habis habisan gadis kecil ku.batin Nathan dan segera berbaring membelakangi juleha.dirinya tidak mau sampai kebablasan.
pagi pun tiba cahaya sinar matahari Sudah Sangat kelihatan di jendela kendala kaca.
" hoammm.." Juleha bangun dan merenggangkan otot ototnya.
" tadi malam kok perasaan ada yang memijat minat tubuh ku.." celoteh juleha.
" kau sudah bangun hmm." kata Nathan yang sudah rapi dengan pakaian santainya.
" aaaaa kenapa kau di sini." teriak Juleha.yang Masih belum sadar sepenuhnya.
" apa kau lupa kita menikah kemaren hah.."kata nathan menatap juleha.
aduuhh iya yaa kenapa aku bisa bego seperti ini.batin Juleha.
__ADS_1
" ya kann wajar aku terkejut karena baru ini aku satu kamar dengan laki laki."kata juleha kesal.
bersambung