
di apertemen Nathan sedang kedatangan tamu ya itu Rara.Rara yang selalu berkata manja berusaha membawa Nathan ke mall, dirinya tahu bahwa Nathan juga menyukainya.tapi mungkin itu dulu.sekarang Nathan terlihat biasa biasa saja,dan malah bersikap formal dengan rara.rara yang tidak terlalu melihat sikap Nathan hanya terus bertingkah manja.
" Nathan ayo ke mall..apa kau tidak mau menyambut kedatangan ku hmm " tanya Rara.
Nathan hanya diam dirinya jengah melihat sikap Rara yang menurutnya manja.
" hmmm baiklah..aku mau bersiap siap dulu." jawab Nathan dan langsung masuk kamar.
Rara pun tersenyum senang.
setelah berapa puluh menit mereka pun sampai di mall.dan Nathan di gandeng oleh Rara.sementara sekertaris Panji hanya mengikuti dari belakang.
hmmm nasib jadi obat nyamuk .batin Panji.
di mall juga Juleha putra dan Amel sedang berjalan-jalan sambil melirik pakaian pakaian yang menurut mereka bagus.
" ehh put Lo gak beli apa apa gitu." kata Juleha.
" gue mau kalian aja belanja sepuasnya,gue mau liat Lo tersenyum terus seperti ini." jawab putra tersenyum manis mencoel hidung Juleha.
Juleha tersipu malu mendengarnya.
" ehh lo berdua coba kesini.." teriak Amel.
mereka pun langsung masuk kedalam toko perhiasan dan bertemu dengan Nathan.yang sedang di rangkul oleh Rara.
__ADS_1
Nathan yang melihat Juleha bersama laki laki.. membuat ya mengepalkan tangannya.dan itu di lihat langsung oleh Panji
apa jangan jangan tuan menyukai nona juleha.batin Panji menyelidiki raut wajah Nathan.
Juleha yang di tatap tajam oleh Nathan hanya bersikap santai.dirinya terbiasa dengan sikap Nathan seperti itu.juleha pun merangkul tangan putra.dan itu membuat putra tersenyum senang.
" ehh Jul kalau kau begini bisa mati jantungan aku." kata putra.
" lahh kenapa.." tanya Juleha mengerenyit bingung.
" soalnya langsung kena jantung gue." kata putra.
Juleha hanya tersenyum malu-malu.
" astaga buruan kesini,dan Lo liat kalung ini cocok buat Juleha." kata Amel.
" cantiknya..." kata juleha dengan mata berbinar.
"mmmm Lo mau leha..kalo Lo mau ambil aja." kata putra.
"gue tanyain harga ya dulu." kata Amel.
"mba kalung gini berapa harganya." tanya Amel.
" ini harganya dua ratus juta mba."
__ADS_1
" what.." Juleha melongo.
" eh Jul bisa beli beras ber ton ton ini.." kata Amel berbisik.
" makasih mba saya tidak jadi.." kata juleha.
" ehh kenapa Mel Jul."tanya putra heran.
" gila Lo yaa tu mahal amat.enak banget Lo bilang ambil aja.." kata Amel dan Juleha.
" bisa beli rumah...,duit segitu banyak." kata juleha, walaupun dirinya ingin sekali memiliki kalung seperti itu.
" tapi kan gue mau beli in elo Jul." kata putra.
" ini aja udah cukup buat gue" kata juleha sambil menenteng belanja an yang sudah di belinya.
" belum Jul satu lagi..blm di traktir putra makan,dari tadi perut gue demo nih." kata Amel tersenyum.
" ayo gue juga lapar banget nih.."kata putra langsung menarik tangan juleha.
nathan yang hanya diam sedari tadi, mengepalkan tangannya melihat putra memegang tangan juleha.dirinya terasa sangat marah.
kenapa aku ini, apa kah aku cemburu,tidak tidak aku bukan cemburu aku hanyalah kesal saja,dia tidak menganggap ku sebagai majikan ya..liat saja nanti kau.batin Nathan.
Nathan pun membisikkan sesuatu ke Panji dan langsung di anggukkan oleh Panji.
__ADS_1
" Nathan ayo..aku sudah beli cincinnya."kata Rara menunjukkan cincin yang baru saja di belinya.
bersambung.