
Dalam waktu 30 menit Juleha sudah sampai di apartemen Nathan, dirinya tergopoh-gopoh untuk cepat sampai,karena takut sampai keduluan Nathan.
Astagaa dirinya sudah menatap ku dengan tajam,setajam silet" batin juleha
Rasanya ingin dirinya berputar arah ,tapi tidak ada keberanian untuk melakukan itu, melihat Nathan saja dirinya susah untuk bergerak.
" Maaf a..ku terlambat, di jalan sangat macet pagi pagi begini." Kata juleha
Dari tadi Nathan hanya menatap intens Juleha, melihat wanita di depannya tampil cantik dari yang pernah dirinya lihat,rambut di sanggul, menampakkan jenjang leher Juleha yang mulus,dan berapa anak rambut yang di biarkan tergerai.
Cantik juga" batin Nathan
" Tuan tuan..." Sedari tadi Panji memanggil tuanya tidak ada sahutan sama sekali, hanya menatap intens Juleha.
Nathan langsung tersadar dari lamunannya.
Astaga apa yang ku pikirkan dari gadis pembuat onar ini" batin Nathan.
"Ekhmmm.."Nathan langsung menetralkan dirinya.
__ADS_1
" Aku tidak butuh alasan mu,dan aku akan memberikan mu hukuman,karna terlambat 20 menit, aku benci menunggu" kata Nathan dengan tegas.
astaga dia pikir aku ini Spiderman yang datang cepat Waktu" batin juleha mendengus kesal
" hmm baiklah, sekarang apa yang aku lakukan" tanya Juleha
Juleha tidak mau banyak basa basi kepada tuanya sekarang,semakin dia melawan semakin menjadi juga mulut cabe ya yang keluar.
" kau bersihkan seluruh apertemen..dan jangan sampai mengambil barang barang berharga ku, aku akan langsung memasukkan mu kepenjara,tidak ada lagi yang namanya neko neko" kata nathan dengan raut wajah sinis
" ehhh om cabe apakah mulut mu ini tidak bisa di kondisi kan kata katanya, seenaknya saja kau berkata seperti itu,apakah aku ini punya tampang maling,dan aku juga tidak kepikiran untuk mengambil barang mu" kata Juleha dengan marah, dirinya tidak mau di injak injak oleh orang yang sombong di depannya ini.
"cihh... seandainya waktu bisa di ulang, aku tidak Sudi melihat wajah mu ini, tampan dari mananya,malah aku melihat semakin eneg" kata Juleha santai.
" dan ku pikir pikir lagi, Tampan Asisten mu ini
." walaupun sama dingin ya seperti mu.
mendengar kata kata Juleha Nathan mengepal tangannya,berani beraninya wanita di depannya ini menghinanya, dan lebih parah lagi mengatakan Bahwa Panji lebih tampan dari dirinya.
__ADS_1
Nathan langsung menatap tajam Panji.
Panji yang melihat tatapan tuanya, langsung tertunduk.
astaga nona kau ini membangunkan singa tidur, dan lebih parah ya lagi kau membawa bawa diriku ini.aku ingin sekali berterima kasih, kau mengatakan ku tampan,tapi rasanya tidak sesuai untuk hukuman buat ku nanti " batin Panji tersenyum getir.
" kauuuuu...cepat bereskan apertemen ku sekarang,dan jangan sampai ada debu sedikit pun.. mengerti" kata Nathan dengan tajam.
rasanya ingin sekali mencekik perempuan di depannya ini.yang selalu membuat nya kalah telak,dan terlebih lagi di dengar oleh asistennya.
" hmmm iyaa.." jawab Juleha cuek."tuan Panji,tolong antar kan aku ke dalam" kata Juleha sambil tersenyum manis di depan Panji.
Panji yang mendengar pun langsung mendongak kepalanya,dan melihat tuanya terlebih dahulu,untuk meminta persetujuan.
Nathan langsung mengangguk kepalanya setuju.
" ayo nona saya antar anda kedalam" Panji.
" ayo..." sambil merangkul tangan Panji,Juleha tidak merasakan hawa dingin yang menyelimuti dirinya.
__ADS_1
mereka pun langsung masuk kedalam, untuk memberitahu apa saja yang harus di lakukan juleha.