
Pagi pun datang Juleha dan Amel pun sudah stay di meja makan untuk sarapan bersama.
" ehh, Mel kau bekerja dimna.." tanya Juleha.
"aku bekerja di Hotel sebagai OB.." jawab Amel..
Juleha menunduk sedih,sampai saat ini dirinya belum menemukan pekerjaan. Amel yang melihat Juleha tertunduk pun bingung.
" kenapa juleha ada yang salah jawabanku." tanya Amel.
" tidak Mel,gue hanya sedih pada diri gue sendiri, karena sudah satu Minggu di kota pun gue blm menemukan pekerjaan." jawab leha sedih.
" hahhh.." Amel melongo mendengar kata kata juleha.tidak mungkin sampai tidak menemukan pekerjaan selama satu Minggu
di kota.karna dirinya tau,banyak sekarang mencari karyawan tambahan,di berbagai perusahaan.
" dan gue malah terjebak oleh pemuda sombong." Juleha mendengus kesal, mengingat kembali kejadian kejadian berapa hari yang lalu.
"hah kok bisa seperti itu.."Amel
Juleha pun menceritakan sedetail detail nya, kepada Amel.
Amel terkejut mendengar nama perusahaan,yang juleha cerita kan.
"eh Jul, lu belum tahu siapa Jonathan Alexander.." Amel.
__ADS_1
" siapa dia,gue gak kenal" jawab juleha sambil menyandarkan tubuhnya.
"Astaga o'on Lo yaa, dia yang membuat Lo jadi pembantu sekarang ini....,Nama nya tu Jonathan Alexander, diaa ituu.. terkenal kejam,dan tidak kenal ampun pada siapapun yang telah bermain main dengan dirinya dan termasuk elo, tunjuk Amel Kepada Juleha.
" Juleha terkejut.., mendengar perkataan Amel,ternyata dirinya ber urusan dengan orang yang terkenal di kota ini,.leha menggigit bibirnya, untuk menetralkan degub jantungnya
" gimana lagi,ini sudah nasib ku harus ber urusan dengan si mulut cabe itu" jawab Juleha.
" astagaaa gila lu yaaa,berani juga lu bilang dia mulut cabe." Amel melongo mendengar Juleha mengatai Jonathan dengan sebutan cabe.
"udah terlanjur njirrr..:" juleha
Amel menghembuskan nafas kasar, melihat kesantaian Juleha menghadapi kejamnya sang Tuan Jonathan Alexander.
" yaudahh.. lu hati hati, jangan sampai membuat masalah lagi... dan gue mau berangkat kerja duluu.. bentar lagi jam 8 Takut gue,kalo sampai telat." Amel pun pergi mengendarai sepeda Juleha yang memang di pinjamkan untuk Amel bekerja.
Juleha pun langsung bergegas untuk bersiap siap,untuk pergi ke apartemen Nathan.
setelah bersiap Juleha pun pergi menggunakan Taksi.
di lain tempat Nathan sudah duduk di meja makan untuk makan bersama.setelah perdebatan yang panjang, akhirnya di menangkan oleh Nathan,tapii tetap saja pertanyaan tentang pernikahan yang di sampaikan momy nya membuat mood Nathan semakin memburuk.
" pagi Sayang... " teriak nyonya Lia yang sedang menuju ke arah Nathan, bersama suaminya.
" hmmm pagi mom, padi Dad." Nathan
__ADS_1
" pagi.." Dimas
mereka pun langsung menyantap hidangan yang ada di depan mereka.
dan setelah selesai sarapan Nathan pun langsung pamit untuk pergi bekerja.
"Dretttt.." Nathan menelpon Panji
"hallo Tuan" Panji.
" apakah perempuan itu sudah tiba di apartemen ku pan..? tanya " Nathan.
" belum Tuan" jawab Panji
Panji tau siapa yang di bicarakan Tuanya, yang saat ini Panji di suruh menunggu kedatangan Juleha di apartemen.
" cih gadis itu seenaknya saja, lihat saja aku ku beri pelajaran kau" batin Nathan dengan wajah menyeringai.
" ok, aku akan kesana sekarang, untuk memberi pelajaran si pembuat onar itu" jawab Nathan,dan langsung menutup panggilan secara sepihak.
suka sukamu lahh Tuan, hati hati lah Tuan,bisa bisa benci jadi cinta batin Panji.
Panji hanya menggerutu dalam hati,tidak berani untuk langsung mengatai Tuanya,bisa bisa langsung di potong gajihnya.
bersambung.
__ADS_1
Bantu vote ya teman-teman,biar semakin semangat akunya . terimakasih