
" ingat jangan ada yang tidak bersih" kata Nathan sinis
" ya aku tauu..." jawab Juleha cuek.
" Panji ayo kita pergi, aku sampai telat gara gara gadis ini." kata Nathan sambil menatap tajam kearah Juleha.
"baik tuan." Panji
Nathan dan Panji pun langsung meninggalkan Juleha yang masih berdiri menatap dua orang yang menurutnya sama sama kutub Utara sangat dingin.
"dasarr mulut cabe."celoteh Juleha.
Juleha pun langsung masuk kedapur dirinya harus memulai dari sana.
Juleha melongo meliat pakaian yang menumpuk, piring piring berserakan, dan bekas Snack makanan yang menumpuk di bawah meja.
" ya Allah ini dapur apa tempat pembuangan sampah, sampai begini" cerocos mulut Juleha komat Kamit tidak berhenti menyumpah serapah Nathan.
__ADS_1
" gayanya saja bersih, apertemen ya kaya tempat sampah" kata Juleha .
Juleha pun langsung memungut ti bekas bekas Snack ,dan langsung membuangnya ketempat sampah,dirinya memulai untuk membersihkan kotoran kotoran di bawah kolong meja.
" apa kah kau melakukannya dengan sempurna" tanya nathan ke Panji.
"sudah Tuan,se olah olah seperti ada party tadi malam tuan" jawab Nathan sambil menatap arah depan.
"ohh baguslah,aku tidak sabar mendengar dia mengeluh,dan putus asa." Nathan tersenyum setan, dirinya puas mengerjai Juleha.
Di Mension nyonya Lia sedang berkumpul dengan teman arisan ya.biasa kalau ibu ibu kumpul pasti ada saja yang di bahas,dan memamerkan barang barang baru yang di miliki mereka, untuk membuat teman-teman ya pada iri.dan sekali memuja muji barang keindahan yang mereka miliki.
" Ehh jeng Lia, kapan nih anak jeng menikah" tanya Ratna.
" Kayaknya sebentar lagi deh jeng anak saya menikah" jawab Lia asal,dirinya tau bahwa jeng Ratna selalu memojokkan dirinya.
" Ahh benarkah Buu,siapa calon ya,apa dari anak orang kaya, pengusaha atau seorang model" berbagai pertanya dari teman teman ya.
__ADS_1
" Ahh siapa pun di pilih anak saya ,pasti saya terima, walaupun dari keluarga biasa biasa saja, menurut saya sama saja,yang penting sopan santunnya yang di utamakan di rumah ini." Jawab Lia memandang tajam Ratna.
Dulu Ratna pernah ingin menjodohkan anak ya kepada Lia,tapi di tolak mentah mentah oleh Lia karena melihat anaknya Ratna langsung bergidik ngerii, seorang model majalah,yang sangat sexsi ,rambut warna warni seperti pelangi, dan lagi omongan ya,hanya baik di depan Lia saja.
"Semoga dapat calon mantu yang baik ya jeng,sesuai dengan jeng harapkan." Jawab jeng Ida.
" Aaminnn makasih ya jeng" Lia tersenyum cantik kepada jeng Ida.
Di apertemen Juleha telah selesai membersihkan semua ruang an,sampai kamar Nathan pun semua bersih dan harum. di ruang an tengah Juleha tergeletak di lantai , dirinya saat ini sangat kelelahan.
" Ya ampunnnn capenya" Juleha melenguh panjang.
Belum lagi cucian menumpuk,dan hanya di cuci dengan cara tradisional, yaitu pakai tangan,dirinya bingung untuk mencuci pakaian ke mesin cuci yang telah di sebut panji.bagaimana tidak di desa dia hanya mencuci di sungai sambil menghempas hempas baju di batu yang besar,malah di suruh untuk mencuci di mesin cuci.
" Hahhh dasar si cabe itu,aku tau dirinya pasti mengerjai ku.. tidak mungkin orang seperti dia jorok...ini pasti akal akalanya saja" mendengus kasar Juleha segera bangkit untuk pulang. Dia tidak ingin melihat muka si Nathan yang menurut nya menyebalkan,sebelum pulang dirinya menyempatkan memasak untuk Nathan dan juga dirinya.
" Akh aku mau masak dulu, sekalian buat si cabe jga...di kulkas banyak sekali bahan bahan untuk memasak..... secepatnya Juleha memasak sebelum pergi.
__ADS_1