
" apa apa an kau ini mana ada belalai gajah di apertemen" kata nathan mendengus kesal.
dirinya tidak sadar bahwa sedang bertelanjang bulat di depan juleha, masih mengumpulkan nyawa dan belum sadar sepenuhnya karena dirinya langsung di
kagetkan dan berdiri.
"cepat kau tutup belalai mu ituu, dan kenapa belalainya malah berdiri" teriakk Juleha kencang.
Nathan pun langsung melihat kebawah dan langsung terkejut.
"aaaaaaakhhh kau melihat burung ku.." teriak Nathan.
Nathan langsung masuk ke kamar mandi, dirinya sangat malu saat ini.
"woyy pede amat Lo mata perawan gue hilang dah gara gara Lo " teriak Juleha dan segera keluar kamar dirinya ingin langsung segera pulang.
astagfirullah belalai ya panjang juga mana besar lagi" batin juleha bergidik ngerii.
dirinya pun cepat cepat keluar dari apertemen.
" brukk.." Juleha menabrak seseorang.
"Nona kenapa kau tergesa-gesa seperti itu..apa kah ada terjadi sesuatu " tanya panji.
dirinya bingung melihat gadis di depannya ini tergesa-gesa sehingga menabrak dirinya,yang ingin memberi laporan kepada tuanya.
"Tuan mu yang cabe itu, telah menampakkan belalai gajah ya huaaaaaaa" teriak juleh dan langsung berlari meninggalkan Panji yang bingung dengan perkataan Juleha.
__ADS_1
Panji pun langsung masuk untuk menemui Tuanya dan bertanya ada apa Juleha sampai lari seperti itu.
"Tuan.." panggil Panji dari luar kamar.
" sebentar " kata Nathan, dirinya saat ini menggerutu kesal dengan kebiasaan ya tidur tanpa sehelai benang pun.
" krekk " pintu terbuka.
"ada apa pan" tanya Nathan.
" saya mengantar berkas berkas Yang harus di tanda tangani Tuan".jawab Panji.
"ya sudah masuk" kata Panji.
mereka pun masuk dan duduk di sofa.
"hmmmm."mengangguk kepala Tanda setuju.
" ituu Tuan kenapa nona Juleha berlari tergesa-gesa sampai sampai menabrak saya..dan dirinya bilang melihat belalai gajah."Tanya Panji.
Nathan terkejut dan langsung menghela nafas berat.
" dia melihat burung ku, pas aku sedang di dalam kamar istrahat,dia membangunkan ku untuk makan, tapi anehnya membangunkan ku pakai toa..dasar wanita gila." jawab nathan
Panji terkejut dan langsung tertawa terbahak bahak.
" apa yang kau tertawa kan" tanya Natan marah dengan menatap tajam Panji.
__ADS_1
Panji langsung terdiam dirinya susah meneguk salivanya karna Nathan menatapnya dengan tatapan membunuh.
" maaf Tuan." kata Panji menunduk.dirinya tidak bisa mengontrol mendengar perkataan Nathan.
"lanjutkan berkas yang di tanda tangani." kata Nathan tidak menggubris perkataan maaf dari Panji.
Tuan tuan kebiasaan mu sungguh memalukan,kalo aku yang seperti mu sudah tenggelam kedasaran laut sana." batin Panji.
di Mension nyonya Lia duduk santai dengan suaminya di Taman.
"sayang aku dengar dari mata mata ku Nathan sedang dekat dengan perempuan sampai sampai di bawa ke apartemen."kata Dimas menyampaikan dengan istrinya.
"seriuss sayang, kau tidak bercanda" tanya Lia antusias dirinya sangat bahagia melihat putranya punya Tambat Tan hati.
"seriuss sayang.." jawab Dimas.
huhh aku tidak lagi jadi bahan pembicaraan teman teman ku yang selalu bertanya tanya tentang pernikahan anakku"batin Lia tersenyum senang.
"ayo sayang kita ke apartemen nathan.aku ingin melihat calon menantu ku." kata Lia.
"tidak sayang jangan dulu, aku masih menyelidikinya jangan gegabah, siapa tau itu temannya." jawab Dimas .
"hmmmm baiklahh..aku akan menunggu putra ku membawanya ke Mension kita."kata Lia tersenyum bahagia.
bersambung.
maaf baru up ada kesibuk kan, vote like komen yah, supaya semangat terus bikinya
__ADS_1