
...Tidak ada sebuah kebetulan didunia ini melainkan semua sudah digariskan oleh takdir...
...***...
...happy Reading...
.......
.......
.......
.......
"Jihan, tolong bangunin Anta nak takut kesiangan, nanti kalian terlambat ke sekolah"
"Iya Bunda"
Jihan yang sedang sibuk mengoles selai di roti mau tidak mau menyeret kakinya kembali ke lantai dua dimana kamarnya ralat lebih tepatnya kamar milik Antariksa yang kini dihuni bersamanya.
Sambil menghela nafas panjang Jihan membuka pintu kamar, mendapati Anta masih tertidur pulas diatas kasur.
"Anta... Bangun udah siang" Jihan mengguncang tubuh Anta perlahan tapi tidak ada reaksi dari sang empu, "Anta, bangun... udah siang kamu bisa terlambat sekolah nanti.."
"Eemmmm"
__ADS_1
"Anta... Bangun... " Lagi- lagi Jihan mengguncang tubuh Anta tapi lelaki itu masih saja tak bergeming
Masih pagi Ji, jangan buat dosa cuma buat ngeluarin sumpah serapah
Jihan mendengus kesal, harus dengan cara apa membangunkan lelaki itu, jika ini bukan dirumah mertuanya ia sungguh tidak peduli lelaki itu kediangan, terlambat atau bolos sekalipun.
kadang Jihan tidak habis pikir bagaimana bisa ada mahluk spesies seperti Antariksa, kalau di pikir- pikir dari jutaan bahkan milyaran orang didunia ini kenapa dia harus terjebak dengan seseorang bernama Antariksa, kenapa ga Lee min Hoo, Lee Jong Suk atau Ji Chang Wook misalnya.
Anta bangun dengan muka bantalnya sambil menguap menatap Jihan yang memandang ke arahnya dengan kedua tangan terlipat didada.
"ini masih pagi"
Jihan menaikan sebelah alisnya, pagi gundulmu mas, ini udah siang woy! usah jam berangkat ke sekolah Bambang!!!
"bunda udah nungguin di bawah"
Jihan hanya menatap lelaki itu tak percaya, bagaimana bisa lelaki itu bersikap seenaknya. mengambil keputusan seenak jidatnya sendiri, sumpah kalau ini bukan dirumah mertuanya Jihan sudah pasti pergi ke sekolah sejak tadi.
"terserah kamu, tapi bunda nungguin"
Anta masih ogah-ogahan diatas kasurnya, menimbang haruskah ia bangun atau melanjutkan tidurnya sampai siang.
Jihan menghela nafas, dalam hati ia menyesal andai waktu itu ia tidak menolong Anta, mungkin saat ini ia masih jadi remaja pada umumnya tanpa ada embel - embel status istri
Tapi nasi sudah menjadi bubur dan bubur lebih enak ditambah topping, gara- gara lelaki itu Jihan harus mengubur dalam- dalam impiannya. Entah bagaimana nasib Jihan dimasa depan nanti jika ia terus menjadi istri seorang Antariksa Ravindra.
__ADS_1
"Ngapain loe ngeliatin gue kaya gitu? Naksir?"
Jihan mendesis pelan, "ga sudi"
"Loe.. mau dapet pahala yang banyak ga?"
Jihan menaikan sebelah alisnya tak berniat menyahut.
"Siapin baju gue"
"Ogah, mending aku infak sama shalat duha pas istirahat disekolah" Jihan lalu pergi tak lupa membawa ranselnya siap berangkat sekolah
*****
Halo Readers!!!
Balik lagi di cerita baru Riy
Cerita ini fiktif belaka hasil menghalu dan sebagainya, apabila ada kesamaan nama, tokoh, latar dan lain-lain mohon maaf🙏
Mungkin kalian pernah membaca cerita seperti ini atau menyerempet mirip tentang nikah muda, pasangan muda dan lain-lain tapi beda konflik atau sama konflik beda jalan cerita dimana cerita seperti ini lumrah ditemukan tapi percayalah setiap penulis punya cara dan ciri khas tersendiri.
Dan ini versi Riy, semoga kalian suka.
jangan lupa tinggalkan jejak, like, komen, vote atau apapun itu sungguh support kalian sangatlah berarti.
__ADS_1
sampai jumpa di bab berikutnya.👋👋👋