
Hingga pulang sekolah Jihan tidak banyak bicara, berita pertengkarannya dengan Antariksa and The genk sudah menyebar luas ke sentaro GHS.
Ada yang memuji keberanian Jihan tapi lebih banyak menghujat Jihan karena berani mencari gara- gara dengan idola mereka.
Kadang Jihan tidak habis pikir, siapa yang dengan kurang kerjaannya merekam kejadian tadi hingga satu sekolah tau kejadian yang ia lakukan tadi. Jihan merasa ia jadi tersangka kasus kejahatan saja padahal niatnya cuma membela sahabatnya.
Jihan sedang menunggu jemputanya, Tiara dan Juwita sudah pulang lebih dulu dengan supir dan kekasihnya. Awalnya mereka ingin menemani Jihan tapi Jihan mengatakan bahwa jemputannya akan segera datang tapi sudah hampir setengah jam pak Anas belum juga datang.
Sambil menunggu Jihan mengeluarkan ponselnya bermain game cacing tanah yang entah sejak kapan ia jadi sedikit kecanduan main game mungkin karena abangnya Jovan.
"Heh"
Jihan tersentak kaget saat ada yang menarik rambut panjangnya, "ada apa ya kak?" Tanya Jihan sambil meringis, rasanya rambut Jihan mau copot dari kepalanya karena ditarik begitu kencang
"Berani-beraninya loe cari masalah sama Antariksa loe tau kan dia siapa?"
Jihan memejamkan matanya menahan sakit di kepalanya.
"Loe tau cari gara-gara sama Anta itu artinya loe cari gara-gara sama kita semua"
"Kakak dibayar berapa sih sama Anta sampe segitunya ngebelain cowok kaya gitu?"
Ucapan Jihan membuat beberapa kakak kelas yang tengah mengelilinginya itu menjadi geram, berani-beraninya adik kelas tengil melawan mereka apa dia tidak tahu siapa Antariksa. Bisa mati gadis itu ditangan Antariksa.
"Berani ya loe ngomong kaya gitu, girls" perintah kakak kelas yang sedari tadi terus memarahi Jihan
Jihan menerjap saat tubuhnya disiram entah dengan air apa yang jelas keadaannya sungguh memprihatinkan saat ini.
"Ini belum seberapa kalo loe masih cari gara- gara sama Anta loe tau akibatnya." Ancamnya "Cabut"
"Bilangin sama Antariksa!!!! Kalo berani dateng sendiri jangan nyuruh orang lain buat bales dendam. Katanya ketua geng tapi nyuruh anak buahnya DASAR BANCI!!!!" teriak Jihan kesal
Airin dan teman-temannya kembali menarik rambut Jihan bahkan menghadiahi beberapa tamparan diwajah Jihan.
"Berani loe ngatain Anta banci, loe mau mati ditangan dia?" Ucapnya sambil menarik rambut Jihan
"Kalo dia memang dia bisa silahkan" tantang Jihan
Airin menjadi geram sendiri menghadapi Jihan, ia baru saja ingin memberi pelajaran tapi ada beberapa guru yang lewat ke arah mereka.
"Cabut"
Nafas Jihan masih terengah-engah karena marah,
astaga!!! Kenapa ia malah menambah masalah. Harusnya kan minta maaf dan diam saja, setelah itu masalah selesai. parahnya tadi ia malah memaki Anta dengan sebutan banci.
Tamat Jihan! kesejahteraanmu disekolah usudah Tamat!
setelah ini pasti hidupnya disekolah tak lagi setentram dulu.
__ADS_1
Tamat riwayat mu Jihan!!!
Jihan menjadi tontonan beberapa siswa yang masih ada disekolah bahkan beberapa dari mereka sempat merekam aksi kakak kelas yang menyerang Jihan tadi dan mempostingnya di media sosial, dasar aneh!!! Orang di tindas bukannya di tolongin malah diliatin.
Jihan menatap nanar ke arah kakak kelasnya yang sudah berjalan menjauh, Jihan tau salah satu dari mereka adalah kekasihnya Anta, kalau tidak salah namanya Airin, ya Airin salah satu primadona di sekolahnya.
Jihan menghela nafas, dengan langkah pelan ia pergi ke toilet membersihkan dirinya.
****
Siang itu di basecamp Antariksa dan teman-temannya sedang bersantai ada yang sibuk bermain game, masak mie instant, main billiar dan lain- lain.
"Oiii bosen nih... Ngapain kek gitu?" Teriak Fajar yang mulai jenuh sudah dua jam di basecamp tapi tidak ada hal menarik untuk dilakukan
"Ngamen gih sono. Lumayan kan dapet duit buat tambahan-tamabahan Jajan" kata Mario yang sedang bermain biliar dengan Dion
"Loe kira gue semurah itu" cibir Fajar
"Lah di jual ke tukang loak juga belom tentu laku" Kevan yang tengah bermain Game dengan Anta ikut menimpali membuat Fajar gondok seketika
"Heh denger ya gue nih ganteng kaya pangeran yang turun dari kayangan, ga bakal luntur sampe tujuh turunan walaupun di terpa badai dan angin topan" ujar Fajar bangga
"Jijik Jar... Jijik"
"Halah, kalo loe ganteng ga mungkin di putusin Adel udah gitu gagal muvon lagi" ucap Mario yang membuat wajah Fajar berubah masam
"Dih baper loe kaya anak perawan"
Fajar tak menyahut ia memilih untuk membuka media sosial miliknya. seperti biasa stalking medsos punya mantan kali aja ada peluang balikan.
Matanya terbelalak saat melihat sebuah video berdurasi singkat yang di posting di SW.
"Gila!!!" Pekik Fajar
"Kenapa loe?" Tanya Dion
"Mati nih anak sumpah ..."
"Kenapa?" Tanya Mario mulai kepo dan mendekati Fajar
"Wah kurang ajar, harusnya tadi ga di lepasin begitu aja" Mario menjadi geram seketika
"Sa.. liat deh..." Fajar berjalan menghampirinya Anta yang tengah fokus dengan stik game ditangannya
"Males"
"Liat dulu ini loe pasti kaget"
"Ganggu loe"
__ADS_1
"Ini liat dulu.. Dede gemes loe nih" Fajar menyodorkan ponselnya didepan Anta yang mau tidak mau Anta melihatnya
Story berdurasi kurang dari 15 detik itu memperlihatkan seorang siswi GHS yang susah basah kuyup itu dengan lantangnya meneriakinya seorang banci. Benar- benar kurang ajar!!!!
Rahang Anta mengeras, matanya berkilat menunjukan betapa marahnya seorang Anta, ia langsung melemparkan stik game miliknya.
"Bro loe mau kemana?" Tanya Fajar saat melihat Anta langsung pergi
Siapapun tahu saat ini Anta sedang marah, jika sudah begitu tidak ada yang berani untuk mengganggunya karena Anta paling tidak suka di ganggu saat moodnya sedang tidak baik-baik saja.
"Biarin aja biar tau rasa tuh anak. Didiemin ngelunjak" kata Dion yang senang melihat Anta marah
"Tapi kasian"
"Harga diri sob" kata Mario menepuk pundak Fajar ia ikut senang bersama Dion akhirnya Anta bereaksi juga
****
Jihan pulang dengan ojek online yang dipesannya karena supir yang biasa menjemputnya sedang mengantar papanya ke bandara makanya tidak datang menjemput Jihan.
Sambil mendekap tubuhnya yang terasa dingin Jihan menekan bel pintu menunggu seseorang membukakan pintu.
Ia sudah mengganti seragamnya yang basah dengan baju olahraga, untung saja ia menyimpan baju cadangan di loker kalau tidak ia harus pulang dalam keadaan basah kuyup.
"Sayang..."
"Assalamualaikum Mama" Jihan langsung memeluk ibunya yang sudah beberapa hari tidak ditemuinya, "Jian kangen"
"Waalaikumsalam, Kamu sama siapa Ji? Suami kamu mana?" Tanya mama Sylla sambil menengok ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan menantunya
Jihan mendengus sebal lalu melepaskan pelukannya , "anak mama tuh Jihan apa dia sih?" Gerutu Jihan yang langsung masuk ke dalam rumah mereka karena kesal
"Ihh kamu mah baperan deh Ji.."
Jihan tak menggubris ia langsung masuk ke dalam merebahkan tubuhnya di sofa. Hari ini adalah hari yang paling melelahkam baik secara lahir maupun batin.
"Ji, kamu udah izin sama Anta belom main ke sini?" Tanya mama Sylla mendekati putrinya yang sudah memejamkan matanya
"Kalo belum biar mama yang ngabarin takutnya nanti Anta khawatir nyariin kamu" lanjut mama Sylla karena tak mendapat respon dari putrinya
Khawatir? Ingin rasanya Jihan tertawa miris mendengar ucapan mamanya
Asal mama tau, Anta ga pernah khawatir sama Jian, mungkin Jian sekarat juga dia ga peduli, dan Jian berani taruhan kalo Anta lagi di basecamp sama temen-temennya mereka pasti lagi party, seneng-seneng have fun lah pokoknya mah
Jihan tak ingin ambil pusing dengan apapun yang dilakukan Anta, bagi Jihan semua yang dilakukan lelaki itu bukanlah hal penting hanya buang-buang waktu tak berguna, pulang malam, minum, mabar, balapan liar, tawuran dan masih banyak hal unfaedah lainnya.
Kadang Jihan tak habis pikir mertuanya pernah berbuat dosa apa sampai punya anak modelan Antariksa. Jihan akui soal tampang Anta memang di atas rata- rata, tubuh tinggi atletis dengan wajah rupawan, tak lupa ia terlahir di keluarga berada juga pemilik GHS tempat dimana dirinya menuntut ilmu tapi sayang beribu-ribu sayang dibalik tampang most wanted miliknya, tersimpan akhlak yang bisa dikategorikan mines menurut Jihan.
Dan lebih mengherankan lagi dosa apa yang sudah Jihan berbuat hingga ia harus menikah dengan Antariksa???
__ADS_1